← Beranda
Timnas Jepang Murka Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Langsung Bergerak Usai Lapangan Latihan Dinilai Tak Layak
Moch. Rizky Pratama Putra• Sabtu, 6 Juni 2026 | 03.52 WIB
Kondisi lapangan latihan yang dinilai tidak memenuhi standar membuat Timnas Jepang melayangkan protes resmi kepada FIFA menjelang Piala Dunia 2026 di Meksiko. (JFA)

 

JawaPos.com — Tim nasional Jepang melayangkan protes resmi kepada FIFA di Monterrey, Meksiko, setelah menemukan kondisi lapangan latihan yang dinilai buruk dan tidak sesuai standar menjelang Piala Dunia 2026. Situasi ini membuat jadwal adaptasi skuad asuhan Hajime Moriyasu terganggu, hingga FIFA akhirnya turun tangan dan menjanjikan fasilitas latihan yang lebih baik.

Kedatangan Timnas Jepang ke Monterrey pada Selasa (2/6/2026) sejatinya menjadi awal persiapan mereka menghadapi Piala Dunia 2026.

Tim yang diperkuat Wataru Endo dan Daichi Kamada itu langsung menjalani agenda adaptasi cuaca serta lingkungan pertandingan.

Baca Juga: Yuto Nagatomo Curi Perhatian Saat Timnas Jepang Tiba di Meksiko untuk Tampil di Piala Dunia 2026

Namun, persiapan tersebut justru diwarnai masalah yang tak terduga. Fasilitas latihan yang disediakan dinilai tidak memenuhi standar yang diharapkan oleh tim kepelatihan Jepang.

Mengapa Timnas Jepang Memprotes Lapangan Latihan?

Timnas Jepang memprotes lapangan latihan karena kondisi permukaan rumput dianggap kurang layak untuk digunakan dalam persiapan turnamen sebesar Piala Dunia 2026.

Keluhan tersebut muncul setelah tim melihat langsung kondisi lapangan yang akan dipakai untuk latihan.

Baca Juga: John Herdman Berharap Pengalaman Bersama Kanada Jadi Modal Timnas Indonesia Mampu Hadapi Jepang dan Qatar di Piala Asia 2027

Awalnya, Jepang dijadwalkan menjalani sesi latihan pada Rabu (3/6) sore waktu setempat. Sesi tersebut merupakan bagian penting dari program adaptasi cuaca yang telah disusun tim pelatih sejak keberangkatan ke Meksiko.

Namun, jadwal latihan kemudian mengalami perubahan. Wataru Endo dan rekan-rekannya diminta menjalani latihan pada pukul 10.00 waktu setempat.

Masalah muncul ketika tim meninjau kondisi lapangan yang disediakan. Dari foto-foto yang beredar di media sosial dan juga dipublikasikan sejumlah media Jepang, permukaan lapangan terlihat tidak rata.

Beberapa bagian lapangan bahkan tampak memiliki tambalan rumput yang cukup banyak. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi memengaruhi kualitas latihan maupun meningkatkan risiko cedera pemain.

Tim kepelatihan Jepang kemudian menyampaikan ketidakpuasan mereka terhadap fasilitas yang diberikan.

Baca Juga: Tangis Yuto Nagatomo Pecah! Bek Timnas Jepang Ukir Sejarah Langka Menuju Piala Dunia 2026

Situasi itu akhirnya mendorong federasi sepak bola Jepang untuk mengambil langkah resmi dengan mengajukan protes kepada FIFA.

Bagaimana Respons FIFA Setelah Menerima Keluhan Jepang?

FIFA bergerak cepat setelah menerima keberatan dari federasi sepak bola Jepang. Tak lama setelah protes diajukan, badan sepak bola dunia tersebut langsung memberikan respons kepada perwakilan Samurai Biru.

Menurut laporan yang dikutip dari Docomo, FIFA menerima keluhan yang disampaikan Jepang dan segera mencari solusi.

Baca Juga: Timnas Jepang Umumkan Skuad Piala Dunia 2026, Tanpa Mitoma dan Andalkan 3 Pemain J-League

Respons cepat itu menjadi sinyal bahwa FIFA tidak ingin persiapan salah satu peserta Piala Dunia terganggu oleh persoalan fasilitas.

