← Beranda
Sergino Dest Terkejut dengan Dukungan Suporter Timnas Amerika Serikat
M Shofyan Dwi KurniawanJumat, 12 Juni 2026 | 22.46 WIB
Sergino Dest mengaku terkejut dengan besarnya dukungan suporter Amerika Serikat saat menghadapi Senegal. Bek serbabisa itu berharap atmosfer serupa kembali hadir di Piala Dunia 2026. (Instagram/@sgd_2)
 
 

 

JawaPos.com - Tim nasional Amerika Serikat mendapat suntikan kepercayaan diri tambahan menjelang Piala Dunia 2026. Bukan hanya karena kemenangan 3-2 atas Senegal dalam laga uji coba, tetapi juga berkat dukungan luar biasa yang mereka terima dari para suporter.

Melansir ESPN, bek serbabisa Sergino Dest mengaku cukup terkejut melihat antusiasme penggemar yang memenuhi Stadion Bank of America di Charlotte, North Carolina. Sebanyak 57.741 penonton hadir dalam pertandingan tersebut dan mayoritas memberikan dukungan penuh kepada USMNT.

Menurut Dest, atmosfer seperti itu menjadi sesuatu yang sangat penting bagi tim menjelang tampil sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia tahun ini.

Dest Terpukau dengan Atmosfer Stadion

Dalam beberapa tahun terakhir, Amerika Serikat kerap bermain di stadion yang tidak sepenuhnya dipenuhi pendukung mereka sendiri, terutama dalam turnamen kawasan seperti Gold Cup. Kehadiran suporter tim lawan sering kali membuat atmosfer terasa lebih berimbang.

Baca Juga: Donald Trump Tidak Akan Hadir di Pertandingan Pertama Amerika Serikat, Fokus Ulang Tahun Gelar UFC

Karena itu, suasana yang tercipta saat menghadapi Senegal meninggalkan kesan tersendiri bagi pemain PSV Eindhoven tersebut.

"Kami juga pernah bermain di stadion yang sebenarnya tidak dipenuhi penggemar, tetapi memiliki stadion yang penuh dengan penggemar AS itu sangat istimewa dan itulah yang kami butuhkan," kata Dest.

"Jadi kami menghargai itu dan kami menginginkan dukungan seperti itu karena itu membantu kami dan lihat apa yang telah kami berikan kepada kalian... kemenangan melawan Senegal, jadi kami membutuhkannya."

Baca Juga: Brian Gutierrez, Eks Pemain Timnas Senior Amerika Serikat yang Kini Tampil Bersama Meksiko di Piala Dunia 2026

Dest juga menilai dukungan besar dari tribune tidak hanya meningkatkan semangat timnya, tetapi dapat memberikan tekanan psikologis kepada lawan.

"Sangat bagus memiliki kondisi seperti itu. Kami ingin selalu seperti itu karena itu sangat membantu kami memenangkan pertandingan. Dan juga bagi lawan, itu juga membuat mereka takut."

Gol Cepat Tambah Kepercayaan Diri

Pada pertandingan tersebut, Dest turut menjadi salah satu sorotan utama setelah mencetak gol pembuka Amerika Serikat pada menit ketujuh.

Gol tersebut lahir berkat assist dari Christian Pulisic dan membantu USMNT mengawali laga dengan sempurna.

Baca Juga: Kritik Didier Drogba Kepada Amerika Serikat: Jika Tak Siap Kedatangan Warga Asing, Jangan Jadi Tuan Rumah Piala Dunia

Dest mengakui gol tersebut memberinya tambahan motivasi, tetapi ia menegaskan bahwa fokus utama tetap menjaga konsistensi hingga Piala Dunia dimulai.

"Anda jadi lebih termotivasi dan senang karena berhasil mencetak gol dan bisa membantu tim," katanya.

"Tapi ya, kita harus terus seperti ini."

Bek berusia 25 tahun itu juga menyebut kemenangan atas Senegal sebagai awal yang positif, mengingat lawan yang dihadapi merupakan salah satu kekuatan terbesar di Afrika.

"Ini awal yang bagus, kemenangan melawan Senegal bagi saya pribadi, juara Afrika. Ya, pertandingan selanjutnya juga akan menjadi ujian yang sangat penting melawan Jerman."

Tetap Waspada Jelang Piala Dunia

Meski puas dengan hasil yang diraih, Dest mengingatkan bahwa laga persahabatan tidak bisa dijadikan tolok ukur mutlak untuk mengukur kekuatan tim menjelang turnamen sesungguhnya.

Amerika Serikat masih akan menghadapi Jerman dalam laga pemanasan terakhir sebelum memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Setelah itu, mereka akan menjalani pertandingan pembuka melawan Paraguay pada 12 Juni di Stadion SoFi, Los Angeles.

Baca Juga: Terhalang Aturan Visa, Suporter Pantai Gading Gagal Ramaikan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat

Dest menilai tekanan dan atmosfer di Piala Dunia akan sangat berbeda dibandingkan pertandingan persahabatan.

"Pertandingan persahabatan selalu tetap pertandingan persahabatan," kata Dest.

"Bahkan bagi lawan, Anda tidak tahu apakah mereka akan bermain dengan sebelas pemain inti mereka, bahkan saat melawan kami."

"Kita semua berusaha mencari solusi dan di Piala Dunia, tekanannya berbeda. Saya rasa ini dirasakan oleh semua orang dan sedikit lebih serius. Jadi, kita tidak bisa membandingkannya."

Meski demikian, dukungan besar yang ditunjukkan para suporter Amerika Serikat menjadi sinyal positif bagi tuan rumah menjelang turnamen. Jika atmosfer serupa terus berlanjut selama Piala Dunia 2026, USMNT berpotensi mendapatkan keuntungan besar saat bermain di depan publik sendiri.

EDITOR: Edi Yulianto