← Beranda
6 Aturan Baru Piala Dunia 2026: VAR Bisa Cek Sepak Pojok, Tutup Mulut saat Debat Terancam Kartu Merah
Moch. Rizky Pratama Putra• Selasa, 9 Juni 2026 | 15.49 WIB
Pierluigi Collina menjelaskan enam aturan baru yang akan diterapkan FIFA pada Piala Dunia 2026 untuk mengurangi pemborosan waktu dan meningkatkan efektivitas pertandingan. (FIFA)

 

JawaPos.com — Piala Dunia 2026 akan menghadirkan enam perubahan aturan penting yang bertujuan mempercepat permainan dan mengurangi praktik pemborosan waktu.

FIFA bersama IFAB memperkenalkan sejumlah regulasi baru, mulai dari larangan "tactical timeout" hingga perluasan kewenangan VAR dalam meninjau pelanggaran sebelum sepak pojok dan tendangan bebas.

Berikut enam aturan baru yang akan berlaku di Piala Dunia 2026:

Baca Juga: 5 Pemain Sorotan di Grup L Piala Dunia 2026: Ketajaman Harry Kane Hingga Last Dance Luka Modric

1. Larangan "Tactical Timeout" Saat Kiper Cedera

FIFA melarang praktik yang selama ini dikenal sebagai "tactical timeout", yakni ketika penjaga gawang sengaja atau diduga sengaja terjatuh sehingga rekan-rekan setimnya bisa mendatangi pelatih untuk menerima instruksi taktis.

Dalam aturan baru, saat kiper mendapatkan perawatan di lapangan, pemain kedua tim harus tetap berada di area permainan atau berkumpul di lingkaran tengah.

Mereka tidak diperbolehkan menuju bangku cadangan untuk berdiskusi dengan pelatih.

Kepala Wasit FIFA, Pierluigi Collina, mengatakan wasit akan bersikap proaktif mencegah pemain meninggalkan lapangan dalam situasi tersebut.

"Kami mengadakan lokakarya dengan semua pelatih dari ke-48 tim dan kami memberi tahu mereka bahwa wasit akan proaktif. Mereka tidak akan mengizinkan kedua tim untuk pergi ke bangku cadangan ketika seorang penjaga gawang tergeletak di tanah karena cedera," ujar Collina dikutip dari independent.co.uk, Selasa (9/6/2026).

Collina menegaskan aturan tersebut dibuat untuk menghentikan praktik jeda taktis yang selama ini dimanfaatkan sejumlah tim.

"Penjaga gawang berhak untuk cedera, tetapi para pemain tidak berhak meninggalkan lapangan untuk beristirahat sejenak bersama pelatih masing-masing."

Meski demikian, FIFA tidak menetapkan kartu kuning otomatis bagi pemain yang mencoba mendekati area pelatih.

Collina juga menilai pemandangan hampir seluruh pemain meninggalkan lapangan saat kiper dirawat bukan sesuatu yang ideal dalam pertandingan sepak bola.

"Aneh sekali bahwa hanya wasit, fisioterapis, dan penjaga gawang yang berada di lapangan saat pertandingan berlangsung. Semua pemain lain meninggalkan lapangan, dan itu tidak baik."

Baca Juga: 5 Pemain Sorotan Grup K Piala Dunia 2026: Ronaldo Hingga Vitinha Sang Maestro

2. Hitung Mundur 5 Detik untuk Lemparan ke Dalam

Pemain kini tidak bisa lagi berlama-lama saat melakukan lemparan ke dalam.

Jika wasit menilai seorang pemain sengaja menunda restart permainan, lemparan ke dalam dapat diberikan kepada tim lawan. Aturan ini menjadi salah satu upaya FIFA untuk mengurangi waktu terbuang dalam pertandingan.

Regulasi tersebut berlaku khusus untuk keterlambatan yang dianggap disengaja, bukan karena faktor teknis atau situasi permainan tertentu.

Baca Juga: 5 Pemain Penting Grup H Piala Dunia 2026: Lamine Yamal hingga Federico Valverde

3. Tendangan Gawang Terlambat Bisa Berujung Sepak Pojok

Aturan serupa juga diterapkan pada tendangan gawang.

