← Beranda
Wataru Endo Absen di Piala Dunia 2026, Begini Dugaan Penyebab dari Sudut Pandang Fisioterapi
Andre Rizal HanafiSabtu, 13 Juni 2026 | 15.20 WIB
Wataru Endo mengumumkan mundur dari skuad Jepang untuk Piala Dunia 2026 karena cedera sekaligus pensiun dari tim nasional. (Instagram @endowataru)

 

JawaPos.com - Harapan Wataru Endo untuk memimpin Jepang di Piala Dunia 2026 harus berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan.

Kapten tim nasional Jepang tersebut dipastikan tidak masuk dalam skuad akhir setelah kondisi cedera pergelangan kaki kirinya dinilai belum cukup siap untuk menghadapi tuntutan kompetisi selevel Piala Dunia.

Cedera yang dialami Endo sebenarnya bukan masalah baru. Gelandang berusia 33 tahun itu mengalami cedera pada pergelangan kaki kiri sejak Februari lalu saat membela Liverpool.

Baca Juga: Wataru Endo Pensiun dari Timnas Jepang Jelang Piala Dunia 2026, Cedera Bikin Samurai Blue Kehilangan Sang Kapten

Ketika itu ia salah mendarat dalam sebuah duel dan tidak mampu melanjutkan pertandingan hingga harus ditandu keluar lapangan.

Kondisi cedera tersebut kemudian memerlukan tindakan operasi. Akibatnya, Endo harus melewatkan sebagian besar paruh kedua musim bersama Liverpool dan fokus menjalani proses pemulihan.

Meski demikian, satu target besar terus menjadi motivasi utamanya, yakni tampil di Piala Dunia 2026.

Sebagai kapten Jepang dan salah satu pemain paling berpengalaman dalam skuad, Endo berusaha keras mengejar kebugaran tepat waktu.

Baca Juga: Van Dijk Kapten, Endo Digantikan Itakura! Daftar Pemain Belanda dan Jepang di Grup F Piala Dunia 2026

Selama kurang lebih tiga bulan, ia menjalani rehabilitasi intensif untuk memulihkan kondisi pergelangan kakinya. Upaya tersebut sempat menunjukkan perkembangan positif ketika Endo kembali tampil dalam laga uji coba melawan Islandia pada 31 Mei lalu.

Namun, comeback tersebut justru menjadi titik evaluasi penting bagi tim medis Jepang. Setelah pertandingan, Endo dilaporkan masih merasakan nyeri pada area yang cedera.

Hasil pemeriksaan lanjutan kemudian mengarah pada keputusan sulit yaitu mencoret sang kapten dari skuad Piala Dunia 2026.

Posisi Endo akhirnya digantikan oleh Shuto Machino.

Dari sudut pandang fisioterapi olahraga dikutip akun X @rifqiannafi, terdapat beberapa kemungkinan yang dapat menjelaskan situasi ini.

Skenario pertama adalah proses pemulihan cedera yang belum sepenuhnya tuntas. Pada kondisi tertentu, jaringan yang mengalami cedera memang dapat pulih cukup baik untuk menjalani latihan dan aktivitas olahraga ringan.

Namun, tuntutan pertandingan kompetitif memiliki intensitas yang jauh lebih tinggi.
Dalam konsep rehabilitasi modern, seorang atlet biasanya melewati beberapa tahapan, mulai dari return to training, return to sport, return to match, hingga return to performance.

Bisa jadi Endo telah mencapai fase kembali berolahraga, tetapi belum cukup siap untuk kembali tampil optimal dalam pertandingan besar seperti Piala Dunia.

Skenario kedua adalah terjadinya overload atau re-injury saat proses comeback berlangsung. Situasi ini cukup umum terjadi pada atlet yang absen dalam waktu lama dan berusaha mengejar target tertentu dalam waktu singkat.

Sebagai gelandang bertahan, permainan Endo sangat bergantung pada mobilitas lateral, perubahan arah cepat, duel fisik, serta kemampuan menutup ruang.

Semua aspek tersebut memberikan tekanan besar pada sendi pergelangan kaki. Ketika stabilitas dan kekuatan ankle belum kembali maksimal, performa maupun risiko cedera ulang akan meningkat.

Selain faktor cedera, usia juga menjadi pertimbangan penting. Di usia 33 tahun, proses pemulihan tentu tidak secepat pemain yang lebih muda.

Kombinasi antara target comeback yang mepet, gejala yang masih muncul saat rehabilitasi, dan risiko cedera berulang kemungkinan menjadi alasan utama di balik keputusan tim medis Jepang.

Meski gagal tampil di Piala Dunia 2026, perjuangan Endo dalam mengejar kesembuhan tetap layak mendapat apresiasi.

Ia telah berusaha semaksimal mungkin untuk kembali ke lapangan dan memimpin negaranya. Kini, fokus utama sang kapten adalah menyelesaikan pemulihan dengan baik agar dapat kembali bermain tanpa dibayangi masalah cedera.

EDITOR: Banu Adikara