JawaPos.com - Kontroversi yang mewarnai hasil imbang 1-1 antara Swiss dan Qatar pada laga Grup B Piala Dunia 2026 akhirnya mendapat penjelasan resmi dari FIFA.
Badan sepak bola dunia itu merilis bukti VAR yang menunjukkan bahwa gol Swiss memang sah, meski sebelumnya dianggap offside oleh sejumlah pengamat, termasuk Gary Neville.
Insiden terjadi ketika gelandang Swiss, Remo Freuler, dijatuhkan kiper Qatar Mahmoud Abunada di dalam kotak penalti. Wasit asal Honduras, Hector Said Martinez Sorto, tanpa ragu menunjuk titik putih.
sBaca Juga: FIFA Ungkap Alasan Tak Menayangkan Bukti VAR pada Gol Kontroversial Swiss vs Qatar
Namun perhatian langsung tertuju pada posisi Freuler sebelum pelanggaran terjadi. Dalam tayangan langsung, banyak yang merasa pemain Bologna tersebut berada dalam posisi offside. VAR kemudian melakukan pemeriksaan, tetapi tidak ada animasi atau grafik semi-otomatis yang ditampilkan kepada publik.
Breel Embolo, yang menjadi eksekutor, sukses mencetak gol internasionalnya yang ke-25 untuk membawa Swiss unggul.
Gary Neville Pertanyakan Transparansi FIFA
Ketiadaan bukti visual membuat mantan bek Manchester United, Gary Neville, geram.
Melansir Talksport, dalam siaran ITV Sport, ia mempertanyakan mengapa FIFA tidak menunjukkan hasil teknologi offside semi-otomatis kepada para penonton.
sBaca Juga: Mantan Wasit Kecam FIFA soal Kontroversi VAR di Laga Swiss vs Qatar
“FIFA adalah penyiar utama, mereka memiliki bukti keputusan otomatis yang dapat mereka tunjukkan kepada kami. Mengapa mereka tidak menunjukkannya kepada kita?”
“Ada tanda tanya besar mengenai hal itu, karena menurut saya itu offside, sampai mereka membuktikan sebaliknya,” ujar Neville.
Ian Wright juga mengungkapkan kebingungannya, sementara Duncan Ferguson mengaku sepakat bahwa dari tayangan awal Freuler memang terlihat berada di posisi terlarang.
Gangguan Teknis Jadi Penyebab
Sekitar tiga jam setelah pertandingan berakhir, FIFA melalui akun resmi @fifamedia di X akhirnya mengunggah gambar hasil pemeriksaan VAR.
Garis-garis offside yang digunakan menunjukkan bahwa Freuler masih berada dalam posisi onside. FIFA juga menjelaskan alasan mengapa grafik tersebut tidak muncul saat pertandingan berlangsung.
sBaca Juga: Profil Breel Embolo, Striker Swiss yang Mencetak Gol ke Gawang Qatar
“Selama pertandingan Qatar vs Swiss di wilayah San Francisco Bay Area, gangguan teknis singkat mencegah grafik animasi onside dihasilkan sebelum penalti yang diberikan kepada Swiss pada menit ke-14. Masalah tersebut segera teratasi.”
“Alur kerja VAR tidak terpengaruh oleh masalah ini dan mengikuti prosedur normal dalam memeriksa keputusan di lapangan. Garis yang digunakan oleh VAR untuk memeriksa posisi pemain yang bersangkutan tidak menunjukkan pemain penyerang berada dalam posisi offside dalam salah satu dari dua situasi tepat sebelum keputusan penalti.”
Dengan demikian, keputusan VAR dipastikan benar dan gol Embolo tetap sah.
Swiss Gagal Mengunci Kemenangan
Meski unggul lebih dulu, Swiss gagal mengamankan tiga poin. Statistik menunjukkan tim asuhan Murat Yakin tampil dominan dengan 26 tembakan, tujuh di antaranya tepat sasaran, serta menghasilkan expected goals (xG) sebesar 3,6.
Baca Juga: Kontroversi Penalti Timnas Swiss Lawan Qatar, FIFA Sebut Gangguan Teknis Tak Pengaruhi Keputusan VAR
Namun dominasi tersebut tak mampu dituntaskan menjadi kemenangan. Pada masa injury time, Qatar berhasil menyamakan kedudukan melalui gol yang akhirnya dicatat sebagai gol bunuh diri Miro Muheim, setelah bek Swiss itu menyundul bola ke gawang sendiri di bawah tekanan Boualem Khoukhi.
Hasil tersebut membuat seluruh tim di Grup B sama-sama mengoleksi satu poin setelah pertandingan pertama, sehingga persaingan menuju babak gugur masih terbuka lebar.