JawaPos.com - Salah satu wasit terbaik Afrika, Omar Abdulkadir Artan dilaporkan ditolak masuk ke wilayah Amerika Serikat meski telah ditunjuk oleh FIFA sebagai salah satu pengadil dalam turnamen Piala Dunia 2026. Upayanya untuk memasuki Amerika Serikat terhambat akibat kendala visa yang tidak kunjung terselesaikan.
Menurut laporan jurnalis asal Prancis Romain Molina lewat akun X-nya (dulu Twitter), Artan sempat mendapatkan dukungan dari Kedutaan Besar Somalia di Nairobi dan difasilitasi untuk memperoleh paspor diplomatik guna memperlancar proses administrasi. Namun, hal itu tidak cukup untuk memenuhi persyaratan otoritas imigrasi Amerika Serikat yang menolaknya masuk dan langsung memulangkannya.
Penolakan itu diduga berkaitan dengan kebijakan pembatasan perjalanan yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap sejumlah negara, termasuk Somalia. Dalam aturan tersebut, sebagian besar warga Somalia menghadapi kesulitan dalam memperoleh visa tertentu, kecuali dalam kondisi khusus seperti kepentingan diplomatik.
Baca Juga: Viral! Timnas Curacao Naik Bus Sekolah Jelang Piala Dunia 2026, Ternyata Bukan Pertama Kali
Dilansir dari El Comercio, wasit yang kerap disapa Omar Artan itu dikenal sebagai salah satu wasit paling berpengaruh di benua Afrika. Artan mulai mendapatkan lisensi FIFA pada tahun 2018 yang membuka jalan baginya untuk memimpin berbagai pertandingan internasional di bawah naungan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).
Sepanjang kariernya, Artan telah dipercaya memimpin berbagai laga penting, seperti Kualifikasi Piala Dunia, Piala Afrika, Liga Champions Afrika, serta turnamen kontinental untuk klub dan tim nasional. Penampilan konsistennya dalam mengadili laga bahkan mampu mengantarkannya meraih penghargaan sebagai Wasit Terbaik Afrika 2025 dalam ajang CAF Awards yang digelar di Rabat, Maroko.
Penunjukan Artan sebagai wasit Piala Dunia 2026 pun sebenarnya merupakan pencapaian bersejarah bagi Somalia. Artan menjadi wasit pertama dari negara itu yang terpilih untuk memimpin pertandingan di ajang Piala Dunia level senior sepanjang sejarah.
Prestasi itu sempat disambut meriah oleh Federasi Sepak Bola Somalia dan Konfederasi Sepak Bola Afrika. Namun, euforia catatan bersejarah itu terancam pupus. Pasalnya, hingga berita ini ditulis, baik FIFA maupun Federasi Sepak Bola Somalia belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden penolakan Omar Artan.