JawaPos.com - Kekalahan tim nasional Austria dari Argentina terasa menyakitkan bagi David Alaba. Laga yang berakhir dengan skor 2-0 tersebut dimainkan di At&T Stadium, Selasa (23/6).
Setelah kalah, David Alaba mengatakan bahwa Argentina tidak hanya mengandalkan Lionel Messi. Namun, seluruh pemain lawan memberikan ancaman berbahaya ke kotak penalti.
"Bukan hanya Leo, seluruh tim Argentina menunjukkan hari ini kualitas yang mereka miliki, baik dengan maupun tanpa bola. Dan tentu saja, mereka juga memiliki pemain yang dapat membuat perbedaan," kata David Alaba yang dikutip dari laman Sky Sport Austria, Selasa (23/6).
Meskipun kalah, Alaba tetap bangga dengan performa rekan setimnya. Bahkan, di babak kedua permainan timnas Austria sangat baik karena bisa menguasai bola lebih lama.
"Meskipun demikian, saya sangat bangga dengan tim kami. Kami mencoba untuk melawan dan berani dengan bola. Untuk waktu yang lama, terutama di babak kedua, saya pikir kami mampu memaksakan permainan kami. Kami berharap mendapat keberuntungan," jelas Alaba.
Sebenarnya, Alaba berharap hasil pertandingan akan berakhir imbang 1-1. Namun, kalah dengan skor 0-2 terasa menyakitkan bagi dirinya karena timnas Austria bermain menyerang.
"Jika pertandingan berakhir 1-1, saya rasa tidak ada yang akan mengeluh, meskipun Argentina jelas memiliki peluang yang lebih jelas. Pada akhirnya, kekalahan 2-0 paling menyakitkan karena kami benar-benar menyerang saat itu. Kami mengalami pasang surut dalam pertandingan ini, tetapi secara keseluruhan, saya sangat bangga dengan tim," ujar bek yang dipastikan hengkang dari Real Madrid tersebut.
Di sisi lain, Alaba juga memuji Lionel Messi yang sudah mencetak lima gol di Piala Dunia 2026. Menurutnya, itu adalah sesuatu yang istimewa bagi seorang pesepak bola.
"Saya pikir angka-angka berbicara sendiri. Mencetak lima gol dalam dua pertandingan Piala Dunia tentu saja sesuatu yang istimewa," pungkas Alaba.
Timnas Austria masih punya peluang untuk lolos ke babak 32 besar. Hal tersebut bisa diwujudkan mereka, jika berhasil mengalahkan Aljazair pada 28 Juni.