← Beranda
Ikuti Aturan FIFA, Timnas Haiti Rela Ubah Desain Jersey Ikonik di Piala Dunia 2026
Aprillia JPJumat, 12 Juni 2026 | 00.02 WIB
Timnas Haiti ubah desain jersey Piala Dunia 2026 dari Saeta. (@fhfhaiti/Instagram)

JawaPos.com - Haiti memutuskan mengubah desain jersey kandang dan tandang mereka untuk Piala Dunia. FIFA menilai elemen visual pada seragam tersebut mengandung muatan politik.

Keputusan diambil setelah FIFA menyoroti gambar pejuang kemerdekaan yang mengibarkan bendera Haiti. Ilustrasi itu terinspirasi dari pertempuran terakhir Revolusi Haiti yang membebaskan rakyat dari perbudakan Prancis.

Juru bicara tim nasional Haiti menyebut penilaian FIFA sebagai sebuah kesalahpahaman. Federasi tetap meminta produsen jersey, Saeta, untuk melakukan revisi desain tersebut.

“Setelah terjadi kesalahpahaman, pejabat FIFA meminta federasi menghapus gambar peristiwa Vertieres dan para pahlawan kemerdekaan,” ujar juru bicara Haiti dikutip dari The Athletic.

Vertieres adalah lokasi pertempuran terakhir menuju kemerdekaan Haiti pada 18 November 1803. Tim nasional Haiti juga lolos ke Piala Dunia 2025 tepat di tanggal yang sama, yakni 18 November 2025.

Federasi sepak bola Haiti tidak keluarkan pernyataan lanjutan terkait polemik. Mereka langsung meminta Saeta mengubah desain jersey sesuai permintaan FIFA.

Baca Juga: Jadwal Piala Dunia 2026 Matchday 1, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Timnas Inggris Lawan Kroasia, Belanda Bertemu Jepang

Saeta, produsen perlengkapan olahraga asal Kolombia, memberi klarifikasi lewat media sosial. Saeta menegaskan desain dibuat untuk menghormati semangat dan kebanggaan rakyat Haiti, bukan pernyataan politik.

Saeta jelaskan desain jersey sudah melalui proses pengembangan selama beberapa bulan. Desain diajukan sesuai prosedur persetujuan standar FIFA.

“Selama peninjauan, FIFA menilai beberapa elemen visual dapat ditafsirkan berbeda menurut regulasi perlengkapan. Mereka minta modifikasi pada desain tersebut,” tulis Saeta dalam pernyataan.

Dalam regulasi IFAB dan FIFA, simbol atau gambar bermuatan politik berpotensi dilarang. Kasus sama terjadi saat UEFA minta Ukraina ubah desain jelang Euro 2020 karena peta wilayah Krimea.

Revolusi Haiti yang dipimpin mantan budak Toussaint Louverture diakui sebagai revolusi budak yang berhasil. Revolusi ini menghasilkan negara yang dipimpin mantan kaum tertindas.

Tim nasional Haiti dijadwalkan laga perdana melawan Skotlandia di Foxborough pada Minggu (16/6). Bek Jean-Kevin Duverne membocorkan desain terbaru lewat media sosial yang sudah tanpa mural pertempuran.

Revisi atribut olahraga secara mendadak bukan pertama kali bagi Haiti. Pada Olimpiade Musim Dingin Februari 2026, IOC nilai gambar Louverture pada pakaian ski melanggar aturan ekspresi atlet.

Desainer Stella Jean diharuskan menutup bagian wajah tokoh secara manual pada pakaian itu. Ini jadi tindakan keras terhadap penggunaan gambar politis di ajang olahraga internasional.

 

EDITOR: Edy Pramana