← Beranda
Mengenal Hydration Break, Aturan Baru di Piala Dunia 2026 yang Jadi Kontroversi
Andika RachmansyahSabtu, 20 Juni 2026 | 16.15 WIB
Timnas Inggris melakukan jeda pertandingan yang di Piala Dunia 2026 dikenal sebagai hydration break. (joe cortez/ap)

 

JawaPos.com - Piala Dunia 2026 yang bergulir di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada menggunakan aturan baru FIFA, yakni Hydration Break. Namun, aturan baru tersebut menimbulkan pro dan kontra dari para kontestan.

Hydration Break adalah waktu jeda tiga menit yang diberikan oleh wasit pada setiap babak dalam satu pertandingan. Jeda waktu tersebut dilakukan pada menit ke-22 di setiap babak.

Hydration Break dilakukan untuk melindungi para pemain dari suhu panas ekstrem yang menyelimuti Amerika Utara. Momen ini juga dapat dimanfaatkan langsung oleh pelatih untuk memberikan taktik kepada anak asuhnya.

Baca Juga: Prediksi Skor Belanda vs Swedia di Piala Dunia 2026: Duel Penentuan, De Oranje Wajib Menang!

Aturan tersebut memang cukup jitu dalam melindungi kesehatan para pemain, namun di sisi lain juga memengaruhi jalannya pertandingan. Sejauh ini, cukup banyak gol yang lahir dalam rentang 10 menit setelah Hydration Break.

Contohnya seperti pada kemenangan Norwegia 4-1 atas Irak. Erling Haaland mencetak gol pembuka beberapa menit setelah Hydration Break. Kemudian, mereka menambah gol ketiga lewat Leo Ostigaard yang juga terjadi setelah jeda waktu tersebut di babak kedua.

Tren serupa juga terjadi dalam pertandingan Swiss kontra Bosnia Herzegovina pada Jumat (19/6) kemarin. Skuad Nati - julukan Timnas Swiss - merebut kemenangan dengan skor akhir 4-1. Menariknya, mereka baru bisa memecah kebuntuan di menit ke-74, tepat setelah Hydration Break.

Baca Juga: Profil Ismael Saibari! Man of the Match Skotlandia vs Maroko di Piala Dunia 2026

Pelatih Swiss, Murat Yakin, menyebut Hydration Break babak kedua menjadi salah satu kunci kemenangan timnya. Dia melihat ada celah yang perlu diperbaiki dan hasilnya pun berujung positif. Skuad Nati langsung mencetak empat gol langsung pasca jeda waktu tersebut.

“Setelah jeda hidrasi kedua, sangat penting bagi kami untuk mengubah beberapa hal karena lawan tidak bisa langsung bereaksi. Mungkin itulah keunggulan yang kami miliki,” ujar Murat Yakin, usai pertandingan melawan Bosnia Herzegovina, dilansir dari The Hindu, Sabtu (20/6/2026).

“Kami memasukkan pemain-pemain yang sangat cepat, dan lawan tidak mampu mengimbangi mereka. Hal itu membuka ruang di sisi lapangan. Itulah strategi saya. Saya sengaja menunggu sampai jeda berlangsung,” sambungnya.

Dalam pertandingan tersebut, Murat Yakin memasukkan Johan Manzambi dan Ruben Vargas di menit ke-71. Kehadiran dua pemain itu langsung mengubah jalannya pertandingan. Manzambi dan Vargas bahkan sukses mencetak masing-masing satu gol ke gawang Bosnia Herzegovina.

Meski demikian, tidak semua pelatih menyambut baik aturan baru tersebut. Salah satu yang menyoroti Hydration Break adalah pelatih Afrika Selatan, Hugo Broos.

Baca Juga: Profil Folarin Balogun! Man of the Match Amerika Serikat vs Australia di Piala Dunia 2026

Hugo Broos menyebut adanya Hydration Break justru mengganggu ritme permainan. Pelatih Afrika Selatan itu mengungkapkan bahwa sejatinya aturan tersebut sangat berguna ketiga cuaca memang benar-benar panas.

“Saya pikir jeda itu sangat berguna ketika cuaca panas,” kata Hugo Broos.

“Namun ketika tim Anda sedang bermain sangat baik dan mendominasi pertandingan, dominasi itu tiba-tiba terhenti selama lima menit atau entah berapa lama. Di stadion seperti Atlanta, kami sebenarnya tidak perlu minum setelah 20 menit bermain,” tambahnya.

Baca Juga: Hasil Skotlandia vs Maroko di Piala Dunia 2026: Ismael Saibari Cetak Gol Kilat 72 Detik!

Tak ayal jika Hugo Broos melayangkan kritik perihal Hydration Break. Karena pada menit ke-20-an, bisa dibilang ‘mesin’ pemain sedang panas-panasnya. Tapi dengan adanya jeda, ritme permainan pun bisa berubah. Ada yang menjadi lebih baik atau justru menurun karena fokusnya menjadi buyar.

EDITOR: Edi Yulianto