← Beranda
Gestur Menutup Mulut dan Pistol ke Kepala, Pesan Kuat dari Suporter Kongo di Piala Dunia 2026
Andre Rizal HanafiJumat, 26 Juni 2026 | 02.57 WIB
Ilustrasi Kongo akan menghadapi timnas Kolombia di piala dunia. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan cerita yang melampaui sepak bola. Di tengah atmosfer pertandingan dan sorak-sorai tribun, seorang suporter asal Republik Demokratik Kongo bernama Lumumba menjadi perhatian publik berkat aksi simbolis yang ia lakukan saat pertandingan berlangsung.

Dalam momen yang terekam kamera dan kemudian beredar luas di media sosial, Lumumba terlihat menutup mulutnya dengan satu tangan.

Sementara tangan lainnya membentuk gestur menyerupai pistol yang diarahkan ke kepala. Aksi tersebut bukan dilakukan untuk mencari sensasi, melainkan sebagai bentuk protes terhadap situasi yang sedang terjadi di negaranya.

Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026: Menang Tipis 1-0 atas RD Kongo, Kolombia Amankan Tempat di 32 Besar

Menurut berbagai laporan dan keterangan yang beredar, gestur tersebut ditujukan untuk menyoroti konflik berkepanjangan di wilayah timur Republik Demokratik Kongo.

Konflik yang melibatkan berbagai kelompok bersenjata itu telah berlangsung selama bertahun-tahun dan kembali memanas dalam beberapa waktu terakhir.

Suporter asal Republik Demokratik Kongo bernama Lumumba. (istimewa)
Suporter asal Republik Demokratik Kongo bernama Lumumba. (istimewa)

 

Dampak konflik tersebut sangat besar bagi masyarakat sipil. Ribuan warga dilaporkan terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman.

Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Timnas Kolombia vs RD Kongo: Serangan Balik Lawan Buat Waspada Davinson Sanchez

Banyak keluarga harus hidup di kamp pengungsian dengan akses terbatas terhadap kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, layanan kesehatan, dan pendidikan.

Melalui aksinya, Lumumba ingin menyampaikan pesan bahwa penderitaan masyarakat di wilayah tersebut tidak boleh dilupakan.

Gestur menutup mulut melambangkan suara-suara yang tidak terdengar oleh dunia internasional, sementara simbol pistol ke kepala menggambarkan tekanan dan ancaman yang dihadapi warga sipil akibat konflik yang terus berlangsung.

Di media sosial, aksi tersebut memunculkan beragam respons. Banyak pengguna internet memberikan apresiasi karena Lumumba memanfaatkan panggung sebesar Piala Dunia untuk menyampaikan pesan kemanusiaan.

Tidak sedikit pula yang mengaku baru mengetahui kondisi di timur Republik Demokratik Kongo setelah melihat aksi tersebut.

Baca Juga: Prediksi Skor Timnas Kolombia vs RD Kongo: Menanti Kejutan Lain Les Leopards

Sepak bola memang sering dianggap sebagai bahasa universal yang mampu menyatukan banyak orang dari berbagai latar belakang.

Namun dalam beberapa kesempatan, olahraga terbesar di dunia ini juga menjadi sarana untuk menyampaikan pesan sosial dan kemanusiaan yang lebih luas.

Aksi Lumumba menjadi pengingat bahwa di balik kemeriahan turnamen dan persaingan di lapangan, masih ada berbagai persoalan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian dunia.

Baca Juga: Prediksi Timnas Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Ujian Berat Los Cafeteros Menuju Babak 32 Besar

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia berhasil membuat banyak orang berhenti sejenak dan menoleh pada isu yang selama ini jarang mendapat sorotan.

Bagi banyak penggemar sepak bola, itulah alasan mengapa aksi tersebut mendapat begitu banyak penghormatan.

Bukan karena viral semata, melainkan karena pesan yang dibawanya menyentuh sesuatu yang lebih besar dari pertandingan itu sendiri.

EDITOR: Edi Yulianto