← Beranda
Fakta Unik Jelang Piala Dunia 2026! 10 Pemain Ini Satukan Trofi Piala Dunia, Liga Champions, dan Ballon d'Or
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 7 Juni 2026 | 15.37 WIB
Ousmane Dembele resmi masuk daftar 10 pemain yang pernah menjuarai Piala Dunia, Liga Champions, dan memenangkan Ballon d'Or. (Instagram @o.dembele7)

JawaPos.com — Menjelang Piala Dunia 2026, ada satu fakta menarik yang menunjukkan betapa sulitnya mencapai puncak sepak bola dunia. Sepanjang sejarah, hanya 10 pemain yang berhasil memenangkan tiga pencapaian paling bergengsi sekaligus, yakni Piala Dunia, Liga Champions, dan Ballon d'Or. Ousmane Dembele menjadi nama terbaru yang masuk dalam daftar elite tersebut setelah melengkapi koleksi trofinya.

Terbaru, Ousmane Dembele masuk daftar elite tersebut setelah membawa Paris Saint-Germain menjuarai Liga Champions dan merebut Ballon d'Or 2025. Berdasarkan data yang dihimpun sejumlah media statistik sepak bola, Ousmane Dembele disebut menjadi pemain ke-10 yang memenangkan Piala Dunia, Liga Champions, dan Ballon d'Or.

Tiga trofi tersebut kerap dianggap sebagai puncak kesuksesan seorang pemain.

Piala Dunia menjadi mahkota tertinggi level tim nasional, Liga Champions merupakan kompetisi klub paling prestisius di Eropa, sedangkan Ballon d'Or menjadi penghargaan individu paling bergengsi bagi pesepak bola terbaik dunia.

Mengapa Kombinasi Ini Sangat Langka?

Meraih salah satu dari tiga pencapaian tersebut saja sudah sangat sulit.

Seorang pemain harus memiliki kualitas individu luar biasa untuk memenangkan Ballon d'Or, bermain di klub elite untuk mengangkat trofi Liga Champions, dan lahir atau membela negara yang mampu bersaing di level tertinggi Piala Dunia.

Tak heran jika selama puluhan tahun hanya 10 nama yang berhasil menyatukan ketiganya. Menariknya, banyak legenda besar justru gagal melengkapi koleksi tersebut karena hanya kurang satu trofi.

Bobby Charlton, Pelopor Klub Elite

Nama pertama dalam daftar adalah Bobby Charlton. Ia membawa Inggris menjuarai Piala Dunia 1966 dan memenangkan Ballon d'Or pada tahun yang sama.

Dua tahun kemudian, Charlton membantu Manchester United menjuarai Piala Champions Eropa 1968 setelah mengalahkan Benfica di Wembley.

Prestasi itu menjadikannya pemain pertama yang menyelesaikan "triple crown" sepak bola tersebut.

Era Keemasan Jerman Barat

Generasi emas Jerman Barat menyumbangkan dua nama sekaligus. Mereka adalah Franz Beckenbauer dan Gerd Müller.

Beckenbauer memenangkan Ballon d'Or pada 1972 dan 1976, menjuarai Piala Dunia 1974 sebagai kapten Jerman Barat, serta mengangkat tiga trofi Piala Champions beruntun bersama Bayern Munchen.

Sementara Müller dikenal sebagai mesin gol yang membawa negaranya juara dunia 1974 dan menjadi pilar dominasi Bayern di Eropa.

Paolo Rossi, Dari Skandal ke Puncak Dunia

Kisah paling dramatis mungkin dimiliki Paolo Rossi. Setelah menjalani skorsing dua tahun akibat skandal taruhan Totonero, Rossi kembali dan langsung menjadi pahlawan Italia di Piala Dunia 1982.

Enam golnya membawa Italia menjadi juara sekaligus membuatnya memenangkan Ballon d'Or 1982. Tiga tahun kemudian, ia melengkapi koleksi dengan membawa Juventus menjuarai Piala Champions Eropa musim 1984/1985.

Zidane dan Keajaiban Voli Glasgow

Nama berikutnya adalah Zinedine Zidane. Ia menjadi ikon Prancis saat membawa Les Bleus menjuarai Piala Dunia 1998 lewat dua gol di final melawan Brasil.

Pada tahun yang sama, Zidane memenangkan Ballon d'Or.

Trofi Liga Champions kemudian datang pada 2002 bersama Real Madrid melalui gol voli spektakulernya ke gawang Bayer Leverkusen yang hingga kini dianggap sebagai salah satu gol terbaik dalam sejarah final kompetisi tersebut.

Dominasi Brasil di Daftar Elite

Brasil menjadi negara dengan wakil terbanyak dalam daftar ini. Ada tiga nama yang berhasil menuntaskan misi langka tersebut, yakni Rivaldo, Ronaldinho, dan Kaka.

Rivaldo memenangkan Ballon d'Or 1999, menjadi juara dunia 2002, lalu meraih Liga Champions bersama AC Milan pada 2003.

Ronaldinho menyusul dengan Ballon d'Or 2005, juara dunia 2002, dan gelar Liga Champions bersama Barcelona pada 2006.

Sementara Kaka menjadi pemain terakhir sebelum era Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang memenangkan Ballon d'Or.

Gelandang elegan tersebut membawa AC Milan menjuarai Liga Champions 2007 setelah sebelumnya menjadi bagian skuad Brasil juara dunia 2002.

Lionel Messi Menuntaskan Misi Terakhir

Selama bertahun-tahun, satu-satunya trofi yang hilang dari koleksi Lionel Messi adalah Piala Dunia. Ia sudah memiliki banyak gelar Liga Champions dan Ballon d'Or, tetapi selalu gagal di level internasional.

Semuanya berubah pada Piala Dunia 2022 di Qatar.

Messi akhirnya mengantar Argentina menjadi juara dunia dan kemudian memenangkan Ballon d'Or kedelapan pada 2023, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa.

Ousmane Dembele, Anggota Terbaru Klub Elite

Nama terbaru dalam daftar eksklusif tersebut adalah Ousmane Dembele. Pemain Prancis itu sebenarnya sudah memiliki medali juara Piala Dunia 2018 saat masih membela negaranya di Rusia.

Namun, perjalanan menuju dua trofi lainnya tidak mudah. Setelah masa sulit bersama Barcelona, Dembele menemukan kembali performa terbaiknya di Paris Saint-Germain.

Pada musim 2024/2025, ia menjadi motor keberhasilan PSG meraih treble bersejarah, termasuk gelar Liga Champions pertama klub.

Dengan torehan 35 gol di semua kompetisi, Dembele akhirnya memenangkan Ballon d'Or 2025 dan resmi menjadi pemain ke-10 yang mengoleksi tiga trofi paling prestisius dalam sepak bola.

Fakta yang Terasa Seperti Kutukan

Menariknya, banyak legenda besar gagal masuk daftar ini meski memiliki karier luar biasa. Nama-nama seperti Cristiano Ronaldo, George Best, dan Johan Cruyff hanya kurang satu keping trofi untuk menyempurnakan koleksi mereka.

Karena itulah, kombinasi juara Piala Dunia, juara Liga Champions, dan Ballon d'Or sering dianggap sebagai "triple crown" paling sulit dalam sepak bola.

Selama hampir 70 tahun sejarah Ballon d'Or, hanya 10 pemain yang berhasil memecahkan kode tersebut.

EDITOR: Hendra