← Beranda
VAR Tinjau Momen Kartu Kuning, Insiden Miguel Almiron saat Amerika Serikat vs Paraguay Jadi Sejarah Piala Dunia
Andre Rizal HanafiSabtu, 13 Juni 2026 | 22.17 WIB
Christian Pulisic menjadi andalan Timnas Amerika Serikat saat menghadapi Paraguay pada laga perdana Grup D Piala Dunia 2026 di SoFi Stadium. (USMNT)

 

JawaPos.com - Dunia sepak bola kembali mencatatkan sejarah baru. Teknologi Video Assistant Referee (VAR) kini tidak lagi hanya digunakan untuk memeriksa gol, penalti, kartu merah langsung, atau kesalahan identitas pemain dalam kartu merah.

Dalam pertandingan antara Amerika Serikat melawan Paraguay, FIFA untuk pertama kalinya mengaktifkan VAR guna meninjau keputusan terkait kartu kuning.

Insiden tersebut terjadi saat pemain Paraguay, Miguel Almirón, terlibat dalam sebuah situasi yang awalnya dianggap sebagai pelanggaran oleh pemain Amerika Serikat.

Baca Juga: Final NBA Bikin Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat Kalah Pamor, Warga New York Fokus Nonton Knicks

Wasit saat itu memberikan tendangan bebas kepada Paraguay dan mengeluarkan kartu kuning kepada pemain tuan rumah.

Namun, keputusan tersebut kemudian ditinjau ulang setelah tim VAR melakukan pemeriksaan. Hasil tayangan ulang menunjukkan bahwa tidak terjadi pelanggaran seperti yang diperkirakan sebelumnya.

Sebaliknya, Miguel Almiron dinilai melakukan simulasi atau diving untuk mendapatkan keuntungan bagi timnya.

Pertandingan Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026. (istimewa)
Pertandingan Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026. (istimewa)

 

Setelah menerima rekomendasi dari ruang VAR, wasit memutuskan untuk membatalkan tendangan bebas yang sebelumnya diberikan kepada Paraguay.

Kartu kuning yang sempat diberikan kepada pemain Amerika Serikat juga dicabut. Sebagai gantinya, Miguel Almiron justru menerima kartu kuning karena dianggap melakukan tindakan tidak sportif.

Momen ini menjadi salah satu tonggak penting dalam perkembangan penggunaan teknologi di sepak bola.

FIFA sebelumnya telah mengumumkan sejumlah pembaruan aturan yang bertujuan meningkatkan akurasi keputusan wasit di lapangan.

Salah satu perubahan yang mulai diterapkan adalah perluasan fungsi VAR untuk membantu mengoreksi kesalahan pemberian kartu kuning dalam situasi tertentu.

Selama ini, VAR hanya memiliki kewenangan terbatas pada empat kategori utama, yaitu gol, penalti, kartu merah langsung, dan kesalahan identitas dalam pemberian kartu merah.

Baca Juga: Gianni Infantino Tuai Kritik Usai Bela Amerika Serikat Soal Masalah Visa di Piala Dunia 2026

Dengan aturan baru tersebut, ruang lingkup pemeriksaan menjadi lebih luas sehingga potensi kesalahan yang dapat memengaruhi jalannya pertandingan bisa diminimalkan.

Kehadiran aturan baru ini memang berpotensi membuat durasi pertandingan sedikit lebih lama karena adanya proses pemeriksaan tambahan. Namun, banyak pihak menilai langkah tersebut sebagai perkembangan positif demi menciptakan kompetisi yang lebih adil dan transparan.

Keputusan yang terjadi dalam laga Amerika Serikat melawan Paraguay menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dapat membantu mengoreksi keputusan yang kurang tepat di lapangan.

Baca Juga: Hasil Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Pesta Gol 4-1, Balogun Jadi Mimpi Buruk La Albirroja!

Di sisi lain, para pemain juga dituntut untuk lebih berhati-hati karena tindakan seperti diving kini memiliki peluang lebih besar untuk terdeteksi dan mendapatkan sanksi.

Dengan semakin berkembangnya penggunaan VAR, FIFA berharap kualitas kepemimpinan pertandingan dapat terus meningkat.

Momen bersejarah di laga Amerika Serikat kontra Paraguay pun menjadi penanda dimulainya era baru penggunaan teknologi dalam sepak bola modern, di mana setiap keputusan penting berusaha dibuat seakurat mungkin demi menjaga sportivitas permainan.

EDITOR: Edi Yulianto