JawaPos.com - Piala Dunia 2026 menghadirkan banyak cerita menarik di dalam dan luar lapangan. Namun, salah satu kisah yang paling menyentuh datang dari seorang suporter setia Skotlandia bernama Donny Strathie.
Pria berusia 76 tahun itu dikenal sebagai pendukung fanatik tim nasional Skotlandia. Setelah menunggu hampir tiga dekade, Donny akhirnya berhasil mewujudkan impiannya untuk kembali menyaksikan negaranya tampil di ajang Piala Dunia.
Skotlandia sendiri tampil di putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1998. Kesempatan tersebut tidak ingin dilewatkan oleh Donny, yang rela melakukan perjalanan ke Amerika Serikat demi mendukung langsung tim kesayangannya.
Momen yang paling membahagiakan bagi Donny terjadi di Boston saat Skotlandia meraih kemenangan 1-0 atas Haiti.
Kemenangan tersebut menjadi kenangan indah yang berhasil ia saksikan secara langsung dari tribun stadion bersama ribuan anggota Tartan Army, sebutan bagi kelompok suporter Skotlandia.
Namun, kebahagiaan itu ternyata menjadi momen terakhir dalam hidupnya. Beberapa hari setelah pertandingan tersebut, Donny dilaporkan meninggal dunia secara mendadak di hotel tempat ia menginap selama mengikuti turnamen.
Baca Juga: Profil Ismael Saibari! Man of the Match Skotlandia vs Maroko di Piala Dunia 2026
Kabar wafatnya Donny dengan cepat menyebar di kalangan suporter dan masyarakat Skotlandia. Ucapan belasungkawa datang dari berbagai pihak, termasuk pelatih tim nasional Skotlandia, Steve Clarke, yang menyampaikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Sebagai bentuk penghormatan, para suporter Skotlandia menyiapkan tribute khusus pada pertandingan berikutnya.
Saat laga memasuki menit ke-76, angka yang melambangkan usia Donny saat meninggal dunia, seluruh stadion berdiri dan memberikan tepuk tangan panjang.
Suasana menjadi sangat emosional. Ribuan penonton ikut larut dalam penghormatan tersebut. Tepuk tangan bergema dari berbagai sudut stadion, disertai nyanyian khas para pendukung Skotlandia yang selama ini dikenal setia mengikuti tim ke mana pun mereka bertanding.
Momen itu semakin menyentuh ketika alunan bagpipe, alat musik tradisional Skotlandia, terdengar di tengah stadion.
Baca Juga: Hasil Skotlandia vs Maroko di Piala Dunia 2026: Ismael Saibari Cetak Gol Kilat 72 Detik!
Banyak suporter terlihat mengangkat syal dan bendera sebagai simbol penghormatan terakhir kepada sesama anggota Tartan Army.
Penghormatan pada menit ke-76 bukan hanya menjadi bentuk duka, tetapi juga simbol kuatnya ikatan di antara para pendukung Skotlandia.
Meski Donny Strathie telah tiada, semangat dan kecintaannya terhadap sepak bola serta tim nasional Skotlandia akan terus hidup dalam ingatan mereka.
Di tengah kemeriahan Piala Dunia 2026, kisah Donny menjadi pengingat bahwa sepak bola bukan sekadar pertandingan, melainkan tentang mimpi, kebersamaan, dan kenangan yang akan selalu dikenang.