JawaPos.com - Brasil dan Maroko menyajikan salah satu pertandingan paling menarik di fase grup Piala Dunia 2026. Duel dua tim penghuni 10 besar ranking FIFA itu berakhir imbang 1-1 di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu (15/6) WIB.
Maroko sempat unggul lebih dulu lewat Ismael Saibari sebelum Vinicius Junior menyelamatkan Brasil melalui gol indah yang membuat kedua tim harus puas berbagi angka.
Meski hasil akhir menjadi sorotan utama, ada sejumlah cerita menarik yang muncul dari pertandingan pembuka Grup C tersebut.
Melansir Fox Sports, berikut ini beberapa sorotan tersebut.
1. Vinicius Junior Akhirnya Menjawab Kritik
Selama sekitar setengah jam pertama, Vinicius Junior nyaris tak terlihat. Pemain Real Madrid itu terus mendapat penjagaan ketat dari dua pemain Maroko setiap kali menguasai bola. Namun, momen yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba.
Baca Juga: Profil Ismael Saibari, Bintang Maroko yang Membobol Gawang Brasil di Piala Dunia 2026
Menerima umpan dari Bruno Guimaraes, Vinicius bergerak dari sisi kiri sebelum melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu dijangkau Yassine Bounou. Gol tersebut menghidupkan kembali Brasil yang sebelumnya kesulitan keluar dari tekanan lawan.
Gol itu juga menjadi gol ke-10 Vinicius dalam 50 pertandingan bersama tim nasional Brasil. Catatan yang memang masih jauh dari ekspektasi untuk pemain yang dianggap sebagai salah satu pesepak bola terbaik dunia.
Meski begitu, pertandingan melawan Maroko bisa menjadi titik balik bagi pemain berusia 25 tahun tersebut. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang cukup lama, Vinicius tampil sebagai sosok yang menentukan hasil pertandingan bagi Selecao.
2. Maroko Membuktikan Semifinal 2022 Bukan Kebetulan
Jika masih ada yang menganggap Maroko hanya tim kejutan, penampilan mereka melawan Brasil menjadi bantahan yang sempurna.
Singa Atlas tampil lebih agresif sejak menit pertama. Mereka mendominasi penguasaan bola di awal laga, melakukan pressing tinggi, dan memaksa Brasil berkali-kali kehilangan bola.
Gol Ismael Saibari lahir dari kombinasi apik bersama Brahim Diaz dan memperlihatkan kualitas permainan cepat yang dimiliki tim asuhan Mohamed Ouahbi.
Achraf Hakimi juga kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu bek sayap terbaik dunia. Ditambah sejumlah pemain muda berbakat, Maroko tampak siap merepotkan siapa pun di turnamen ini.
Setelah mencapai semifinal pada Piala Dunia 2022, Maroko kini kembali menunjukkan bahwa pencapaian tersebut bukan sekadar keberuntungan sesaat.
3. Carlo Ancelotti Punya Banyak Masalah yang Harus Dibenahi
Terlepas dari hasil imbang yang diraih, performa Brasil masih jauh dari kata meyakinkan.
Igor Thiago gagal memanfaatkan peluang emas dan kesulitan menjalankan peran sebagai ujung tombak. Lucas Paqueta beberapa kali kehilangan bola, sementara Roger Ibanez yang dipasang sebagai bek kanan kesulitan menghadapi tekanan Maroko hingga diganti saat jeda.
Baca Juga: Timnas Brasil Era Modern: Penuh Pemain Top, Namun Tak Lagi Jadi Monster di Piala Dunia
Masalah terbesar terlihat di lini tengah. Brasil terlalu mudah ditembus dan sering kehilangan kontrol permainan.
Pergantian pemain yang dilakukan Ancelotti memang membuat Selecao tampil lebih baik di babak kedua, tetapi ketergantungan terhadap kualitas individu Vinicius masih sangat terasa.
Sebagai tim yang datang dengan target juara dunia, permainan Brasil masih terlihat kurang seimbang dan belum menunjukkan identitas yang jelas.
4. Persaingan Grup C Masih Sangat Terbuka
Hasil imbang ini tidak menjadi bencana bagi kedua tim, tetapi membuat persaingan Grup C semakin menarik.
Brasil masih difavoritkan untuk lolos karena dua laga berikutnya melawan Haiti dan Skotlandia di atas kertas lebih mudah. Namun, mereka tidak lagi memiliki ruang untuk melakukan banyak kesalahan.
Baca Juga: Hanya Ounahi yang Lahir di Maroko, Begini Komposisi Unik Tim Singa Atlas saat Lawan Brasil
Sementara itu, Maroko mendapatkan suntikan kepercayaan diri besar setelah mampu mengimbangi salah satu kandidat juara.
Bagi Carlo Ancelotti, tekanan kini mulai meningkat. Melatih Brasil selalu berarti menghadapi ekspektasi yang luar biasa tinggi, dan hasil imbang pada laga pertama membuat sorotan terhadap Selecao semakin tajam.
Piala Dunia 2026 baru saja dimulai, tetapi satu hal sudah jelas: Grup C masih sangat terbuka, dan perjalanan Brasil menuju "Rumo ao Hexa" tidak akan semudah yang dibayangkan banyak orang.