← Beranda
Denzel Dumfries Jadi Kunci Permainan Ronald Koeman di Timnas Belanda, Ternyata Ini Alasannya!
M Shofyan Dwi Kurniawan• Minggu, 21 Juni 2026 | 21.11 WIB
Denzel Dumfries. (Dok. Instagram/@ddumfries2)

JawaPos.com - Belanda memberi pelajaran berharga kepada Swedia saat menang telak 5-1 dalam laga Grup F Piala Dunia 2026. Setelah sebelumnya tim asuhan Graham Potter menggulung Tunisia dengan skor yang sama, kini giliran mereka yang merasakan pahitnya kekalahan besar dari De Oranje.

Brian Brobbey dan Cody Gakpo memang menjadi sorotan berkat gol-gol mereka di Houston. Namun, di balik pesta gol tersebut, ada satu pemain yang diam-diam menjadi motor permainan tim asuhan Ronald Koeman: Denzel Dumfries.

Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Belgia vs Iran! Jeremy Doku Absen, Begini Kata Pelatih Rudi Garcia

Denzel Dumfries, Senjata Utama Ronald Koeman

Menghadapi pertahanan rapat Swedia yang bermain dengan formasi 5-3-2, Belanda memanfaatkan lebar lapangan secara maksimal. Donyell Malen dan Crysencio Summerville berhasil menarik perhatian para bek lawan, menciptakan ruang bagi Dumfries untuk menyerang dari sisi kanan.

Dan itu menjadi kesalahan fatal bagi Swedia. Bek sayap berusia 30 tahun tersebut sudah terbiasa menjalankan peran ofensif sejak membela Inter Milan. Dalam tiga musim terakhir, ia ikut membawa Nerazzurri tampil di dua final Liga Champions dan mencatatkan total 55 kontribusi gol.

Kemampuan menyerangnya kembali terlihat saat melawan Swedia. Dumfries menciptakan dua peluang besar, dan keduanya langsung berbuah assist.

Assist pertama untuk Brian Brobbey menunjukkan timing yang nyaris sempurna. Sedikit saja terlambat, ia mungkin sudah terjebak offside.

Sementara assist keduanya untuk Cody Gakpo lahir dari pergerakan overlap khasnya. Dengan satu sentuhan tajam di dalam kotak penalti, Dumfries mengirim umpan yang melewati seluruh pemain Swedia dan tepat menuju kaki Gakpo.

Rajanya Assist di Turnamen Besar

Baca Juga: Persebaya Surabaya Ulang Tahun ke-99, Toni Firmansyah Pasang Target Besar: Harus Lebih Disiplin!

Penampilan gemilang tersebut semakin mempertegas reputasi Dumfries sebagai spesialis turnamen besar. Dalam dua edisi Piala Dunia terakhir, ia telah mengoleksi empat assist, jumlah yang sama dengan Ivan Perisic. Kontribusinya di berbagai turnamen besar juga sangat mengesankan.

Pada Piala Dunia 2022, Dumfries hampir sendirian membawa Belanda melewati Amerika Serikat di babak 16 besar lewat satu gol dan dua assist dalam kemenangan 3-1.

Di Euro 2024, umpannya memicu gol bunuh diri Mert Muldur yang memastikan kemenangan Belanda atas Turki.

Bahkan pada Euro 2020, ia menyumbang dua gol dan satu assist yang membantu De Oranje melaju ke fase gugur. Singkatnya, semakin besar panggungnya, semakin besar pula pengaruh Dumfries.

Bukan Hanya Jago Menyerang

Meski lebih dikenal karena kontribusi ofensifnya, Dumfries juga tampil solid saat bertahan. Dalam kemenangan atas Swedia, ia sukses memenangkan seluruh tiga tekel yang dilakukannya. Kontribusi itu membantu Belanda meredam ancaman serangan balik lawan dan menjaga dominasi sepanjang pertandingan.

Dengan cedera yang dialami Jurrien Timber, posisi bek kanan Belanda praktis hanya memiliki beberapa opsi. Mats Wieffer dan Lutsharel Geertruida memang tersedia, tetapi keduanya tidak memiliki pengaruh menyerang sebesar Dumfries.

Itulah sebabnya keberadaan pemain yang kabarnya akan bergabung dengan Real Madrid tersebut menjadi sangat vital bagi sistem permainan Koeman.

Tunisia Jadi Korban Berikutnya?

Belanda kini memuncaki Grup F dan sedang berada dalam momentum positif. Pada pertandingan terakhir fase grup, mereka akan menghadapi Tunisia dengan kepercayaan diri tinggi.

Dan jika melihat performa sejauh ini, Dumfries tampaknya akan kembali menjadi salah satu pemain yang paling menentukan.

Bahkan, ada peringatan tersirat bagi para bek kanan elite dunia. Trent Alexander-Arnold di Real Madrid jelas wajib waspada.

EDITOR: Hendra