JawaPos.com — San Francisco Bay Area Stadium di Santa Clara, Amerika Serikat, akan menjadi salah satu venue utama Piala Dunia 2026 dengan menggelar enam pertandingan. Stadion berkapasitas 69.391 penonton ini menjadi sorotan karena kombinasi teknologi modern, proyek renovasi besar, dan fasilitas unik berupa kebun organik di atas atap yang menyuplai kebutuhan makanan di dalam stadion.
Mengapa San Francisco Bay Area Stadium Jadi Venue Penting Piala Dunia 2026?
San Francisco Bay Area Stadium, yang dikenal sebagai Levi's Stadium, merupakan salah satu stadion termodern yang digunakan pada Piala Dunia 2026. Stadion ini dibuka pada 2014 dan menjadi markas tim NFL, San Francisco 49ers.
Baca Juga: Profil Stadion Piala Dunia 2026: Miami Stadium, Cuaca Ekstrem Bisa Jadi Lawan Terberat Para Pemain
Terletak di Santa Clara, sekitar 35 mil atau 56 kilometer di tenggara San Francisco, stadion ini berada di jantung Silicon Valley. Lokasi tersebut membuatnya menjadi salah satu venue paling strategis sekaligus modern di kawasan Bay Area.
FIFA menetapkan kapasitas stadion mencapai 69.391 penonton untuk Piala Dunia 2026. Sebanyak enam pertandingan akan dimainkan di venue ini, menjadikannya salah satu stadion penting dalam turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Pembangunan stadion menghabiskan dana sekitar USD 1,3 miliar atau setara lebih dari Rp 21 triliun. Nilai investasi besar itu mencerminkan ambisi menghadirkan fasilitas olahraga kelas dunia yang mampu menggelar berbagai ajang internasional.
Apa Tantangan Cuaca di Stadion Ini?
Meski tergolong stadion modern, San Francisco Bay Area Stadium memiliki satu tantangan yang cukup unik. Sebagian besar area tribun tidak dilindungi atap sehingga penonton akan lebih banyak terpapar cuaca secara langsung.
Pada bulan Juni, suhu rata-rata harian di kawasan Santa Clara mencapai 24 derajat Celsius. Namun, paparan sinar matahari yang kuat terutama di sisi timur stadion kerap menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kenyamanan penonton maupun pemain.
Penambahan atap atau sistem peneduh permanen ternyata tidak mudah dilakukan. Lokasi stadion yang berada dekat Bandara San Jose membuat kawasan tersebut memiliki pembatasan ketinggian bangunan.
Kondisi itu membuat pengelola tidak bisa begitu saja membangun struktur atap tambahan. Karena alasan tersebut, mitigasi cuaca menjadi salah satu fokus utama menjelang pelaksanaan Piala Dunia 2026.
Renovasi Rp 3,2 Triliun Jelang Piala Dunia
Menjelang Piala Dunia 2026, San Francisco Bay Area Stadium menjalani proyek renovasi besar senilai USD 200 juta atau sekitar Rp 3,2 triliun. Renovasi tersebut rampung pada musim panas 2025.
Salah satu fokus utama pembaruan adalah peningkatan sistem drainase dan ventilasi lapangan rumput permanen. Perbaikan ini dilakukan untuk memastikan kualitas lapangan tetap optimal sepanjang turnamen berlangsung.
Selain itu, area kursi di bagian sudut stadion juga direkonfigurasi. Langkah tersebut bertujuan memberikan ruang yang cukup agar ukuran lapangan sesuai dengan standar resmi FIFA.
Renovasi besar ini sekaligus mempertegas status stadion sebagai salah satu venue paling siap menyambut ajang sepak bola terbesar di dunia. Infrastruktur yang diperbarui diharapkan mampu memberikan pengalaman terbaik bagi pemain maupun penonton.
Stadion yang Pernah Jadi Tuan Rumah Beragam Ajang Bergengsi
Sebelum dipercaya menggelar pertandingan Piala Dunia 2026, stadion ini telah memiliki rekam jejak panjang dalam mengadakan berbagai event besar. Salah satu yang paling terkenal adalah Super Bowl 50 pada Februari 2016.
Pada laga puncak NFL tersebut, grup musik Coldplay tampil sebagai pengisi acara jeda pertandingan bersama Beyoncé dan Bruno Mars. Penampilan itu menjadi salah satu pertunjukan halftime show paling dikenang dalam sejarah Super Bowl.
Stadion ini kembali menjadi tuan rumah Super Bowl pada Februari 2026. Kali ini, superstar musik Latin Bad Bunny dipercaya menjadi pengisi acara halftime show yang menyedot perhatian dunia.
Tak hanya sepak bola Amerika, venue ini juga pernah menggelar pertandingan pembuka Copa America Centenario pada Juni 2016. Saat itu, Kolombia sukses mengalahkan Amerika Serikat dalam laga yang menjadi pembuka turnamen.
Selain ajang sepak bola dan NFL, stadion ini juga pernah menjadi lokasi WrestleMania serta pertandingan NHL Stadium Series 2015 yang mempertemukan LA Kings dan San Jose Sharks.
Ragam event tersebut menunjukkan fleksibilitas stadion dalam menyelenggarakan berbagai cabang olahraga dan hiburan berskala internasional.
Fakta Unik: Punya Kebun Organik di Atas Atap
Di antara banyak stadion modern dunia, San Francisco Bay Area Stadium memiliki keunikan yang sulit ditemukan di tempat lain. Stadion ini memiliki rooftop farm atau kebun pertanian yang berada di area atap bangunan.
Kebun tersebut menghasilkan berbagai sayuran dan tanaman herbal organik. Hasil panennya kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan makanan yang dijual di kios, restoran, dan area kuliner stadion.
Konsep tersebut menjadi bagian dari komitmen pengelola terhadap keberlanjutan lingkungan. Kehadiran kebun organik sekaligus memperkuat citra stadion sebagai fasilitas olahraga modern yang menggabungkan teknologi, inovasi, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan enam pertandingan Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di sana, San Francisco Bay Area Stadium dipastikan menjadi salah satu venue paling menarik untuk disaksikan.
Kombinasi teknologi mutakhir, sejarah penyelenggaraan event kelas dunia, dan keunikan kebun di atas atap membuat stadion ini memiliki daya tarik tersendiri dibanding venue lainnya.