← Beranda
Jelang Afrika Selatan Kontra Kanada: Bafana Bafana Berpesta saat Tak Ada Suara Vuvuzela di Piala Dunia 2026
Rizka Perdana PutraMinggu, 28 Juni 2026 | 14.54 WIB
Tiga kartu merah dikeluarkan dalam laga pembuka Piala Dunia 2026 antara Meksiko versus Afrika Selatan. Afrika Selatan mencetak sejarah lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026. Bafana Bafana kini siap menantang Kanada demi tiket 16 besar. (Istimewa)

JawaPos.com – Masih ingat vuvuzela? Terompet plastik yang mengeluarkan dengungan khas itu pernah menjadi "soundtrack" Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Selama sebulan penuh, suaranya nyaris tak pernah berhenti terdengar di stadion. Sebagian suporter menganggapnya sebagai bagian dari budaya sepak bola Afrika Selatan.

Kini, suara tersebut tak terdengar lagi. Sebab, FIFA memasukkan vuvuzela ke dalam daftar barang terlarang di seluruh stadion Piala Dunia 2026, bersama peluit, air horn, serta alat pembuat kebisingan lainnya. Vuvuzela dilarang karena dianggap mengganggu komunikasi pemain dan wasit, kualitas siaran televisi, serta aspek keamanan di stadion.

Larangan tersebut sebenarnya sudah berlaku sejak Piala Dunia 2014. Dengan tingkat kebisingan yang disebut-sebut mencapai sekitar 120 desibel—setara suara mesin jet saat lepas landas—bunyi vuvuzela dinilai berpotensi mengganggu pendengaran jika didengar terlalu lama.

Menghapus Luka 2010

Tanpa vuvuzela, Afrika Selatan justru mencatat pencapaian terbaik dalam sejarah mereka di Piala Dunia.

Bafana Bafana—julukan Afrika Selatan—memastikan tiket ke babak 32 besar setelah mengalahkan Korea Selatan 1-0 berkat gol Thapelo Maseko, Kamis (25/6). Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, Afrika Selatan berhasil lolos ke fase gugur Piala Dunia.

Keberhasilan tersebut sekaligus menghapus kenangan pahit saat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010. Enam belas tahun silam, Afrika Selatan menjadi negara penyelenggara pertama dalam sejarah Piala Dunia yang gagal lolos ke fase gugur.

"Saya bisa mengatakan momen ini melampaui apa pun yang terjadi pada 2010," ujar suporter Afrika Selatan, Lorenz Kohler, kepada Al Jazeera.

Baca Juga: Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar

Euforia hingga Dini Hari

Kemenangan atas Korea Selatan pada laga terakhir Grup A langsung disambut pesta di berbagai kota di Afrika Selatan. Padahal, pertandingan tersebut dimulai pukul 03.00 dini hari waktu setempat. Artinya, para suporter harus begadang demi menyaksikan laga penentuan tersebut.

Seperti dilaporkan Reuters, warga di Johannesburg, Soweto, dan sejumlah daerah lain langsung memenuhi jalan sesaat setelah peluit panjang berbunyi. Banyak di antara mereka masih mengenakan piyama dan pakaian tidur.

Meski vuvuzela tak lagi menjadi bagian dari atmosfer Piala Dunia, warga tetap turun ke jalan, bernyanyi, menari, dan merayakan sejarah baru Bafana Bafana.

"Saya bisa mendengar selebrasi dari rumah-rumah tetangga ketika Bafana mencetak gol. Orang-orang benar-benar berpesta," kata Kohler.

Belum Ingin Berhenti

Namun, Afrika Selatan harus segera mengalihkan fokus. Dini hari nanti mereka akan menghadapi Kanada pada babak 32 besar di SoFi Stadium, Los Angeles. Kanada juga sama-sama baru mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Pelatih Afrika Selatan, Hugo Broos, memastikan timnya belum ingin berhenti sampai di sini.

"Hari ini Anda melihat tim yang percaya kepada dirinya sendiri. Pada Minggu nanti, Anda akan kembali melihat tim yang percaya pada kemampuannya dan akan berjuang selama 90 menit, bahkan lebih jika diperlukan," tegas pelatih asal Belgia tersebut.

Baca Juga: Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit


AFRIKA SELATAN DI PIALA DUNIA

Afrika Selatan sudah empat kali tampil di Piala Dunia. Namun, baru pada edisi 2026 Bafana Bafana berhasil lolos ke fase gugur.

Edisi Tuan Rumah Prestasi Hasil
1998 Prancis Fase grup 0 menang, 2 seri, 1 kalah
2002 Korea Selatan & Jepang Fase grup 1 menang, 1 seri, 1 kalah
2010 Afrika Selatan Fase grup 1 menang, 1 seri, 1 kalah
2026 Amerika Serikat, Kanada & Meksiko 32 besar* 1 menang, 1 seri, 1 kalah*

Keterangan:

Masih berlangsung. Afrika Selatan masih berpeluang lolos ke babak 16 besar jika mengalahkan Kanada pada laga babak 32 besar.

EDITOR: Hendra