JawaPos.com - Arab Saudi kembali menunjukkan mereka tetap menjadi salah satu kekuatan sepak bola Asia yang patut diperhitungkan menjelang Piala Dunia 2026.
Meski menelan kekalahan 1-2 saat menghadapi Ekuador dalam laga uji coba pekan lalu, performa tim berjuluk The Green Falcons tersebut justru menuai banyak pujian dari pengamat maupun penggemar sepak bola di media sosial.
Sorotan utama bukan terletak pada hasil akhir pertandingan, melainkan bagaimana Arab Saudi mampu mendominasi jalannya permainan melawan salah satu tim kuat asal Amerika Selatan tersebut.
Baca Juga: Timnas Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Simak Profil Pelatih dan Pemain Paling Tajam
Statistik pertandingan menunjukkan Arab Saudi mencatatkan penguasaan bola hingga 69 persen, angka yang cukup mencolok saat menghadapi lawan sekelas Ekuador.
Cuplikan permainan Arab Saudi bahkan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Kombinasi umpan-umpan cepat, pergerakan tanpa bola yang rapi, serta keberanian memainkan bola dari lini belakang membuat banyak pihak terkesan.
Dalam beberapa momen, Arab Saudi terlihat mampu mengendalikan tempo pertandingan dan memaksa Ekuador bertahan lebih dalam.
Baca Juga: Hadirkan Kolaborasi Seni Dukung Timnas Indonesia Walau Takluk saat Melawan Arab Saudi dan Irak
Perubahan gaya bermain Arab Saudi tidak lepas dari sentuhan pelatih baru mereka, Georgios Donis.
Pelatih asal Yunani tersebut resmi menangani tim nasional Arab Saudi pada 2026 setelah memiliki pengalaman panjang melatih klub-klub di Eropa dan Timur Tengah.
Sebagai mantan gelandang tim nasional Yunani, Donis dikenal memiliki filosofi permainan yang mengutamakan penguasaan bola, transisi cepat, dan organisasi tim yang disiplin.
Pengalamannya melatih sejumlah klub besar seperti Panathinaikos, APOEL, Al-Hilal, hingga Al-Khaleej dinilai menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas permainan Arab Saudi di level internasional.
Di bawah arahannya, Arab Saudi membawa skuad yang berisi kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda.
Nama-nama seperti Salem Al-Dawsari, Mohamed Kanno, Firas Al-Buraikan, hingga Saud Abdulhamid tetap menjadi tulang punggung tim. Kehadiran pemain-pemain yang sudah terbiasa tampil di kompetisi level tinggi membuat Arab Saudi memiliki fondasi yang kuat menjelang turnamen terbesar dunia tersebut.
Salem Al-Dawsari masih menjadi figur sentral dalam skuad. Kapten tim berusia 34 tahun itu telah mengoleksi lebih dari 100 penampilan bersama tim nasional dan menjadi salah satu pemain paling berpengalaman di kawasan Asia.
Sementara itu, generasi muda seperti Musab Al-Juwayr dan Ziyad Al-Johani memberikan energi baru yang membuat permainan Arab Saudi semakin dinamis.
Terlepas dari berbagai kontroversi yang sempat mengiringi perjalanan mereka menuju Piala Dunia 2026, Arab Saudi tetap merupakan tim yang memiliki pengalaman panjang di panggung internasional.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-17 Bakal Tantang Arab Saudi Jelang Piala Asia U-17 2026
Mereka telah beberapa kali tampil di Piala Dunia dan terbiasa menghadapi tekanan dalam pertandingan besar.
Laga melawan Ekuador menjadi bukti bahwa Arab Saudi tidak datang ke Piala Dunia hanya sebagai pelengkap.
Meski kalah secara skor, kualitas permainan yang mereka tampilkan menunjukkan bahwa tim ini memiliki kemampuan untuk bersaing dengan negara-negara kuat dari berbagai konfederasi.
Bagi negara-negara Asia lainnya, termasuk Indonesia, perkembangan Arab Saudi menjadi pengingat bahwa persaingan di level internasional semakin ketat.
Dengan materi pemain berkualitas dan sentuhan pelatih berpengalaman seperti Georgios Donis, The Green Falcons berpotensi menjadi salah satu tim kejutan pada Piala Dunia 2026.