← Beranda
Analisis Argentina di Piala Dunia 2026: Kekuatan Messi Cs dan Tantangan Menuju Back-to-Back
Andre Rizal HanafiKamis, 11 Juni 2026 | 16.05 WIB
Timnas Argentina untuk Piala Dunia 2026. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Argentina datang ke Piala Dunia 2026 dengan status yang tidak dimiliki banyak negara peserta, yakni sebagai juara bertahan sekaligus salah satu tim paling konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

Di bawah arahan pelatih Lionel Scaloni, Albiceleste berhasil menjaga fondasi skuad yang membawa mereka menjuarai Piala Dunia 2022. 

Namun, Argentina tidak hanya mengandalkan pemain lama. Sejumlah talenta muda seperti Nicolás Paz, Valentín Barco, dan Giuliano Simeone mulai mendapatkan tempat dalam regenerasi tim.

Salah satu perubahan terbesar Argentina dibanding satu dekade lalu adalah mereka tidak lagi bergantung sepenuhnya pada Lionel Messi. Meski sang kapten masih menjadi sosok sentral, kualitas skuad saat ini memungkinkan tim tetap kompetitif tanpa harus selalu mengandalkan aksi individu sang megabintang.

Baca Juga: Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa

Kekuatan utama Argentina terletak pada keseimbangan di setiap lini. Di sektor tengah, kombinasi Enzo Fernández, Alexis Mac Allister, dan Rodrigo De Paul menjadi salah satu trio terbaik di turnamen. 

Enzo berperan mengatur tempo permainan, Mac Allister menjadi penghubung antar lini, sementara De Paul memberikan energi dan agresivitas saat bertahan maupun menyerang.

Di lini belakang, Argentina masih memiliki pemain berpengalaman seperti Cristian Romero, Lisandro Martínez, dan Nicolás Otamendi. Sementara di bawah mistar, Emiliano Martínez tetap menjadi sosok yang memberikan rasa aman bagi pertahanan.

Baca Juga: 2 Cerita Berbeda di Piala Dunia 2026: Korea Selatan Dapat Sambutan Hangat, Senegal Diperiksa

Sektor serangan juga tetap berbahaya. Selain Messi, Argentina memiliki dua penyerang produktif, yakni Julián Álvarez dan Lautaro Martínez yang siap menjadi pembeda di laga-laga penting.

Meski demikian, Argentina bukan tanpa kelemahan. Faktor usia menjadi perhatian utama. Messi dan Otamendi sudah memasuki usia 38 tahun, sementara beberapa pemain inti lainnya juga mendekati fase akhir karier internasional. 

Turnamen yang lebih panjang dibanding edisi sebelumnya akan menguji kedalaman skuad dan manajemen kebugaran pemain.

Selain itu, muncul pertanyaan mengenai sosok yang mampu menggantikan kreativitas yang selama bertahun-tahun diberikan oleh Ángel Di María. Adaptasi generasi baru akan menjadi salah satu kunci sukses Argentina.

Secara taktik, Scaloni diperkirakan tetap mengandalkan formasi dasar 4-3-3 yang fleksibel dan dapat berubah menjadi 4-4-2 atau 4-2-3-1 sesuai kebutuhan pertandingan. 

Baca Juga: Respons Kritik, New Jersey Bagikan 770 Tiket Gratis Piala Dunia 2026 untuk Warga Lokal

Struktur pertahanan mereka dikenal rapi dengan pendekatan mid-block yang efektif serta transisi cepat saat menyerang.

Jika Messi tetap bugar dan para pemain kunci terhindar dari cedera, Argentina memiliki peluang besar untuk kembali melangkah jauh. 

Bahkan, Albiceleste berpotensi menjadi tim pertama sejak Brasil pada 1962 yang mampu mempertahankan gelar juara dunia.Tagging: PialaDunia2026

EDITOR: Banu Adikara