JawaPos.com - Presiden FIFA, Gianni Infantino, kembali menjadi perhatian menjelang berlangsungnya Piala Dunia 2026.
Kali ini, sorotan datang dari rencananya untuk menghadiri sebanyak mungkin pertandingan selama turnamen berlangsung, bahkan dengan target menyaksikan dua laga dalam satu hari.
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan penyelenggaraan di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen ini juga digelar di 16 kota berbeda, sehingga jarak antar-stadion bisa mencapai ribuan kilometer.
Untuk mendukung mobilitas tersebut, Infantino disebut akan menggunakan jet pribadi yang difasilitasi oleh Qatar Airways sebagai bagian dari kerja sama sponsor dengan FIFA.
Baca Juga: Diundang FIFA ke Piala Dunia 2026, Marc Klok Berkesempatan Saksikan Laga dari Dekat
Dengan fasilitas itu, orang nomor satu di sepak bola dunia tersebut berpeluang berpindah kota dalam waktu singkat dan menghadiri lebih dari satu pertandingan setiap harinya.
Namun, rencana tersebut menuai kritik dari sejumlah kelompok lingkungan hidup. Organisasi lingkungan Greenpeace menilai penggunaan jet pribadi bertentangan dengan kampanye keberlanjutan atau sustainability yang selama ini digaungkan FIFA.
Kritik tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap dampak lingkungan dari penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Sejumlah laporan memperkirakan turnamen mendatang berpotensi menjadi Piala Dunia dengan jejak karbon terbesar dalam sejarah.
Baca Juga: Kontroversi Dugaan Pelanggaran Lionel Messi Berlanjut, Aljazair Ajukan Keluhan Resmi ke FIFA
Total emisi yang dihasilkan selama kompetisi diprediksi mencapai sekitar 9 juta ton karbon dioksida (CO₂).
Dari jumlah tersebut, sektor penerbangan disebut menjadi penyumbang terbesar dengan estimasi mencapai 7,7 juta ton CO₂. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata emisi yang dihasilkan pada edisi-edisi Piala Dunia sebelumnya.
Selain persoalan emisi, isu perubahan iklim juga menjadi perhatian karena beberapa wilayah tuan rumah sedang menghadapi gelombang panas ekstrem.
Kondisi cuaca tersebut dinilai dapat memengaruhi kenyamanan penonton serta performa para pemain selama pertandingan berlangsung.
Menanggapi kritik yang berkembang, FIFA membela penggunaan transportasi tersebut. Federasi sepak bola dunia itu menyatakan seluruh perjalanan Infantino dilakukan sesuai aturan internal yang berlaku.
Baca Juga: Kisah Yuto Nagatomo: Pernah Gagal Seleksi dan Terpuruk, Kini Jadi Legenda Timnas Jepang
FIFA juga menegaskan bahwa mobilitas tinggi Presiden FIFA diperlukan untuk menjalankan tugas organisasi secara efektif, termasuk menghadiri sebanyak mungkin pertandingan, bertemu pemangku kepentingan, serta memastikan berbagai agenda turnamen berjalan sesuai rencana.
Meski demikian, perdebatan mengenai keseimbangan antara kebutuhan operasional dan komitmen lingkungan diperkirakan akan terus menjadi salah satu isu yang mengiringi penyelenggaraan Piala Dunia 2026.