JawaPos.com - Menjelang pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 melawan Paraguay, Timnas Amerika Serikat mendapat dukungan langsung dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Namun, momen tersebut justru memunculkan suasana yang sedikit canggung.
Melansir Talk Sport, melalui Andrew Giuliani, Direktur Eksekutif Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia, Trump melakukan panggilan telepon kepada pelatih Mauricio Pochettino dan kapten tim Tim Ream.
Saat berbicara dengan Pochettino, Trump memberikan pujian kepada pelatih asal Argentina tersebut.
"Saya hanya menelepon untuk mengatakan bahwa Anda adalah orang yang fantastis, pelatih yang fantastis," kata Trump.
"Saya rasa Anda memiliki peluang yang sangat bagus untuk melaju hingga akhir."
Pochettino terlihat tersenyum dan sempat tertawa kecil sebelum membalas ucapan tersebut.
"Terima kasih banyak atas dukungan Anda, Tuan Presiden," ujar mantan pelatih Tottenham Hotspur dan Paris Saint-Germain itu.
"Kami akan melakukan segala sesuatu untuk membuatmu bangga dan semua orang di negara ini."
Baca Juga: Makna Tersembunyi di Balik Selebrasi Gol Gio Reyna Saat Amerika Serikat Hancurkan Paraguay
Sementara itu, Tim Ream yang duduk tepat di samping Pochettino memilih untuk tetap diam sepanjang percakapan dan tidak memberikan tanggapan secara langsung kepada Trump. Sikap bek veteran berusia 38 tahun itu kemudian menjadi perhatian banyak pihak.
Meski demikian, ketika diwawancarai secara terpisah oleh koresponden talkSPORT, Ben Jacobs, Ream memberikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Presiden AS.
"Ya, itu hebat," kata Ream.
"Jelas dia menelepon untuk mendoakan kami semoga berhasil dan kami sempat bertukar beberapa kata dan dia mengatakan bahwa semua orang mendukung kami."
Baca Juga: Kenapa Thomas Partey Ditolak Masuk Kanada, tetapi Diizinkan Masuk Amerika Serikat?
"Selalu menyenangkan mendengar kabar dari pihak berwenang dan kami menghargai serta berterima kasih karena beliau meluangkan waktu untuk menghubungi kami."
Dukungan dari Trump tampaknya menjadi pertanda positif bagi USMNT. Amerika Serikat memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 4-1 atas Paraguay.
Hasil tersebut menjadi kemenangan terbesar Amerika Serikat di Piala Dunia sejak edisi perdana pada tahun 1930.
Baca Juga: Kabar Cedera Christian Pulisic Setelah Kemenangan Telak Timnas Amerika Serikat
Folarin Balogun tampil sebagai bintang lapangan setelah mencetak dua gol pada babak pertama dan menjadi pemain pertama Amerika Serikat yang mampu membukukan dua gol dalam satu pertandingan Piala Dunia.
Selain kemenangan bersejarah tersebut, Tim Ream juga mencatatkan pencapaian pribadi yang istimewa. Pada usia 38 tahun, bek milik Fulham itu menjadi pemain tertua dalam sejarah Timnas AS yang tampil di Piala Dunia.
Tak hanya itu, Ream juga menjadi bagian dari sejarah baru sepak bola dunia. Pada menit ke-53, ia menjadi pemain pertama di Piala Dunia yang merasakan dampak dari aturan "mistaken identity" terbaru yang diterapkan International Football Association Board (IFAB).
Awalnya, Ream menerima kartu kuning setelah dianggap melakukan pelanggaran terhadap gelandang Paraguay, Miguel Almiron. Namun, setelah peninjauan VAR yang dipimpin Carlos del Cerro Grande, wasit Danny Makkelie diminta melihat monitor dan meninjau kembali insiden tersebut.
Peristiwa itu menjadikan Ream sebagai pemain pertama yang mendapat manfaat dari perubahan aturan baru yang memungkinkan wasit membatalkan kartu yang diberikan kepada pemain yang salah.