Sebagai tindak lanjut, FIFA memutuskan untuk memindahkan lokasi latihan Jepang pada Kamis (4/6/2026). Keputusan tersebut diambil agar skuad Hajime Moriyasu dapat menjalani persiapan dengan kondisi lapangan yang lebih baik.

Langkah ini juga menunjukkan pentingnya kualitas fasilitas latihan dalam turnamen sekelas Piala Dunia. Setiap peserta tentu berharap memperoleh sarana yang sesuai standar demi menjaga performa dan kondisi fisik pemain.

Keputusan FIFA mendapat perhatian luas karena terjadi hanya beberapa jam setelah protes resmi dilayangkan.

Situasi itu memperlihatkan adanya komunikasi yang cukup cepat antara federasi sepak bola Jepang dan penyelenggara turnamen.

Bagi Jepang, kepastian mengenai lokasi latihan baru menjadi kabar positif. Mereka kini dapat kembali fokus pada agenda adaptasi tanpa terus memikirkan kualitas lapangan yang sebelumnya dipermasalahkan.

Lapangan CF Monterrey Jadi Solusi FIFA

Sebagai pengganti fasilitas sebelumnya, FIFA menjanjikan penggunaan lapangan latihan milik klub CF Monterrey. Klub tersebut merupakan salah satu peserta kompetisi kasta tertinggi sepak bola Meksiko, Liga MX.

Lapangan milik CF Monterrey dipilih karena dinilai memiliki kualitas yang lebih baik. FIFA bahkan memberikan jaminan bahwa fasilitas tersebut memenuhi standar yang dibutuhkan untuk persiapan tim peserta Piala Dunia 2026.

Keputusan memindahkan lokasi latihan ke markas latihan klub profesional dianggap sebagai solusi ideal. Jepang membutuhkan lapangan berkualitas agar proses adaptasi berjalan maksimal sebelum memasuki pertandingan resmi.

Baca Juga: Timnas Jepang Bawa 26 Pemain ke Piala Dunia 2026: Samurai Biru Rasa Eropa

Kondisi lapangan yang baik sangat penting dalam fase persiapan. Selain membantu pemain beradaptasi dengan cuaca dan lingkungan setempat, kualitas rumput yang layak juga mendukung intensitas latihan yang lebih optimal.

Perubahan lokasi latihan ini diharapkan mengakhiri polemik yang sempat muncul sejak kedatangan Jepang di Monterrey. Fokus tim kini kembali diarahkan sepenuhnya kepada persiapan teknis dan taktis menjelang turnamen.

Daichi Kamada Pilih Fokus Adaptasi

Di tengah polemik mengenai fasilitas latihan, gelandang Jepang Daichi Kamada memilih bersikap tenang. Pemain tersebut menegaskan fokus utamanya adalah beradaptasi dengan kondisi yang berbeda dari lingkungan bermain sehari-hari.

Kamada menyadari cuaca dan atmosfer di Meksiko memiliki karakteristik yang tidak sama dengan tempat yang biasa digunakan Jepang untuk berlatih maupun bertanding. Karena itu, proses penyesuaian menjadi prioritas utama.

“Saat bergerak, Anda akan berkeringat, dan ini lingkungan yang sama sekali berbeda dari tempat Anda biasanya bermain, jadi saya pikir saya perlu membiasakan diri dengan baik,” katanya.

Pernyataan Kamada mencerminkan pendekatan profesional yang diambil para pemain Jepang. Meski sempat dihadapkan pada persoalan fasilitas, mereka berusaha tidak kehilangan fokus terhadap tujuan utama di Piala Dunia 2026.

Dengan adanya jaminan dari FIFA mengenai lokasi latihan baru, Jepang kini memiliki kesempatan lebih besar untuk menjalani persiapan secara optimal.

Tantangan berikutnya adalah memaksimalkan waktu adaptasi agar siap tampil kompetitif ketika turnamen dimulai.

EDITOR: Edi Yulianto