JawaPos.com - Piala Dunia FIFA selama ini menjadi simbol persatuan global melalui olahraga yang mempertemukan berbagai negara dalam suasana kompetisi dan kebersamaan.
Namun, penyelenggaraan edisi 2026 di Amerika Serikat menghadapi sejumlah kritik akibat kebijakan imigrasi, visa, serta prosedur keamanan yang dinilai menyulitkan beberapa peserta.
Berikut 6 alasan yang membuat Amerika Serikat dianggap sebagai tuan rumah paling kontroversial dalam sejarah Piala Dunia, seperti dikutip dari akun Instagram @oletvoids pada Senin (15/6).
Baca Juga: Kaka Percaya Carlo Ancelotti Akan Membalikkan Keadaan Timnas Brasil di Piala Dunia 2026
1. Kendala Visa bagi Peserta dan Ofisial dari Berbagai Negara
Kebijakan visa Amerika Serikat menjadi salah satu persoalan utama yang menimbulkan kritik menjelang Piala Dunia 2026. Sejumlah peserta dilaporkan mengalami hambatan administratif yang menyebabkan proses kedatangan mereka tidak berjalan lancar. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kemudahan akses bagi seluruh negara peserta dalam turnamen global tersebut.
2. Wasit Somalia Gagal Masuk Amerika Serikat Akibat Masalah Administrasi Visa
Seorang wasit terbaik Afrika asal Somalia dilaporkan gagal memasuki Amerika Serikat setelah visanya dinyatakan tidak berlaku. Ia juga disebut menghadapi tuduhan terkait dugaan afiliasi dengan organisasi terlarang, meskipun persoalan tersebut menjadi perdebatan di kalangan publik. Kasus ini dianggap mencerminkan ketatnya pemeriksaan imigrasi AS terhadap individu yang terlibat dalam Piala Dunia.
3. Pemeriksaan Keamanan Berlebihan terhadap Timnas Uzbekistan
Tim nasional Uzbekistan dilaporkan harus menjalani pemeriksaan keamanan ketat sebelum memasuki stadion pertandingan. Para pemain dan staf menghadapi pemeriksaan tambahan menggunakan anjing pendeteksi bom sebagai bagian dari prosedur keamanan. Langkah tersebut menuai perhatian karena dianggap berlebihan untuk sebuah ajang olahraga internasional.
4. Interogasi Panjang terhadap Pemain Irak Aymen Hussein di Bandara
Pemain Irak Aymen Hussein mengalami pemeriksaan panjang ketika tiba di Bandara Chicago sebelum mengikuti agenda Piala Dunia. Ia dilaporkan menjalani interogasi selama tujuh jam dan ponselnya turut diperiksa oleh petugas keamanan. Kejadian tersebut memicu kritik karena dianggap mengganggu persiapan atlet sebelum bertanding.
5. Peninjauan Ulang Dokumen Visa Pemain Swiss Breel Embolo
Striker tim nasional Swiss Breel Embolo mengalami keterlambatan bergabung dengan skuad karena dokumen visanya kembali diperiksa oleh pihak imigrasi Amerika Serikat. Situasi tersebut membuat persiapan tim Swiss terganggu menjelang pertandingan. Kasus ini memperkuat anggapan bahwa prosedur administrasi Amerika Serikat dapat memberikan hambatan bagi pemain internasional.
6. Perlakuan Ketat terhadap Timnas Iran dan Senegal saat Masuk Amerika Serikat
Tim nasional Iran disebut hanya diperbolehkan memasuki Amerika Serikat pada hari pertandingan dan wajib meninggalkan negara tersebut setelah laga selesai. Sementara itu, skuad Senegal langsung menjalani pemeriksaan ketat serta penggeledahan setelah tiba di Amerika Serikat. Perbedaan perlakuan tersebut memicu perdebatan mengenai kesetaraan dan keterbukaan penyelenggaraan Piala Dunia 2026.