JawaPos.com - Nama Yuto Nagatomo kini identik dengan sepak bola Jepang. Bek yang dikenal berkat penampilannya di berbagai Piala Dunia itu telah membangun karier yang mengesankan, termasuk bermain di sejumlah klub besar Eropa. Namun, perjalanan menuju puncak jauh dari kata mudah.
Di masa kecilnya, Nagatomo bahkan pernah gagal lolos seleksi ketika masih duduk di bangku sekolah dasar.
Saat itu, tidak banyak yang melihat dirinya memiliki masa depan cerah di dunia sepak bola.
Memasuki jenjang sekolah menengah pertama, ia bergabung dengan klub sepak bola yang dikenal sebagai tempat berkumpulnya anak-anak bermasalah. Situasi tersebut tentu bukan lingkungan ideal bagi seorang pemain muda yang ingin berkembang.
Baca Juga: Prediksi Skor Tunisia vs Jepang di Piala Dunia 2026: Momentum Cahaya Asia di Laga ke 1.000
Kesulitan tidak berhenti di sana. Ketika memasuki masa SMA, Nagatomo bukanlah pemain yang dikenal luas. Namanya nyaris tidak masuk dalam radar pencari bakat maupun pengamat sepak bola muda Jepang. Ia menjalani masa sekolah sebagai pemain biasa tanpa sorotan.
Harapan untuk menjadi pesepak bola profesional juga semakin berat ketika ia menempuh pendidikan di universitas.
Cedera hernia yang dialaminya membuat Nagatomo harus menepi dari lapangan. Saat rekan-rekannya bertanding, ia hanya bisa memberikan dukungan dari tribun penonton.
Baca Juga: Ironis! Aksi Bersih-Bersih Suporter Timnas Jepang Dikritik Warga Sendiri Lewat Sindiran Meme
Periode tersebut menjadi salah satu masa tersulit dalam hidupnya. Dalam beberapa kesempatan, Nagatomo mengaku sempat menghindari kenyataan dengan menghabiskan waktu bermain pachinko, permainan hiburan yang populer di Jepang. Saat itu, karier profesional terasa sangat jauh dari jangkauan.
Jika melihat penilaian banyak orang pada masa tersebut, menjadi pemain profesional bukanlah target yang realistis bagi Nagatomo. Ia tidak memiliki status sebagai talenta istimewa, tidak menjadi bintang di level sekolah, dan sempat diganggu masalah cedera.
Namun hidupnya berubah karena sebuah pemicu yang membuatnya kembali fokus mengejar impian. Nagatomo mulai mengubah cara berpikir, meningkatkan disiplin, dan bekerja lebih keras dibanding sebelumnya. Sedikit demi sedikit, perkembangannya mulai terlihat.
Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil. Nagatomo berhasil menembus level profesional, memperkuat klub-klub besar, hingga menjadi salah satu pemain dengan jumlah penampilan terbanyak untuk Timnas Jepang.
Baca Juga: Prediksi Timnas Tunisia vs Jepang: Ujian Perdana Herve Renard di Piala Dunia 2026
Kisah Nagatomo menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju kesuksesan tidak selalu dimulai dari status pemain terbaik.
Terkadang, yang membedakan adalah kemampuan untuk bangkit ketika keadaan terlihat paling sulit. Dari pemain yang nyaris tak diperhitungkan, ia menjelma menjadi salah satu ikon sepak bola Jepang modern.