JawaPos.com - Raul Jimenez memberikan momen yang tak akan mudah dilupakan bagi Meksiko pada laga pembuka Piala Dunia 2026. Striker veteran berusia 35 tahun itu mencetak gol pertamanya di ajang Piala Dunia dan membantu El Tri mengalahkan Afrika Selatan dengan skor 2-0 di Stadion Azteca.
Gol sundulan Jiménez memastikan kemenangan tuan rumah bersama setelah Julián Quiñones lebih dulu mencetak gol pembuka turnamen. Namun, bagi sang penyerang, momen tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar sebuah gol.
Usai menjebol gawang Afrika Selatan, Jiménez tampak emosional dan tak mampu menahan air mata. Penyerang Wolves itu menunjuk ke langit, sebuah selebrasi yang diyakini sebagai penghormatan untuk sang ayah, Raúl Jiménez Vega, yang meninggal dunia tiga bulan lalu pada usia 62 tahun.
Gol tersebut terasa semakin spesial karena menjadi gol pertama Jiménez di Piala Dunia sekaligus penampilan pertamanya sebagai starter di turnamen terbesar sepak bola dunia.
Semua Orang Pernah Mengira Kariernya Sudah Berakhir
Perjalanan Jiménez menuju momen bersejarah itu tidaklah mudah. Pada 2020, ia mengalami cedera kepala serius yang sempat mengancam kariernya. Banyak yang meragukan apakah sang striker mampu kembali ke level terbaiknya setelah insiden tersebut.
Melansir The Independent, mantan penyerang Prancis, Thierry Henry, mengaku ikut terbawa suasana melihat emosi yang diperlihatkan Jiménez setelah mencetak gol.
“Mengapa dia emosional? Karena saya ingat semua orang mengira kariernya sudah berakhir, lalu dia kembali, tetapi saya yakin dia sedang memikirkan ayahnya.”
“Dia sedang melihat ke arah kotak-kotak itu, dan saya rasa dia menyadari ayahnya tidak duduk di sana dan menyaksikannya mencetak gol di Piala Dunia di Estadio Azteca. Jujur saja, kita sedang membicarakan emosi dan kita sudah mengalami momen yang sangat emosional.”
Menurut Henry, momen tersebut menjadi salah satu kisah paling menyentuh yang lahir pada hari pembukaan Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Meksiko vs Afrika Selatan Diwarnai 3 Kartu Merah, Apakah Aturan Piala Dunia 2026 Makin Ketat?
Gol yang Lebih Berarti dari Sekadar Angka
Legenda Meksiko, Javier Hernández, juga memberikan penghormatan kepada mantan rekan setimnya tersebut. Baginya, gol yang dicetak Jiménez memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar membantu Meksiko meraih kemenangan.
“Ini adalah gol pertamanya di Piala Dunia, dan juga pertama kalinya dia menjadi starter [di Piala Dunia].”
“Dan kemudian pada momen yang sangat istimewa itu, kami sangat tersentuh, striker utama kami mencetak gol dan itu berarti jauh lebih dari sekadar gol.”
Bagi para pendukung El Tri, gol Jiménez memang terasa seperti hadiah yang sempurna untuk mengawali perjalanan Meksiko di turnamen yang digelar di kandang sendiri.
Awal Ideal Meksiko Meski Diwarnai Tiga Kartu Merah
Tim asuhan Javier Aguirre tampil dominan sepanjang pertandingan dan berada dalam posisi yang sangat menguntungkan untuk melangkah ke babak gugur. Namun, kemenangan tersebut juga menyisakan satu catatan negatif.
Kapten tim, César Montes, mendapat kartu merah pada penghujung pertandingan. Sebelumnya, Afrika Selatan lebih dulu kehilangan dua pemain setelah Siphephelo Sithole dan Themba Zwane sama-sama diusir keluar lapangan.
Total tiga kartu merah yang muncul membuat pertandingan tersebut mencatatkan rekor sebagai laga pembuka Piala Dunia dengan jumlah kartu merah terbanyak sepanjang sejarah.
Selanjutnya, Meksiko akan menghadapi Korea Selatan di Guadalajara sebelum menutup fase grup melawan Republik Ceko di Mexico City.
Dan setelah malam emosional yang dijalani Raúl Jiménez di Stadion Azteca, para pendukung El Tri tentu berharap sang penyerang veteran masih memiliki beberapa momen istimewa lainnya untuk diberikan di Piala Dunia 2026.