← Beranda
Jamal Musiala Bungkam Keraguan Jurgen Klopp Usai Jerman Pesta Gol atas Curacao
M Shofyan Dwi Kurniawan• Rabu, 17 Juni 2026 | 03.14 WIB
Pemain Timnas Jerman, Jamal Musiala. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Jamal Musiala berjalan keluar lapangan dengan langkah ringan setelah namanya muncul di papan pergantian pemain.

Gelandang serang Bayern Munchen itu baru saja ikut mencatatkan namanya di papan skor dalam kemenangan telak 7-1 Jerman atas Curacao pada laga pembuka Piala Dunia 2026.

Pelatih Julian Nagelsmann menyambut pemain andalannya itu di tepi lapangan dengan pelukan hangat sambil membisikkan sesuatu di telinganya.

Mungkin nama Jurgen Klopp tidak disebut dalam momen tersebut, tetapi bayang-bayang komentar mantan pelatih Liverpool itu memang menjadi salah satu topik hangat menjelang pertandingan.

Baca Juga: Mantan Bintang Chelsea Puji Florian Wirtz Usai Jerman Pesta Gol di Piala Dunia 2026, Sebut Jadi Ancaman Nyata

Komentar Klopp yang Memicu Perdebatan

Sebelum laga dimulai, Klopp yang kini menjabat kepala sepak bola global Red Bull membuat pilihan mengejutkan saat membahas susunan pemain ideal Jerman bersama Thomas Muller. Ia justru tidak memasukkan Musiala ke dalam starting XI.

Melansir Sports Illustrated, menurut Klopp, Deniz Undav lebih cocok menjadi starter, sementara Musiala yang baru kembali dari cedera patah kaki dan dislokasi pergelangan kaki sebaiknya dimanfaatkan sebagai senjata dari bangku cadangan ketika lawan mulai kelelahan.

Pendapat tersebut langsung memicu reaksi. Legenda Jerman, Lothar Matthaus, menjadi salah satu yang paling keras mengkritik.

"Saya menerima pendapat mereka, tetapi saya tidak ingin membiarkannya begitu saja," ujar Matthaus.

"Saya merasa itu kurang sensitif. Jurgen Klopp, dari semua orang, seharusnya lebih tahu. Untuk meraih kesuksesan di Piala Dunia, Jerman membutuhkan kualitas Musiala. Itulah mengapa dia perlu diberi kepercayaan dan waktu bermain."

"Komentar Klopp sama sekali tidak mempermudah pekerjaan Nagelsmann. Saya ingin melihat apa yang akan dikatakan Klopp jika seorang komentator menyarankan dia untuk mencadangkan salah satu pemain inti sebelum pertandingan penting Liga Champions," sambungnya.

Besarnya reaksi yang muncul bahkan membuat Klopp akhirnya menyampaikan permintaan maaf.

Baca Juga: Menang 7-1 atas Curacao, Jerman Salip Brasil Jadi Negara dengan Gol Terbanyak di Piala Dunia

Musiala Menjawab dengan Penampilan Gemilang

Melawan Curacao yang tampil disiplin dan berusaha meredam kreativitas lawan, kemampuan dribel Musiala menjadi salah satu senjata utama Jerman.

Pemain berusia 23 tahun itu beberapa kali membuat lini pertahanan Curaçao kerepotan dengan pergerakannya yang lincah.

Beberapa peluangnya di babak pertama masih mampu digagalkan kiper lawan, tetapi Musiala akhirnya memecah kebuntuan pribadinya hanya 70 detik setelah babak kedua dimulai.

Dengan aksi khasnya, ia menusuk ke kotak penalti sebelum melepaskan tembakan ke sudut bawah gawang.

Menariknya, Nagelsmann kemudian menarik keluar Musiala dan memasukkan Deniz Undav, pemain yang sebelumnya dipilih Klopp sebagai starter. Undav pun ikut mencetak gol dan memberikan assist untuk gol kedua Kai Havertz.

Walaupun akhirnya menang besar, Jerman sempat dibuat tidak nyaman. Curacao, yang datang ke turnamen dengan status salah satu tim terlemah, secara mengejutkan mampu menyamakan kedudukan melalui Livano Comenencia pada menit ke-21.

Gol tersebut sempat membuat suasana menjadi tegang. Selama sekitar 15 menit, publik Jerman dibuat cemas sebelum Nico Schlotterbeck mengembalikan keunggulan Der Panzer lewat sundulan.

Perbedaan kualitas memang sangat mencolok. Nilai pasar skuad inti Jerman mencapai sekitar 680 juta dolar AS, sedangkan seluruh starting XI Curaçao hanya bernilai sekitar 18 juta dolar AS.

Namun, gol Comenencia menjadi salah satu momen paling berkesan dalam sejarah sepak bola Curacao. Bagi negara kecil itu, tampil di Piala Dunia saja sudah dianggap sebagai kemenangan besar.

Pada akhirnya, Jerman menunjukkan kelas mereka dengan meraih kemenangan meyakinkan. Dan bagi Musiala, malam di Houston menjadi jawaban sempurna atas segala keraguan yang sempat muncul.

Bayang-bayang komentar Klopp mungkin belum sepenuhnya hilang. Namun setidaknya, lewat performa impresifnya di laga pembuka, Musiala telah mengirim pesan bahwa dirinya tetap merupakan salah satu pemain terpenting dalam ambisi Jerman memburu gelar Piala Dunia 2026.

EDITOR: Banu Adikara