JawaPos.com - Carlo Ancelotti baru menjalani petualangan pertamanya bersama tim nasional, tetapi ia sudah mendapat dukungan penuh dari salah satu mantan anak asuhnya, Zlatan Ibrahimovic.
Legenda Swedia yang kini menjadi analis FOX Sports itu meyakini sosok Ancelotti memiliki karakter yang tepat untuk menangani tekanan besar sebagai pelatih Brasil, tim yang sedang mengejar gelar Piala Dunia keenam dalam sejarah mereka.
Melansir Fox Sports, menurut Ibrahimovic, kekuatan terbesar pelatih asal Italia tersebut bukan hanya terletak pada aspek taktik, melainkan kemampuannya mengelola para pemain.
Baca Juga: Hasil Brasil vs Maroko di Piala Dunia 2026: Vinicius Jr Selamatkan Muka Carlo Ancelotti!
"Dia adalah sosok manusia yang fantastis. Saya pernah memilikinya sebagai manajer, bukan pelatih," kata Ibrahimovic.
"Perbedaan antara pelatih dan manajer adalah, pelatih akan memberi tahu pemain bagaimana bergerak, ke mana harus pergi, dan bagaimana bermain. Sebaliknya, seorang manajer akan mengelola pemain."
Zlatan Pernah Merasakan Sentuhan Ancelotti di PSG
Ibrahimovic dan Ancelotti pernah bekerja sama di Paris Saint-Germain pada musim 2012/13. Dalam periode tersebut, penyerang asal Swedia itu tampil luar biasa dengan torehan 35 gol dari 48 pertandingan.
Pengalaman itu membuat Ibrahimovic memahami betul bagaimana cara Ancelotti menjaga keharmonisan ruang ganti.
Baca Juga: Kata-kata Carlo Ancelotti Jelang Timnas Brasil vs Maroko: Kami Mampu Bersaing dengan Tim Mana Pun
Ia bahkan menceritakan sebuah kisah menarik yang menurutnya menggambarkan filosofi kepemimpinan sang pelatih.
"Saya akan memberi Anda contoh: Kami memiliki dua bek kanan dan untuk membuat mereka merasa nyaman, pertama-tama saya bertanya kepada Ancelotti, 'apa yang Anda lakukan saat berkomunikasi dengan mereka?'"
Jawaban Ancelotti, menurut Ibrahimovic, sangat sederhana namun efektif.
"Pertama-tama saya akan menemui pemain pertama dan mengatakan kepadanya bahwa dia adalah bek kanan terbaik saya."
"Lalu saya akan menemui pemain lainnya dan saya juga akan mengatakan kepadanya bahwa dia adalah bek kanan terbaik saya. Dan saya akan memainkan mereka setiap minggu."
Cerita tersebut memperlihatkan kemampuan Ancelotti dalam menjaga kepercayaan diri para pemainnya, sesuatu yang selama ini menjadi salah satu ciri khas pria berusia 67 tahun tersebut.
Tantangan Baru Bersama Brasil
Sepanjang kariernya, Ancelotti telah meraih kesuksesan di berbagai klub elite Eropa seperti AC Milan, Chelsea, Paris Saint-Germain, dan Real Madrid.
Dengan koleksi 35 trofi utama, ia menjadi salah satu pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola.
Baca Juga: Alisson Becker Puji Pengaruh Carlo Ancelotti di Timnas Brasil: Dia Seorang Juara Sejati
Namun, tantangan bersama Brasil berbeda dari semua yang pernah ia hadapi sebelumnya. Untuk pertama kalinya, Ancelotti menangani tim nasional dan harus memenuhi ekspektasi besar dari negara yang telah lima kali menjadi juara dunia.
Ibrahimovic pun menyadari situasi tersebut.
"Dia menghadapi tantangan yang berbeda kali ini karena ini adalah pertama kalinya dia menjadi pelatih tim nasional dan bukan tim klub."
Meski demikian, mantan penyerang AC Milan itu yakin pengalaman panjang Ancelotti akan membantunya menghadapi tekanan di panggung terbesar.
"Tapi dia adalah manajer untuk panggung besar dan dia sudah pernah melakukannya sebelumnya. Saya cukup yakin dia akan melakukannya dengan baik."
Kesempatan Melengkapi Karier Legendaris
Ancelotti sudah memenangkan hampir semua gelar bergengsi di level klub. Namun, trofi Piala Dunia masih menjadi satu-satunya pencapaian besar yang belum pernah ia raih.
Kini, bersama Brasil, mantan gelandang Italia tersebut memiliki kesempatan untuk melengkapi koleksi trofinya sekaligus mengakhiri penantian panjang Selecao yang sudah berlangsung sejak 2002.
Dengan dukungan dari sosok sekelas Zlatan Ibrahimovic, kepercayaan terhadap kemampuan Ancelotti sebagai pemimpin tampaknya tetap tinggi, meski Brasil mengawali Piala Dunia 2026 dengan hasil imbang melawan Maroko.
Bagi Ibrahimovic, satu hal sudah jelas: Carlo Ancelotti bukan sekadar pelatih hebat, melainkan seorang manajer yang tahu bagaimana membuat para pemainnya merasa penting dan tampil maksimal di momen-momen terbesar.