← Beranda
Alan Shearer Salahkan Gabriel Magalhaes atas Gol Maroko ke Gawang Brasil
M Shofyan Dwi KurniawanSenin, 15 Juni 2026 | 19.00 WIB
Gabriel Magalhaes dinilai Alan Shearer sebagai biang keladi kebobolan Brasil saat menghadapi Maroko di Piala Dunia 2026. (Evening Standard)
 
 

 

JawaPos.com - Hasil imbang 1-1 yang diraih Brasil saat menghadapi Maroko pada laga pembuka Grup C Piala Dunia 2026 terus memunculkan sorotan. Kali ini, legenda Inggris Alan Shearer melontarkan kritik kepada bek tengah Brasil, Gabriel Magalhaes, yang dinilai berperan dalam terciptanya gol pembuka lawan.

Bek Arsenal tersebut menjalani debutnya di Piala Dunia, tetapi malam di New Jersey itu tidak berjalan sesuai harapan. Maroko unggul lebih dulu melalui Ismael Saibari setelah memanfaatkan umpan terobosan Brahim Diaz dan dengan tenang melambungkan bola melewati Alisson.

Vinicius Junior memang berhasil menyamakan kedudukan sebelum turun minum, tetapi Selecao gagal menemukan gol kemenangan meski tampil lebih baik pada babak kedua.

Shearer Nilai Gabriel Kurang Percaya Diri

Melansir Metro Sport, saat menjadi komentator pertandingan untuk BBC, Shearer menilai Gabriel tampil jauh dari performa terbaiknya.

"Gabriel terlihat kurang percaya diri hari ini," kata mantan striker timnas Inggris tersebut.

Baca Juga: 3 Masalah Utama yang Dihadapi Carlo Ancelotti setelah Brasil Ditahan Imbang Maroko

"Dalam dua atau tiga kesempatan, bola keluar lapangan dan saya pikir dia bisa saja merebutnya, tetapi dia tidak melakukannya. Dia lambat."

Shearer juga menyoroti buruknya koordinasi di jantung pertahanan Brasil ketika Maroko mencetak gol.

"Tentu saja, dengan gol di babak pertama, jarak antara dia dan Marquinhos sangat besar."

Kombinasi Gabriel dan Marquinhos memang beberapa kali terlihat kesulitan mengantisipasi pergerakan cepat para pemain Maroko, terutama ketika Singa Atlas melakukan serangan balik.

Ancelotti Akui Brasil Tampil Gugup

Usai pertandingan, Carlo Ancelotti mengakui bahwa para pemainnya sempat dikuasai rasa gugup pada awal laga.

"Saya rasa kami tidak memulai pertandingan dengan baik, tim agak gugup, kami kehilangan banyak bola, banyak duel," ujar pelatih asal Italia tersebut.

Baca Juga: 4 Poin Penting dari Laga Sengit Brasil vs Maroko: Vinicius Jr Jadi Penyelamat, Selecao Masih Punya PR Besar

"Babak pertama tidak bagus. Permainan membaik di babak kedua, ini pertandingan yang sulit karena Maroko adalah tim yang bagus."

Ancelotti juga mengakui Maroko mampu memanfaatkan ruang yang ditinggalkan para pemain Brasil.

"Sedikit kecemasan, saya rasa begitu. Pada tahap pertama, mereka akan lepas kendali dan melakukan transisi berbahaya. Kita seharusnya bisa lebih mengontrol situasi."

Lucas Leiva Soroti Lini Tengah Brasil

Mantan gelandang Liverpool dan timnas Brasil, Lucas Leiva, menilai akar masalah Brasil justru berada di lini tengah yang gagal memberikan keseimbangan.

"Satu poin lebih baik daripada tidak sama sekali, tetapi saya pikir Ancelotti akan memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk pertandingan berikutnya melawan Haiti," kata Lucas kepada CBS Sports.

Baca Juga: Profil Ismael Saibari, Bintang Maroko yang Membobol Gawang Brasil di Piala Dunia 2026

"Sebelum pertandingan, kami berbicara tentang keseimbangan. Brasil tidak pernah terlihat mengendalikan permainan di lini tengah."

Menurutnya, Casemiro mengalami kesulitan sehingga akhirnya ditarik keluar pada babak pertama.

"Casemiro sedikit kesulitan dan itulah mengapa dia diganti pada babak pertama."

Lucas juga menilai lini serang Brasil tidak cukup berbahaya sepanjang pertandingan.

"Dari segi serangan, Brasil tidak pernah terlihat berbahaya, mereka tidak menciptakan peluang sebanyak yang bisa kita bayangkan."

Baca Juga: Jurnalis Protes Kebijakan FIFA yang Tak Mengizinkan Pertanyaan Berbahasa Spanyol kepada Pemain Timnas Brasil dan Maroko

Ia turut menyoroti absennya pemain sayap kanan murni dalam sistem permainan Selecao.

"Kami membicarakan posisi Raphinha, Brasil tidak pernah memiliki pemain sayap kanan, yang membuat keadaan menjadi sulit."

Meski masuknya Danilo pada babak kedua memberikan stabilitas tambahan, Lucas merasa penampilan keseluruhan Brasil masih jauh dari memuaskan.

"Secara keseluruhan itu bukan penampilan yang bagus, keseimbangan tim tidak tepat, lini tengah tidak pernah mengendalikan permainan dan kita tahu betapa pentingnya lini tengah bagi tim."

Brasil kini mengalihkan fokus ke pertandingan kedua Grup C melawan Haiti pada 20 Juni. Setelah penampilan yang kurang meyakinkan saat menghadapi Maroko, tekanan terhadap Ancelotti dan sejumlah pemainnya dipastikan akan semakin besar apabila Selecao kembali gagal tampil meyakinkan.

EDITOR: Edi Yulianto