JawaPos.com – Tim debutan asal Afrika, Tanjung Verde, berpeluang menorehkan tinta emas di Piala Dunia 2026. Skenario Tanjung Verde lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 akan dibahas pada artikel ini.
Ajang Piala Dunia selalu menyajikan kejutan, tak terkecuali edisi Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko di tahun ini. Kejutan kali ini datang dari Tanjung Verde yang merupakan debutan di Piala Dunia 2026.
Meski berada di kawasan Afrika Barat, Tanjung Verde merupakan negara kepulauan terpencil di Samudra Atlantik. Populasi negara ini hanya berada di angka 550 ribu jiwa, setara dengan setengah populasi Jakarta Pusat.
Baca Juga: Momen Mengharukan Kiper Tanjung Verde: Rayakan Hasil Bersejarah Bersama Ibunda di Tribun
Tanjung Verde juga hanya memiliki luas daratan di angka 4.033 km persegi, menjadikannya negara dengan luas setara Jabodetabek. Meski demikian, penghuni peringkat 63 dalam ranking FIFA ini justru tampil menggigit di Piala Dunia 2026.
Status debutan atau negara kecil tidak lantas membuat nyali Ryan Mendes dan kolega ciut. Justru tim berjuluk Blue Sharks ini tampil kompetitif di hadapan tim-tim yang lebih berpengalaman di Grup H.
Tanjung Verde tampil mengejutkan dengan tidak terkalahkan di dua laga babak grup Piala Dunia 2026. Pada laga pertama, Senin (15/6), raksasa Eropa, Spanyol, dibuat frustrasi.
Baca Juga: 5 Negara yang Bisa Dipilih Putra Cristiano Ronaldo untuk Timnas, Salah Satunya Tanjung Verde
Mikel Oyarzabal dan kolega gagal menceploskan satu gol pun ke gawang Tanjung Verde hingga laga berakhir imbang tanpa gol. Di laga selanjutnya, Senin (22/6), giliran Uruguay yang mendapat perlawanan sengit.
Federico Valverde dkk harus puas berbagi poin dengan Tanjung Verde setelah terlibat dalam drama empat gol dengan skor 2-2. Tanjung Verde bahkan mampu unggul lebih dulu lewat gol Kevin Pina pada menit ke-21.
Sempat tertinggal lewat gol Maximiliano Araujo pada menit ke-44 dan Agustin Canobbio di menit injury time babak pertama, Tanjung Verde kemudian memaksa hasil imbang via Helio Varela pada menit ke-61. Torehan dua poin membuat peluang Tanjung Verde lolos ke babak 32 besar masih terbuka lebar.
Pada klasemen sementara Grup H, Tanjung Verde bercokol di peringkat ketiga. Posisi puncak dikuasai Spanyol dengan torehan empat poin, disusul Uruguay dengan koleksi dua poin.
Secara matematis, skenario terbaik bagi Tanjung Verde tentu adalah mengalahkan Arab Saudi di laga pamungkas yang akan berlangsung di NRG Stadium, Houston pada Sabtu (27/6). Jika menang, Tanjung Verde akan otomatis dinyatakan lolos ke babak gugur, terlepas apapun hasil laga antara Spanyol versus Uruguay.
Bahkan, Tanjung Verde bisa lolos sebagai juara grup, dengan syarat Uruguay mengalahkan Spanyol dengan selisih gol lebih kecil dari mereka. Jika skenario terindah itu terjadi, Tanjung Verde dan Uruguay akan sama-sama mengoleksi lima poin, namun unggul selisih gol.
Kendati demikian, jika imbang dengan Arab Saudi pun, Tanjung Verde masih berpeluang lolos dengan skenario tertentu. Jika Tanjung Verde berbagi poin dengan Arab Saudi, mereka harus berharap Spanyol menang atas Uruguay.
Dengan begini, Tanjung Verde akan lolos sebagai runner-up grup dengan koleksi tiga poin. Sebaliknya, jika Tanjung Verde imbang dengan Arab Saudi dan Spanyol juga berbagi poin dengan Uruguay, maka tim yang lolos harus ditentukan lewat selisih gol hingga produktivitas.
Saat ini, Uruguay unggul produktivitas gol atas Tanjung Verde. Wakil Amerika Selatan itu sudah mengemas tiga gol, berbanding dua gol milik Tanjung Verde.
Baca Juga: Profil Kevin Pina, Pencetak Gol Bersejarah Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Namun jika harus puas finis di peringkat ketiga Grup H, peluang Tanjung Verde untuk lolos ke fase gugur masih terbuka, yakni lewat jalur peringkat ketiga terbaik. Tentunya perhitungan ini akan lebih rumit karena melibatkan hasil laga dari grup-grup lain.
Apapun skenarionya, tentunya Tanjung Verde wajib mengerahkan segala kemampuan untuk mengamankan tiga poin atas Arab Saudi. Pasalnya, meski Arab Saudi lebih berpengalaman di ajang Piala Dunia, perbedaan peringkat FIFA kedua tim tidak begitu jauh.
Tanjung Verde hanya terpaut empat anak tangga dari Arab Saudi dalam tabel peringkat FIFA. Hal ini membuat Tanjung Verde menatap pertandingan bukan dengan status tim gurem.