Apabila tim yang bertahan sengaja mengulur waktu sebelum mengeksekusi goal kick, wasit dapat memberikan sepak pojok kepada tim lawan sebagai bentuk hukuman.

Sanksi ini termasuk yang paling tegas dalam paket aturan baru karena langsung mengubah situasi permainan menjadi peluang menyerang bagi lawan.

FIFA berharap aturan ini membantu mengurangi praktik menghabiskan waktu yang kerap muncul pada fase akhir pertandingan.

Baca Juga: Jelang Piala Dunia 2026, Gavi Tak Sengaja Lakukan Tackle Berbahaya kepada Rodri Saat Latihan Timnas Spanyol

4. Pemain yang Diganti Wajib Keluar dalam 10 Detik

FIFA juga memperketat proses pergantian pemain.

Pemain yang ditarik keluar hanya diberi waktu 10 detik untuk meninggalkan lapangan melalui titik terdekat. Jika gagal memenuhi batas waktu tersebut, pemain pengganti tidak diizinkan masuk selama minimal satu menit.

Akibatnya, tim yang melakukan pergantian harus bermain dengan 10 pemain untuk sementara waktu hingga pemain pengganti diperbolehkan masuk.

Aturan ini dibuat untuk menghilangkan kebiasaan pemain berjalan santai atau sengaja memperlambat proses pergantian demi menghabiskan waktu pertandingan.

Selain itu, pemain yang mendapatkan perawatan medis di lapangan juga diwajibkan berada di luar lapangan selama 60 detik sebelum kembali bermain, kecuali dalam beberapa kondisi yang mendapat pengecualian.

Baca Juga: Jurrien Timber Dipastikan Absen Bela Belanda di Piala Dunia 2026

5. Menutupi Mulut Saat Konfrontasi Bisa Digolongkan Pelanggaran Serius

Perubahan berikutnya menyasar perilaku pemain saat berdebat atau berkonfrontasi di lapangan.

Menurut FIFA, pemain yang menutupi mulut ketika terlibat konfrontasi dengan lawan dapat dikenai sanksi hingga kartu merah.

Ketentuan ini muncul setelah sejumlah kasus yang memicu kontroversi karena sulit dibuktikan akibat komunikasi dilakukan sambil menutup mulut.

Collina menegaskan aturan tersebut tidak berlaku untuk semua percakapan.

"Jika percakapannya ramah, mereka dapat terus melakukannya tanpa masalah."

Namun situasinya berbeda ketika tindakan itu dilakukan dalam suasana konfrontatif.

"Ketika percakapan bersifat konfrontatif, menutup mulut berarti Anda melakukan sesuatu yang sangat salah, dan sanksinya adalah kartu merah."

Aturan ini menjadi salah satu perubahan yang paling banyak memicu perdebatan menjelang turnamen.

6. VAR Bisa Meninjau Pelanggaran Sebelum Sepak Pojok dan Tendangan Bebas

Perubahan terakhir menyangkut protokol Video Assistant Referee (VAR).

Kini VAR memiliki kewenangan untuk mengintervensi apabila terdapat pelanggaran jelas yang dilakukan tim penyerang sebelum bola berada dalam permainan pada situasi sepak pojok atau tendangan bebas.

Intervensi hanya dilakukan jika pelanggaran tersebut berdampak langsung terhadap gol, penalti, atau keputusan disiplin.

Apabila VAR menemukan insiden yang memenuhi kriteria, wasit dapat diminta melakukan on-field review.

Jika pelanggaran terbukti terjadi sebelum bola dimainkan, wasit dapat memberikan sanksi yang sesuai dan memerintahkan sepak pojok atau tendangan bebas diulang.

Perubahan ini membuat lebih banyak insiden pada situasi bola mati berpotensi ditinjau ulang melalui teknologi video, termasuk pelanggaran yang sebelumnya sulit mendapat perhatian karena terjadi sebelum bola dimainkan.

Keenam aturan tersebut akan mulai diterapkan pada Piala Dunia 2026 yang diikuti 48 negara peserta.

Sebagian besar perubahan difokuskan pada upaya mempercepat jalannya pertandingan, mengurangi pemborosan waktu, serta meningkatkan efektivitas penegakan aturan di lapangan.

EDITOR: Banu Adikara