JawaPos.com — Pertarungan Jerman melawan Pantai Gading di Toronto Stadium, Toronto, Kanada, dini hari nanti WIB mengingatkan pada getolnya Red Bull melakukan pencarian bakat hingga ke pelosok Afrika.
Akhir bulan lalu, misalnya, RB Leipzig (RBL), klub dalam jaringan Red Bull yang bermain di Bundesliga Jerman, menggelar uji coba melawan Mamelodi Sundowns di Pretoria, Afrika Selatan.
Laga yang dimenangi Die Bullen, julukan RBL, itu menjadi penutup serangkaian agenda pascamusim mereka. Tidak sekadar “memanasi mesin”, RBL juga memantau para talenta potensial dari Afrika.
“Itulah alasan kami berada di sini (Afrika),” ungkap Managing Director RBL Marcel Schafer kepada surat kabar KickOff.
Tidak hanya di Afrika Selatan, tetapi juga negara-negara Afrika lainnya. “Kami ingin mengidentifikasi talenta-talenta top dari Benua Afrika ini yang berpotensi tinggi,” tambah Schafer.
Buah Perekrutan
Di skuad Pantai Gading, ada pemain yang membela RBL sejak musim lalu, yakni Yan Diomande. Sementara itu, striker Oumar Diakite terbang ke Eropa melalui klub Red Bull lainnya, Red Bull Salzburg, Austria.
Diomande dan Diakite dalam laga kedua Grup E Piala Dunia 2026 dini hari nanti WIB bisa beradu skill dengan sesama talenta produk binaan Red Bull di skuad Jerman: David Raum dan Assan Ouedraogo.
Schafer menyebut, Red Bull ingin menjadi jembatan bagi talenta muda dari Afrika ke Eropa. “Karena pasar Afrika sangat menarik dan kami memiliki rekam jejak yang bagus dengan pemain-pemain dari Afrika,” sebutnya.
Baca Juga: Dicoret dari Skuad Inggris, Harry Maguire Pilih Jualan Stiker Koleksi Piala Dunia di New York
Di RB Salzburg saat ini ada tiga pemain Afrika. Salah satunya penyerang yang tidak dibawa Pantai Gading ke Piala Dunia 2026, Karim Konate. Dua lainnya adalah dua pemain Mali, Moussa Yeo dan Daouda Guindo.
Di New York Red Bulls, klub jaringan Red Bull di AS, juga ada Steven Sserwaddha (Uganda) dan Eric Maxim Choupo-Moting (Kamerun). Nama terakhir sudah sering membela klub elite Eropa, seperti Paris Saint-Germain (PSG) dan Bayern Munchen.
Red Bull yang dikenal sebagai produsen minuman berenergi itu juga punya dua “perwakilan” di Afrika, yaitu Red Bull Ghana dan Red Bull South Africa.