← Beranda
Suara Tulang Patah Ismael Kone Terdengar Hingga Bench, Begini Komentar Pelatih Kanada
Farid S. MaulanaMinggu, 21 Juni 2026 | 18.05 WIB
Tekel horor yang dialami pemain Kanada Ismael Kone membuat kakinya patah. (Dok. Instagram/@hollywood.ik)

JawaPos.com - Tekel horor di menit ke-53 yang dilakukan oleh pemain Qatar Assim Madibo terhadap pemain Kanada Ismael Kone, sempat membuat anak asuh Jesse Marsch terguncang. Bahkan, saat itu, seluruh pemain dan ofisial  di bench seakan ikut merasakan rasa sakit yang dirasakan oleh Kone.

''Kami semua memikirkannya. Kejadiannya tepat di depan bangku cadangan, kami bisa mendengar suara tulang patah,'' kata Marsch.

Baca Juga: Kamp Latihannya Terusik Insiden Penembakan Jelang Lawan Jerman, Begini Respon Pantai Gading

Tekel itu membuat kaki dari Kone patah. Pemain Kanada yang melihat hal tersebut langsung mengelilinginya. Tandem Jay Idzes di Sassuolo itu kemudian ditandu keluar lapangan dan dibawa ke rumah sakit. 

Madibo yang melakukan tekel terlihat sangat terpukul. Meski sempat hanya dikartu kuning, wasit pun merevisi menggantinya menjadi kartu merah.

''Dia datang ke ruang ganti untuk meminta maaf. Saya tidak berpikir dia bermaksud melakukan tekel sekeras itu. Saya tidak menyalahkannya,'' tambahnya seperti dikutip dari BBC. 

Yang membuat Marsch heran adalah reaksi dari pemain Qatar saat Madibo mendapat kartu merah. Dia juga sempat mengomentari pelatih Qatar Julen Lopetegui yang sempat berdebat dengannya di akhir pertandingan.

''Saya tidak akan membahas, itu buang waktu. Itu cukup antara saya dengan dia,'' tegasnya. 

Soal kondisi dari Kone, pelatih kelahiran 8 November 1973 itu menuturkan sang pemain sangat terpukul. Sampai kemarin, Kone masih menjalani perawatan di rumah sakit. ''Dan akan menjalani operasi,'' ujarnya. 

Marsch menambahkan Kone adalah pemain penting bagi Kanada. Masih berusia 24 tahun, dia sangat mengandalkan Kone selama ini.

Baca Juga: Klasemen Sementara Grup C Piala Dunia 2026: Brasil dan Maroko Bersaing Sengit!

''Dia bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan pemain lain. Dia adalah pemain terbaik kami saat melawan Bosnia. Kehilangan dia adalah pukulan besar, tetapi kami semua mendoakan yang terbaik untuknya,'' paparnya. 

EDITOR: Hendra