JawaPos.com - Kemenangan telak 4-0 atas Arab Saudi mengembalikan Spanyol ke jalur yang tepat di Piala Dunia 2026. Namun di tengah pesta gol La Roja, perhatian para penggemar sempat tertuju pada satu momen yang membuat jantung berdebar: Lamine Yamal ditarik keluar lebih awal.
Pemain berusia 18 tahun itu tampil gemilang pada babak pertama dan membuka keunggulan Spanyol. Namun, ia hanya bermain selama 45 menit sebelum digantikan pada jeda pertandingan.
Situasi tersebut langsung memunculkan kekhawatiran, terutama karena Yamal baru saja pulih dari cedera hamstring yang membuatnya tidak tampil penuh saat laga pembuka melawan Tanjung Verde.
Namun, sang wonderkid memastikan tidak ada masalah baru.
Baca Juga: Klasemen Sementara Grup H Piala Dunia 2026: Persaingan Ketat, Timnas Spanyol di Puncak
Pergantian Sudah Direncanakan
Melansir Sport Bible, setelah pertandingan, Yamal menjelaskan bahwa pergantian tersebut memang sudah menjadi bagian dari rencana tim sejak sebelum kick-off.
"Rencananya memang untuk bermain satu babak agar bisa beristirahat, tetapi yang terpenting adalah membantu tim," ujar Yamal.
Dengan Spanyol sudah unggul 3-0 sebelum turun minum, keputusan pelatih Luis de la Fuente untuk menarik Yamal dan Mikel Oyarzabal dari lapangan menjadi langkah yang masuk akal.
Selain menghindari risiko cedera, sang pelatih juga ingin memastikan kedua pemain andalannya berada dalam kondisi terbaik untuk pertandingan terakhir fase grup melawan Uruguay.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Ketika Spanyol Kehilangan Sosok Finisher Tajam Seperti David Villa
Kembali Bersinar Setelah Cedera
Yamal langsung menunjukkan kualitasnya setelah kembali ke starting XI.
Usai tampil terbatas dalam hasil imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde, bintang Barcelona itu kembali menjadi pusat permainan Spanyol. Ia mencetak gol pembuka dan menjadi salah satu pemain paling berbahaya sepanjang babak pertama.
Sementara itu, Mikel Oyarzabal juga bangkit dari penampilan kurang memuaskan pada laga sebelumnya dengan mencetak dua gol. Satu gol lainnya tercipta melalui gol bunuh diri bek Arab Saudi, Hassan Altambakti.
Kemenangan tersebut membuat Spanyol hampir dipastikan lolos ke babak gugur.
Mimpi Piala Dunia yang Jadi Kenyataan
Selain membantu Spanyol bangkit, Yamal juga mencatat pencapaian pribadi yang istimewa.
Gol ke gawang Arab Saudi merupakan gol pertamanya di Piala Dunia sekaligus tercipta pada penampilan pertamanya sebagai starter di turnamen tersebut.
"Ini sangat istimewa. Saya selalu bermimpi bermain di Piala Dunia dan bisa mencetak gol pada pertandingan pertama saya sebagai starter adalah sebuah mimpi," kata Yamal.
"Piala Dunia sebelumnya saya tonton dari kelas di sekolah, dan sekarang bisa mencetak gol di sini sambil disaksikan ibu dan keluarga saya adalah sesuatu yang luar biasa."
Masuk Daftar Pencetak Gol Termuda Piala Dunia
Saat mencetak gol tersebut, Yamal berusia 18 tahun 343 hari. Catatan itu membuatnya masuk dalam daftar sepuluh pencetak gol termuda sepanjang sejarah Piala Dunia, sekaligus semakin mempertegas statusnya sebagai salah satu talenta paling istimewa yang dimiliki sepak bola dunia saat ini.
Dan yang paling melegakan bagi pendukung Spanyol, pergantian di babak pertama ternyata bukan karena cedera kambuh.
Lamine Yamal baik-baik saja, dan sang "anak ajaib" siap kembali memimpin La Roja dalam duel besar melawan Uruguay.