JawaPos.com - Meksiko memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan cara yang sempurna. Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung di Stadion Azteca, El Tri mengalahkan Afrika Selatan 2-0 dalam laga pembuka yang penuh drama.
Melansir Aljazeera, dua nama menjadi pusat perhatian dalam kemenangan tersebut. Julián Quiñones membuka keunggulan hanya sembilan menit setelah kick-off, sebelum Raúl Jiménez memastikan kemenangan melalui sundulan pada babak kedua.
Bagi keduanya, gol tersebut bukan sekadar membantu Meksiko meraih tiga poin, tetapi juga menjadi momen bersejarah dalam perjalanan karier mereka.
Baca Juga: 4 Poin Penting dari Kemenangan Meksiko atas Afrika Selatan
Julián Quiñones, Anak Kolombia yang Menjadi Pahlawan Baru El Tri
Julián Quiñones mungkin menjadi salah satu sosok paling unik di skuad Meksiko saat ini.
Penyerang berusia 29 tahun itu lahir dan besar di Kolombia. Ia sempat membela tim nasional kelompok umur negaranya, tetapi tidak pernah mendapat kesempatan tampil di level senior.
Kariernya mulai berubah ketika ia hijrah ke Meksiko pada 2016. Sejak saat itu, Quiñones membangun reputasinya di kompetisi domestik hingga akhirnya memperoleh kewarganegaraan Meksiko pada 2023.
Tidak butuh waktu lama baginya untuk mendapat panggilan tim nasional. Hanya sebulan setelah resmi menjadi warga negara Meksiko, ia langsung dipercaya mengenakan seragam El Tri.
Kini, pemain Al-Qadsiah itu menjadi salah satu andalan lini depan Meksiko. Kepindahannya ke klub Liga Pro Saudi pada tahun 2024 dengan nilai transfer yang dilaporkan mencapai 16 juta dolar AS semakin mengangkat statusnya.
Gol ke gawang Afrika Selatan membuat namanya masuk dalam daftar pemain yang mencetak gol pembuka sebuah Piala Dunia, sebuah kehormatan yang sebelumnya pernah dirasakan sejumlah legenda sepak bola dunia, termasuk Pelé.
Dan yang lebih istimewa, ia melakukannya di hadapan publik Stadion Azteca yang bergemuruh merayakan setiap sentuhan bola dari para pemain tuan rumah.
Raúl Jiménez, Kisah Kebangkitan Seorang Petarung
Jika gol Quiñones membawa euforia, maka gol Raúl Jiménez menghadirkan emosi yang lebih dalam.
Striker berusia 35 tahun itu mencetak gol pertamanya di Piala Dunia melalui sundulan pada menit ke-67. Setelah bola bersarang di gawang Afrika Selatan, Jiménez tampak tak kuasa menahan air mata.
Momen tersebut menjadi simbol dari perjalanan panjang dan berat yang telah dilaluinya.
Pada tahun 2020, karier Jiménez nyaris berakhir setelah mengalami retak tengkorak akibat benturan keras dengan David Luiz saat membela Wolverhampton Wanderers.
Cedera tersebut sangat serius dan membuatnya harus menepi selama delapan bulan. Bahkan setelah kembali bermain pada 2021, ia tetap harus mengenakan pelindung kepala khusus dalam setiap pertandingan sebagai langkah pencegahan.
Namun, tekad dan kerja keras membuatnya mampu bangkit kembali. Sedikit demi sedikit, Jiménez menemukan kembali ketajamannya hingga akhirnya mendapatkan momen yang selama ini ia impikan: mencetak gol di Piala Dunia.
Baca Juga: Meksiko vs Afrika Selatan Diwarnai 3 Kartu Merah, Apakah Aturan Piala Dunia 2026 Makin Ketat?
Gol yang Dipersembahkan untuk Sang Ayah
Ada alasan lain mengapa Jiménez terlihat begitu emosional setelah mencetak gol.
Pada Maret lalu, ia kehilangan sang ayah yang meninggal dunia. Sejak saat itu, banyak gol yang dicetaknya selalu disertai selebrasi menunjuk ke langit sebagai bentuk penghormatan kepada mendiang.
Hal yang sama kembali dilakukan di Stadion Azteca. Di tengah gemuruh puluhan ribu pendukung Meksiko, Jiménez menatap ke atas dan tak mampu membendung air matanya.
Bagi sang striker veteran, gol tersebut bukan hanya menjadi gol pertamanya di Piala Dunia ataupun bagian dari kemenangan penting Meksiko.
Gol itu juga menjadi persembahan yang penuh makna bagi sosok yang telah menemani perjalanan hidup dan kariernya sejak awal.
Dan bagi para pendukung El Tri, malam pembukaan Piala Dunia 2026 akan selalu dikenang sebagai malam ketika dua kisah berbeda bertemu dalam satu panggung besar: kebangkitan seorang veteran dan lahirnya pahlawan baru bernama Julián Quiñones.