JawaPos.com - Di tengah banyaknya kisah pemain yang meniti karier melalui akademi elite atau kompetisi papan atas Eropa, perjalanan Pico Lopes menuju Piala Dunia menghadirkan cerita yang berbeda.
Bek tim nasional Tanjung Verde itu pernah menjalani kehidupan yang jauh dari sorotan sepak bola profesional. Ia bekerja di sebuah bank di Republik Irlandia sambil bermain sepak bola pada waktu luangnya.
Sebelum dikenal sebagai salah satu pemain andalan Tanjung Verde, Lopes menjalani rutinitas yang sama seperti pekerja kantoran pada umumnya.
Baca Juga: Skenario Tanjung Verde Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Hari-harinya diisi dengan pekerjaan administratif, rapat daring, serta aktivitas profesional lainnya. Di luar jam kerja, ia tetap menjaga kecintaannya terhadap sepak bola dengan bermain untuk klub Irlandia, Bohemians.
Karier Lopes mulai berubah pada 2017 ketika klub Shamrock Rovers melihat potensinya di lapangan.
Klub tersebut menilai kemampuan bertahannya layak untuk level yang lebih tinggi dan menawarkan kesempatan untuk lebih serius menekuni sepak bola profesional. Tawaran itu diterima Lopes, yang kemudian memulai perjalanan baru dalam kariernya.
Baca Juga: Momen Mengharukan Kiper Tanjung Verde: Rayakan Hasil Bersejarah Bersama Ibunda di Tribun
Namun, perubahan terbesar datang dua tahun kemudian melalui cara yang tidak biasa. Lopes menerima pesan dalam bahasa Portugis melalui LinkedIn dari seseorang yang tidak dikenalnya. Karena mengira pesan tersebut hanyalah spam, ia memilih untuk mengabaikannya.
Beberapa bulan berlalu tanpa respons. Hingga sekitar sembilan bulan kemudian, pengirim yang sama kembali menghubunginya. Kali ini rasa penasaran membuat Lopes menerjemahkan isi pesan tersebut menggunakan Google Translate.
Pesan itu ternyata berasal dari Rui Águas, pelatih kepala tim nasional Tanjung Verde saat itu. Águas sedang mencari pemain keturunan Tanjung Verde yang berpotensi memperkuat tim nasional.
Setelah melakukan penelusuran, ia menemukan bahwa ayah Lopes berasal dari negara kepulauan di Afrika tersebut.
Kesempatan itu tidak disia-siakan. Lopes menerima ajakan bergabung dan mulai menjadi bagian dari proyek pembangunan tim nasional Tanjung Verde. Keputusan tersebut kemudian menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kariernya.
Baca Juga: 5 Negara yang Bisa Dipilih Putra Cristiano Ronaldo untuk Timnas, Salah Satunya Tanjung Verde
Kini, Lopes menjadi bagian dari generasi yang menorehkan sejarah bagi Tanjung Verde di Piala Dunia.
Negara dengan populasi sekitar 600 ribu jiwa itu berhasil menarik perhatian dunia sepak bola melalui perjuangan dan kerja keras para pemainnya, termasuk mereka yang ditemukan melalui jalur-jalur tak terduga.
Dari sebuah akun LinkedIn yang nyaris terlupakan hingga tampil di panggung terbesar sepak bola dunia, kisah Pico Lopes menjadi bukti bahwa peluang besar terkadang datang dari tempat yang paling tidak terduga.