← Beranda
Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Nasib The Lions of Teranga Masih Menggantung, Diarra Jadi Harapan!
Banu AdikaraJumat, 26 Juni 2026 | 13.17 WIB
Pemain Senegal, Habib Diarra. (Sunderland)

 

JawaPos.com - Timnas Senegal akan menjalani laga hidup-mati melawan Irak pada pertandingan terakhir Grup I Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6).

Sorotan tidak hanya tertuju kepada kapten sekaligus motor lini tengah mereka, Habib Diarra, tetapi juga pada peluang Senegal untuk tetap bertahan di turnamen.

Setelah menelan dua kekalahan beruntun dari Prancis (1-3) dan Norwegia (2-3), Senegal saat ini belum mengoleksi poin. Situasi yang sama juga dialami Irak, sehingga duel kedua tim akan menjadi penentu nasib mereka di turnamen.

Dikutip dari Reuters, laga ini ibarat last-chance saloon karena pemenangnya masih berpeluang lolos ke babak 32 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik.  

Baca Juga: Peta Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Bikin Aljazair dan Austria Punya Alasan Tak Mengejar Runner-up

Peluang Lolos Masih Ada, Tapi Tidak Sepenuhnya di Tangan Senegal

Dengan format baru Piala Dunia 2026 48 tim, delapan tim peringkat ketiga terbaik berhak melaju ke fase gugur. Artinya, kemenangan atas Irak akan membuat Senegal mengoleksi tiga poin dan punya peluang lolos.

Namun, kemenangan saja belum tentu cukup. Senegal juga harus memperbaiki selisih gol dan menunggu hasil grup lain untuk menentukan apakah mereka masuk dalam daftar delapan peringkat ketiga terbaik.  

Kabar buruknya, Senegal juga kehilangan kiper utama Edouard Mendy yang mengalami cedera lutut saat kalah dari Norwegia dan dipastikan absen melawan Irak.  

Baca Juga: Gestur Menutup Mulut dan Pistol ke Kepala, Pesan Kuat dari Suporter Kongo di Piala Dunia 2026

Habib Diarra Jadi Tumpuan

Pemain Senegal, Habib Diarra. (Sunderland)
Pemain Senegal, Habib Diarra. (Sunderland)

Di tengah situasi sulit tersebut, Habib Diarra menjadi salah satu pemain yang diharapkan mampu mengangkat performa Senegal.

Sebelum turnamen dimulai, gelandang Sunderland itu menunjukkan optimisme tinggi.

Meski Senegal belum meraih poin, penampilan Diarra tetap mendapat perhatian karena kemampuannya menghubungkan lini tengah dan lini serang. Pada usia 22 tahun, ia sudah menjadi salah satu figur penting generasi baru Senegal.  

Baca Juga: Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Analisis Kekuatan hingga Peluang Lolos 32 Besar

Musim Diarra Bersama Sunderland

Nama Diarra memang sedang naik daun dalam setahun terakhir. Sunderland merekrutnya dari Strasbourg dengan nilai transfer sekitar £30 juta, menjadikannya pembelian termahal dalam sejarah klub tersebut.  

Di Inggris, ia langsung dipercaya sebagai gelandang box-to-box utama. Sebelumnya di Strasbourg, Diarra bahkan sempat dipercaya menjadi kapten tim pada usia yang masih sangat muda. Statistik musim 2024/25 menunjukkan ia mencatat empat gol dan tiga assist di Ligue 1 sebelum hijrah ke Premier League.  

Dalam wawancara dengan Sky Sports awal tahun ini, Diarra juga mengungkapkan ambisinya. “Saya ingin menjadi gelandang terbaik di dunia," katanya.

Baca Juga: Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: Duel Gengsi dan Rotasi Pemain Pochettino

Laga Irak Bisa Menjadi Titik Balik

Meski berada di posisi sulit, Senegal sebenarnya menunjukkan bahwa mereka masih mampu bersaing dengan tim-tim kuat. Saat menghadapi Prancis, mereka sempat memberikan perlawanan sengit sebelum akhirnya kalah 1-3.

Bahkan ketika menghadapi Norwegia, Senegal mampu mencetak dua gol dan nyaris mencuri poin.  

Karena itu, duel melawan Irak akan menjadi ujian terakhir bagi Diarra dan rekan-rekannya.

Jika mampu menang dengan margin yang meyakinkan, Senegal masih bisa menjaga mimpi tampil di babak 32 besar. 

Jika gagal, perjalanan salah satu wakil terkuat Afrika di Piala Dunia 2026 akan berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan banyak pengamat.  

EDITOR: Banu Adikara