← Beranda
Wasit Somalia Omar Artan Ditolak Masuk AS, Presiden FIFA: Rileks, Kita Bukan Raja Dunia!
M Shofyan Dwi KurniawanKamis, 11 Juni 2026 | 18.14 WIB
Wasit asal Somalia Omar Artan ditolak masuk Amerika Serikat. (@PolymarketFC/X).

 

JawaPos.com - Presiden FIFA, Gianni Infantino, meminta para penggemar untuk tetap tenang menyusul berbagai isu yang muncul menjelang dimulainya Piala Dunia 2026, termasuk kasus wasit asal Somalia, Omar Artan, yang ditolak masuk ke Amerika Serikat.

Berbicara dalam konferensi pers peluncuran turnamen pada Rabu, Infantino menegaskan bahwa FIFA terus berupaya menangani setiap masalah yang muncul menjelang edisi pertama Piala Dunia yang diikuti 48 negara tersebut.

Piala Dunia 2026 resmi dimulai pada Kamis dengan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko bertindak sebagai tuan rumah bersama. Namun, sejumlah kontroversi telah membayangi persiapan turnamen. 

Baca Juga: Presiden FIFA sayangkan wasit Somalia Omar Artan gagal masuk AS

Selain sempat muncul ketidakpastian mengenai kehadiran Iran akibat situasi geopolitik yang sedang berlangsung, kabar pemulangan Omar Artan juga menjadi sorotan.

Wasit asal Somalia tersebut dipulangkan setelah pemerintahan Donald Trump menuduhnya memiliki hubungan dengan "anggota organisasi teror yang dicurigai".

Melansir The Independent, menanggapi situasi tersebut, Infantino meminta semua pihak untuk tidak bereaksi berlebihan.

Baca Juga: Bagian Jaringan Teroris? Pemerintah AS Ungkap Penyebab Penolakan Wasit Somalia di Piala Dunia 2026

"Orang-orang seharusnya tenang dan rileks," tegasnya.

Presiden FIFA itu juga mengakui bahwa organisasinya tidak memiliki kewenangan untuk memaksa pemerintah Amerika Serikat mengizinkan Artan masuk ke negara tersebut.

"Kita bukan raja dunia," kata Infantino.

Selain isu mengenai wasit, Infantino juga memberikan pembelaan terhadap kebijakan harga tiket Piala Dunia 2026 yang menuai kritik dari banyak penggemar.

“Jika kami melakukan sesuatu yang salah, semua orang di Amerika Utara juga melakukan sesuatu yang salah.”

FIFA menetapkan harga tiket mulai dari 140 dolar AS untuk turnamen yang akan menampilkan 104 pertandingan. Sementara itu, harga tiket reguler untuk partai final yang digelar pada 19 Juli di New Jersey sempat mencapai 8.680 dolar AS, sebelum meningkat menjadi 10.990 dolar AS dan bahkan menyentuh angka 32.970 dolar AS.

Baca Juga: Masalah Visa, Wasit Piala Dunia 2026 Asal Somalia Ditolak Masuk Amerika Serikat

Gelombang kritik membuat FIFA akhirnya menyediakan sejumlah tiket seharga 60 dolar AS bagi federasi sepak bola nasional untuk diberikan kepada para pendukung reguler mereka.

Infantino menegaskan bahwa harga rata-rata tiket masih berada di bawah 500 dolar AS dan menurutnya masih sebanding dengan harga tiket pertandingan olahraga besar lainnya di Amerika Serikat pada fase play-off.

Ia juga mengaku tidak khawatir dengan penyelidikan yang dilakukan oleh jaksa agung di California, New Jersey, New York, dan Texas terkait kebijakan harga tiket tersebut.

Baca Juga: FIFA Tunjuk 170 Ofisial untuk Piala Dunia 2026, Wasit Omar Artan Dipastikan Batal Wakili Somalia

“Kami sangat tenang menghadapi hal ini karena, sebelum mulai menjual 6,5 juta atau 7 juta tiket, kami telah memeriksa apa yang kami lakukan dengan pengacara terbaik, para ahli terbaik,” katanya.

“Kami menyambut setiap penyelidikan.”

Infantino menambahkan bahwa FIFA tidak memiliki kendali terhadap pasar tiket sekunder yang membuat harga tiket di sejumlah pertandingan melambung tinggi. Menurutnya, fenomena tersebut juga terjadi dalam berbagai ajang olahraga besar lainnya di Amerika Serikat.

Sebagai contoh, ia menyinggung Final NBA yang memperlihatkan lonjakan harga tiket serupa.

Dengan Piala Dunia 2026 yang akhirnya resmi dimulai, FIFA berharap berbagai kontroversi di luar lapangan tidak mengganggu jalannya turnamen dan perhatian publik kembali tertuju pada pertandingan-pertandingan yang akan berlangsung selama lebih dari satu bulan ke depan.

EDITOR: Banu Adikara