← Beranda
Profil Atlanta Stadium, Stadion Futuristis Senilai Rp 26 Triliun yang Siap Menggelar Semifinal Piala Dunia 2026
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 31 Mei 2026 | 19.46 WIB
Atlanta Stadium akan menjadi tuan rumah delapan pertandingan Piala Dunia 2026, termasuk semifinal, dengan teknologi atap buka-tutup dan layar halo 360 derajat. (FIFA)

 

JawaPos.com — Atlanta Stadium akan menjadi salah satu venue paling penting di Piala Dunia 2026 dengan menggelar delapan pertandingan, termasuk semifinal kedua turnamen. Stadion berkapasitas 67.382 penonton yang berada di pusat Kota Atlanta, Amerika Serikat, ini dikenal karena desain futuristis, atap buka-tutup unik, dan layar video raksasa 360 derajat yang menjadi daya tarik utama.

Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung baru bagi stadion yang sehari-hari dikenal sebagai Mercedes-Benz Stadium tersebut.

Sesuai aturan FIFA yang melarang penggunaan nama sponsor pada venue resmi turnamen, stadion ini akan menggunakan nama Atlanta Stadium selama kompetisi berlangsung.

Mengapa Atlanta Stadium Menjadi Salah Satu Venue Terbaik Piala Dunia 2026?

Atlanta Stadium dibangun dengan biaya sekitar USD 1,6 miliar atau lebih dari Rp26 triliun dan resmi dibuka pada 2017. Nilai investasi besar itu terlihat dari berbagai teknologi modern yang diterapkan di seluruh bagian stadion.

Baca Juga: Profil Stadion Piala Dunia 2026: Los Angeles Stadium, Venue Rp 90 Triliun dengan Layar Raksasa 1.000 Ton

Venue ini memiliki kapasitas 67.382 penonton dan dilengkapi sistem pendingin udara yang membuat suasana di dalam stadion tetap nyaman.

Faktor tersebut menjadi keuntungan tersendiri mengingat suhu rata-rata Kota Atlanta pada Juni dapat mencapai 30 derajat Celsius.

Keunggulan lain yang membuat stadion ini berbeda dari banyak venue olahraga di Amerika Serikat adalah lokasinya.

Atlanta Stadium berdiri di jantung kota sehingga mudah dijangkau oleh suporter, berbeda dengan banyak stadion lain yang dibangun di kawasan pinggiran.

Seperti Apa Keunikan Atap Atlanta Stadium?

Ciri paling mencolok dari Atlanta Stadium adalah atap retractable atau buka-tutup yang terdiri atas delapan panel raksasa. Saat bergerak, panel-panel tersebut membuka dan menutup seperti lensa kamera.

Para arsitek mengaku desain itu terinspirasi dari Pantheon di Roma, Italia. Bangunan bersejarah tersebut dikenal memiliki bukaan melingkar di puncak kubah yang memungkinkan cahaya alami masuk ke dalam ruangan.

Desain inovatif tersebut membuat Atlanta Stadium menjadi salah satu stadion paling ikonik di dunia. Bentuknya yang futuristis bahkan kerap menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Atlanta.

Baca Juga: Profil Stadion Piala Dunia 2026: Dallas Stadium, Venue Terbesar yang Bisa Memuat Patung Liberty

Selain menghadirkan estetika, sistem atap tersebut juga berfungsi menjaga kenyamanan penonton dalam berbagai kondisi cuaca. Stadion tetap dapat digunakan secara optimal meski hujan atau cuaca sangat panas.

Seberapa Canggih Layar Video Atlanta Stadium?

Atlanta Stadium memiliki salah satu layar video paling spektakuler di dunia olahraga. Layar berbentuk cincin atau halo tersebut mengelilingi bagian dalam stadion sepanjang 327 meter.

Teknologi itu menggunakan lebih dari 37 juta lampu LED yang mampu menampilkan tayangan berkualitas tinggi dari berbagai sudut.

Penonton dapat menikmati tayangan ulang, statistik, hingga hiburan visual tanpa kehilangan momen pertandingan.

Keberadaan layar tersebut menjadi bagian dari pengalaman menonton yang sering mendapat pujian dari penggemar olahraga.

Pengelola stadion bahkan menyebut pengalaman suporter sebagai salah satu prioritas utama sejak venue ini mulai beroperasi.

Bagaimana Persiapan Stadion Menyambut Piala Dunia 2026?

Meski sehari-hari menggunakan rumput sintetis, Atlanta Stadium akan memasang lapangan rumput alami sementara selama Piala Dunia 2026.

Langkah itu dilakukan untuk memenuhi standar FIFA yang mewajibkan penggunaan rumput alami dalam pertandingan resmi.

Pemasangan rumput sementara juga dilakukan di sejumlah venue lain seperti Boston, Dallas, Houston, Los Angeles, New Jersey, Seattle, dan Vancouver.

Baca Juga: Profil Stadion Piala Dunia 2026: New York New Jersey Stadium, Stadion Terbesar Tuan Rumah yang Sarat Kontroversi

Proses tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan menjelang turnamen terbesar sepak bola dunia.

Atlanta Stadium mendapat jatah delapan pertandingan selama Piala Dunia 2026. Salah satu laga paling bergengsi yang akan dimainkan di venue ini adalah semifinal kedua turnamen.

Event Besar Apa Saja yang Pernah Digelar di Atlanta Stadium?

Sejak dibuka pada 2017, Atlanta Stadium telah menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga dan hiburan kelas dunia. Stadion ini merupakan kandang klub MLS Atlanta United dan tim NFL Atlanta Falcons.

Sejumlah event besar pernah berlangsung di stadion tersebut, mulai dari MLS All-Star Game, College Football Playoff National Championship, hingga Super Bowl LIII.

Berbagai pertandingan internasional dan konser musisi papan atas dunia juga pernah memadati venue ini.

Pada FIFA Club World Cup 2025, Atlanta Stadium menggelar lima pertandingan yang terdiri atas tiga laga fase grup, dua pertandingan babak 16 besar, dan satu laga perempat final.

Salah satu pertandingan paling menarik adalah duel antara Paris Saint-Germain dan Bayern Munchen.

Pengelola stadion juga dikenal karena kebijakan harga makanan dan minuman yang relatif terjangkau. Saat FIFA Club World Cup 2025 berlangsung, hot dog dijual dengan harga hanya USD 2 atau sekitar Rp 32 ribu.

Baca Juga: Profil BMO Field: Stadion Ala Inggris Pembuka Kiprah Kanada di Piala Dunia 2026

Dengan desain futuristis, teknologi mutakhir, lokasi strategis, dan pengalaman menonton yang mendapat banyak penghargaan, Atlanta Stadium diprediksi menjadi salah satu venue paling berkesan sepanjang Piala Dunia 2026.

Stadion ini bukan hanya tempat pertandingan berlangsung, tetapi juga simbol modernisasi infrastruktur olahraga di Amerika Serikat.

EDITOR: Edi Yulianto