JawaPos.com - Nama Folarin Balogun menjadi salah satu yang paling banyak dibicarakan setelah timnas Amerika Serikat meraih kemenangan meyakinkan atas Paraguay pada laga Piala Dunia 2026. Penyerang berusia 24 tahun itu tampil gemilang mencetak dua gol membantu timnya mengamankan tiga poin di fase grup.
Namun, bukan hanya penampilan di lapangan yang menarik perhatian. Kisah di balik status Folarin Balogun sebagai pemain timnas Amerika Serikat di piala dunia ternyata tak kalah unik.
Folarin Balogun memiliki latar belakang yang cukup menarik. Dia lahir di Brooklyn, New York, pada 3 Juli 2001 dari orang tua asal Nigeria. Meski lahir di Amerika Serikat, masa kecilnya hampir sepenuhnya dihabiskan di Inggris setelah keluarganya kembali ke London ketika usianya masih sangat kecil.
Baca Juga: Detail Perlengkapan Timnas Inggris yang Diduga Dicuri Jelang Lawan Kroasia di Piala Dunia 2026
Cerita yang beredar menyebutkan bahwa ibu Balogun saat itu sedang berlibur di Amerika Serikat ketika mengandung dirinya. Rencana awal, keluarga hanya melakukan perjalanan singkat sebelum kembali ke Inggris. Namun situasi berubah ketika pihak maskapai tidak mengizinkan sang ibu terbang karena usia kehamilan yang sudah terlalu tua dan dianggap berisiko untuk melakukan perjalanan udara.
Akibatnya, masa tinggal keluarga di Amerika Serikat harus diperpanjang beberapa minggu. Dalam periode itu Balogun lahir di Brooklyn. Setelah kelahirannya, keluarga kemudian kembali ke London dan membesarkannya di Inggris.
Di sana, bakat sepak bolanya mulai berkembang. Balogun bergabung dengan akademi Arsenal sejak usia muda dan menempuh proses panjang hingga akhirnya menembus level profesional.
Selama bertahun-tahun, dia dikenal sebagai salah satu penyerang muda menjanjikan yang dimiliki klub asal London tersebut. Perjalanan karirnya kemudian semakin berkembang melalui masa peminjaman ke Middlesbrough dan Stade de Reims.
Saat membela Reims di Liga Prancis musim 2022/2023, Balogun tampil impresif dengan mencetak lebih dari 20 gol dalam satu musim. Performa tersebut membuat AS Monaco tertarik merekrutnya secara permanen.
Di level internasional, Balogun sempat memperkuat berbagai kelompok umur Inggris. Dia pernah bermain untuk tim U-17, U-18, U-20 hingga U-21 Inggris. Bahkan banyak pihak yang memperkirakan dirinya akan melanjutkan karir bersama tim senior The Three Lions.
Namun situasi berubah pada 2023. Berkat status kelahirannya di Amerika Serikat, Balogun memenuhi syarat untuk membela tim nasional Negeri Paman Sam. Setelah melalui proses pertimbangan yang cukup panjang, dia akhirnya memutuskan bergabung dengan Amerika Serikat.
Keputusan tersebut terbukti menguntungkan kedua pihak. Sejak menjalani debut bersama tim senior Amerika Serikat, Balogun langsung menjadi salah satu andalan di lini depan. Dia turut membantu tim menjuarai CONCACAF Nations League dan terus menunjukkan konsistensi dalam mencetak gol.
Gol-golnya ke gawang Paraguay di Piala Dunia 2026 semakin menegaskan perannya sebagai salah satu penyerang utama Amerika Serikat. Hingga pertengahan turnamen, dia telah mengoleksi 11 gol dari 28 penampilan bersama tim nasional.
Kisah Balogun juga menjadi contoh bagaimana sepak bola modern sering menghadirkan cerita unik mengenai identitas dan kewarganegaraan pemain. Berdarah Nigeria, tumbuh besar di Inggris, tetapi kini menjadi pahlawan bagi Amerika Serikat di panggung sepak bola dunia.
Jika melihat perjalanan hidupnya, satu keputusan sederhana di bandara lebih dari dua dekade lalu ternyata ikut mengubah arah karir seorang pemain yang kini menjadi salah satu bintang Amerika Serikat di Piala Dunia 2026.