JawaPos.com - Tidak banyak pemain yang memulai Piala Dunia dengan cerita sedramatis Breel Embolo. Striker andalan Swiss itu bahkan nyaris tidak ikut ke Amerika Serikat sebelum akhirnya menjadi sosok penting bagi negaranya pada laga pembuka Piala Dunia 2026 melawan Qatar.
Meski kemenangan Swiss buyar akibat gol penyama kedudukan Boualem Khoukhi pada menit ke-94, gol Embolo tetap menjadi sorotan utama dalam hasil imbang 1-1 tersebut.
Nyaris Gagal Tampil di Piala Dunia
Melansir From the Spot, saat timnas Swiss berangkat menuju San Diego untuk memulai persiapan Piala Dunia, satu kursi di pesawat sengaja dibiarkan kosong.
Baca Juga: Kontroversi Penalti Timnas Swiss Lawan Qatar, FIFA Sebut Gangguan Teknis Tak Pengaruhi Keputusan VAR
Kursi tersebut diperuntukkan bagi Embolo, yang saat itu masih tertahan di Swiss karena izin perjalanan elektronik Amerika Serikat (ESTA) miliknya sedang menjalani proses peninjauan ulang.
Penundaan tersebut berkaitan dengan sebuah perselisihan yang pernah terjadi di Basel pada 2018, dua tahun setelah dirinya meninggalkan klub tersebut untuk bergabung dengan Schalke 04 di Jerman.
Meski begitu, Federasi Sepak Bola Swiss tetap optimistis sang striker akan segera menyusul. Para pemain Swiss bahkan sempat mengunggah foto sebelum keberangkatan dengan pesan sederhana:
"Satu kursi kosong, tapi tidak lama lagi. Sampai jumpa, Breel Embolo."
Harapan itu akhirnya menjadi kenyataan. Embolo mendapatkan izin masuk ke Amerika Serikat dan bergabung kembali dengan skuad Swiss beberapa hari sebelum pertandingan pembuka.
Langsung Menjadi Pembeda
Kepercayaan yang diberikan pelatih Murat Yakin kepada Embolo langsung terbayar.
Penyerang berusia 29 tahun tersebut mencetak gol melalui titik penalti untuk membawa Swiss unggul atas Qatar. Penalti itu sendiri bermula dari situasi yang melibatkan dirinya, ketika sundulannya disambut Remo Freuler yang kemudian dilanggar di dalam kotak penalti.
Baca Juga: Hasil Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: Gol Injury Time, The Maroons Tahan Imbang La Nati 1-1!
Tak hanya mencetak gol, Embolo juga tampil aktif sepanjang pertandingan. Ia tercatat menciptakan tiga peluang besar dan beberapa kali nyaris memberikan assist bagi rekan-rekannya.
Gol tersebut menjadi gol ke-25 Embolo bersama tim nasional Swiss.
Lebih istimewa lagi, ia kini menjadi pemain kedua Swiss yang mampu mencetak gol dalam empat turnamen besar berbeda, mengikuti jejak legenda timnas, Xherdan Shaqiri.
Pengalaman Jadi Modal Utama
Dengan 87 penampilan internasional, Embolo termasuk salah satu pemain paling berpengalaman dalam skuad Swiss saat ini.
Ia sudah tampil pada Piala Dunia 2022 di Qatar dan menjadi bagian dari generasi emas Swiss yang secara konsisten mampu lolos ke putaran final selama enam edisi Piala Dunia berturut-turut.
Baca Juga: Prediksi Skor Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Murat Yakin di Laga Pertama
Sebagai penyerang bertipe kuat dengan kaki kanan dominan, Embolo dikenal memiliki kemampuan menahan bola, membaca ruang, serta kesadaran posisi yang sangat baik.
Pengalamannya juga menjadi faktor penting bagi skuad Swiss yang memiliki rata-rata usia cukup tinggi. Saat menghadapi Qatar, susunan pemain Swiss memiliki rata-rata usia 30 tahun dan 86 hari, menjadikannya starting XI tertua dalam sejarah tim nasional tersebut.
Bersama pemain-pemain senior seperti Manuel Akanji, Granit Xhaka, dan Ricardo Rodriguez, Embolo menjadi bagian dari fondasi yang membuat Swiss tetap kompetitif di level internasional selama dua dekade terakhir.
Harapan Swiss untuk Memecahkan Kutukan
Hasil imbang melawan Qatar memang terasa mengecewakan karena gol penyama kedudukan tercipta pada masa injury time. Namun, kehadiran Embolo memberikan optimisme besar bagi Swiss dalam persaingan Grup B.
Dengan seluruh tim di grup sama-sama mengoleksi satu poin setelah pertandingan pertama, peluang lolos ke babak gugur masih terbuka lebar.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Qatar vs Swiss: Julen Lopetegui Tak Gentar, Murat Yakin Pantang Anggap Remeh
Dan bagi Swiss, memiliki seorang Breel Embolo yang telah mengoleksi 25 gol internasional jelas menjadi modal penting untuk mengejar target yang sudah lama mereka nantikan: menembus perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954.
Dari kursi kosong di pesawat hingga menjadi penyelamat tim, perjalanan Breel Embolo menuju Piala Dunia 2026 sudah menghadirkan kisah yang sulit dilupakan.