← Beranda
Profil Virgil van Dijk! Man of the Match Belanda vs Jepang di Piala Dunia 2026
Moch. Rizky Pratama PutraSenin, 15 Juni 2026 | 15.42 WIB
Virgil van Dijk merayakan gol sundulan untuk Timnas Belanda saat menghadapi Jepang pada laga Grup F Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium. (Liverpool)

 

JawaPos.com — Timnas Belanda gagal mengamankan kemenangan pada laga perdana Grup F Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang 2-2 melawan Timnas Jepang di Dallas Stadium, Senin (15/6/2026) dini hari WIB.

Meski hasil akhir mengecewakan bagi De Oranje, satu nama tetap mencuri perhatian, yakni Virgil van Dijk yang terpilih sebagai Man of the Match berkat penampilan impresif dan gol pembukanya.

Bek sekaligus kapten Belanda itu menjadi figur sentral sepanjang pertandingan.

Van Dijk bukan hanya tampil solid dalam mengawal pertahanan, tetapi juga sukses membuka keunggulan timnya lewat sundulan akurat pada awal babak kedua.

Baca Juga: Man of the Match Belanda vs Jepang, Paket Lengkap Virgil van Dijk di Piala Dunia 2026

Gol tersebut tercipta pada menit ke-50 setelah menerima umpan Ryan Gravenberch.

Dengan timing sempurna, Van Dijk menanduk bola ke sudut gawang Jepang dan membuat kiper lawan tak mampu melakukan penyelamatan.

Penampilan lengkapnya membuat FIFA menobatkan pemain Liverpool itu sebagai pemain terbaik dalam laga tersebut.

Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026, Daichi Kamada Bawa Jepang Imbangi Belanda 2-2

Di tengah kegagalan Belanda mempertahankan keunggulan, Van Dijk tetap menunjukkan kualitas sebagai salah satu bek terbaik dunia.

"Itu sundulan brilian dari Virgil van Dijk. Eksekusinya super. Dia berada dalam posisi bebas dan masih harus melakukan banyak hal. Bola memantul dari lapangan dan melengkung membentur tiang gawang," ujar pandit BBC Sport, Paul Robinson.

Profil Virgil van Dijk

Virgil van Dijk lahir di Breda, Belanda, pada 8 Juli 1991. Pada usia 34 tahun, ia masih menjadi andalan di lini belakang Timnas Belanda sekaligus kapten yang memimpin generasi terbaru De Oranje.

Pemain bertinggi badan 1,95 meter tersebut dikenal berkat kemampuan duel udara yang luar biasa, kecerdasan membaca permainan, dan ketenangan saat menguasai bola.

Posisi utamanya adalah bek tengah dengan kaki dominan kanan.

Baca Juga: Jepang Bangkit di Menit Akhir, Tahan Belanda 2-2 dalam Laga Dramatis Piala Dunia 2026

Van Dijk memiliki dua kewarganegaraan, yakni Belanda dan Suriname. Saat ini ia membela Liverpool FC dan masih terikat kontrak hingga 30 Juni 2027.

Berdasarkan data Transfermarkt, nilai pasar Van Dijk saat ini mencapai sekitar Rp 260,72 miliar. Angka tersebut menunjukkan bahwa ia tetap menjadi salah satu bek paling bernilai di level elite meski sudah memasuki usia 34 tahun.

Perjalanan Karier dari Akademi hingga Jadi Bek Kelas Dunia

Karier sepak bola Van Dijk dimulai dari akademi WDS '19 sebelum bergabung dengan akademi Willem II pada 2001. Bakatnya terus berkembang hingga menembus tim U-17 dan U-19 klub tersebut.

Pada 2010, ia bergabung dengan tim muda FC Groningen sebelum dipromosikan ke tim utama setahun kemudian. Penampilannya yang konsisten membuat klub raksasa Skotlandia, Celtic FC, merekrutnya pada 2013.

Baca Juga: Ketika Warisan Van Persie dan Kagawa Hidup dalam Duel Belanda-Jepang di Piala Dunia 2026

Bersama Celtic, Van Dijk berkembang pesat dan dikenal sebagai salah satu bek muda terbaik di Eropa. Penampilannya menarik perhatian klub-klub Premier League.

Pada September 2015, ia pindah ke Southampton FC. Di sana, kualitasnya semakin matang dan membuat namanya masuk radar klub-klub papan atas.

Puncaknya terjadi pada Januari 2018 ketika Liverpool FC merekrutnya dari Southampton. Transfer tersebut menjadi titik balik kariernya.

Di Liverpool, Van Dijk menjelma menjadi pemimpin lini belakang dan membawa klub meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk Liga Champions dan Premier League. Ia juga beberapa kali masuk nominasi pemain terbaik dunia berkat performa luar biasanya.

Pemimpin Belanda di Piala Dunia 2026

Peran Van Dijk di Timnas Belanda tidak hanya sebagai bek tengah. Ia juga menjadi sosok pemimpin yang mengatur organisasi permainan dari lini belakang.

Saat menghadapi Jepang, kontribusinya terlihat jelas melalui gol pembuka serta kemampuannya menjaga keseimbangan pertahanan. Meski Belanda kebobolan dua gol, Van Dijk tetap tampil disiplin dan minim kesalahan.

Pengalamannya bermain di level tertinggi Eropa menjadi modal penting bagi Belanda untuk bersaing di Grup F Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Diragukan Warga Sendiri, Timnas Belanda Bidik Start Positif Kontra Jepang di Grup F Piala Dunia 2026

Dengan kualitas dan kepemimpinan yang dimiliki, Van Dijk masih menjadi tumpuan utama De Oranje dalam mengejar target melaju jauh di turnamen ini.

Di usia yang tidak lagi muda untuk ukuran pesepak bola profesional, Van Dijk membuktikan dirinya masih mampu tampil pada level tertinggi.

Penghargaan Man of the Match melawan Jepang menjadi bukti bahwa kualitas kelas dunia yang dimilikinya belum memudar.

EDITOR: Edi Yulianto