JawaPos.com —Timnas Inggris diprediksi bakal mengandalkan situasi bola mati pada Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Prediksi itu disampaikan pelatih Timnas Belanda, Ronald Koeman, yang menilai cuaca panas di Amerika Utara membuat sepak bola efisien menjadi kunci sukses turnamen.
Koeman menilai keputusan skuad yang dipilih Thomas Tuchel sudah memperlihatkan arah permainan Inggris.
Menurutnya, kekuatan bola mati seperti sepak pojok dan lemparan ke dalam bakal menjadi senjata utama The Three Lions di Piala Dunia 2026.
Mengapa Ronald Koeman Menyebut Arsenal Jadi Inspirasi Inggris?
Koeman secara terang-terangan menyebut keberhasilan Arsenal musim ini menjadi contoh nyata efektivitas set piece.
Baca Juga: Ronald Koeman Umumkan Skuad Belanda untuk Piala Dunia 2026, Lini Tengah Jadi Kekuatan Utama
Arsenal sukses meraih gelar Liga Inggris pertama dalam 22 tahun dengan produktivitas luar biasa dari situasi bola mati.
“Anda bisa melihat bagaimana mereka akan bermain dari pilihan skuad Inggris. Mereka akan berjudi lewat corner dan throw-in. Itu membutuhkan energi paling sedikit dalam kondisi panas,” ujar Koeman kepada media saat pengumuman skuad Belanda.
Pelatih asal Belanda itu bahkan menilai Arsenal tidak akan menjadi juara tanpa kekuatan corner kick mereka.
Statistik ESPN mencatat Arsenal mencetak 19 gol dari sepak pojok di Premier League musim ini, jumlah terbanyak dalam satu musim kompetisi.
Dua spesialis bola mati Arsenal, Declan Rice serta Bukayo Saka, diperkirakan menjadi figur sentral Inggris di Amerika Utara. Keduanya punya kualitas umpan dan eksekusi yang bisa menciptakan ancaman besar dari situasi bola mati.
Thomas Tuchel Siapkan Inggris Jadi Tim Bola Mati Mematikan
Thomas Tuchel memang sudah lama menegaskan pentingnya dominasi set piece dalam sepak bola modern. Pelatih asal Jerman itu bahkan membawa staf spesialis untuk menangani berbagai skenario pertandingan di Timnas Inggris.
“Kami juga memiliki spesialis untuk berbagai macam situasi. Saat unggul ataupun mengejar ketertinggalan,” kata Tuchel saat memperkenalkan skuad Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Sempat Dikaitkan dengan Persib Bandung, Ronald Koeman Jr Kini Semakin Dekat ke Real Valladolid
“Kami selalu mengatakan ingin menjadi tim yang kuat dalam set-piece. Kami punya spesialis untuk itu. Kami juga ingin menjadi tim penalti yang kuat,” lanjut mantan pelatih Chelsea tersebut.
Pilihan pemain Tuchel dianggap memperkuat teori Koeman. Bek jangkung Dan Burn masuk skuad karena kemampuan duel udara yang sangat kuat dalam situasi bola mati.
Selain itu, Ivan Toney juga dibawa karena reputasinya sebagai algojo penalti elite. Kombinasi pemain tinggi dan eksekutor berkualitas membuat Inggris diprediksi sangat berbahaya dalam laga-laga ketat Piala Dunia.
Ronald Koeman Padukan Pemain Senior dan Darah Muda Belanda
Sementara itu, Ronald Koeman membawa kombinasi pengalaman dan pemain muda dalam skuad Timnas Belanda. Kapten Virgil van Dijk tetap menjadi pemimpin utama lini belakang Oranje di Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Bukan Cuma Persib Bandung! Klub Singapura Disebut juga Incar Ronald Koeman Jr
Di lini depan, Koeman masih mengandalkan pengalaman Memphis Depay dan Wout Weghorst. Kehadiran keduanya dianggap penting untuk menjaga keseimbangan skuad dalam turnamen panjang.
Pemain Liverpool seperti Cody Gakpo dan Ryan Gravenberch juga tetap dipercaya. Namun, Jeremie Frimpong justru dicoret setelah musim debut yang mengecewakan di Anfield.
Koeman turut memanggil sejumlah nama yang cukup mengejutkan. Brian Brobbey dan Crysencio Summerville mendapat kesempatan setelah tampil impresif bersama klub masing-masing musim ini.
Ada pula nama Donyell Malen yang sedang tajam bersama AS Roma. Malen mencetak 14 gol dalam 18 pertandingan Serie A sejak dipinjam dari Aston Villa pada Januari lalu.
Ronald Koeman Akui Belajar dari Kesalahan Euro 2024
Menariknya, Koeman mengaku sudah banyak berubah sebagai pelatih setelah evaluasi dari Euro 2024. Salah satu yang paling disorot adalah keputusannya terus memainkan Memphis Depay sebagai starter kala itu.
“Saya sudah berubah. Setelah Euro 2024, saya memikirkan apakah keputusan saya sudah benar, termasuk memainkan Depay sebagai starter,” ujar Koeman.
“Kalau situasinya terulang lagi, mungkin saya akan mengambil keputusan berbeda,” tambah mantan pemain legendaris Belanda tersebut.
Koeman memang punya sejarah panjang dengan Inggris. Salah satu momen paling kontroversial terjadi pada laga kualifikasi Piala Dunia 1994 ketika Belanda mengalahkan Inggris 2-0 di Rotterdam.
Dalam pertandingan itu, Koeman lolos dari kartu merah usai melakukan pelanggaran profesional.
Beberapa menit kemudian, ia justru mencetak gol lewat tendangan bebas yang membuat Inggris gagal lolos ke Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.
Kekalahan tersebut menjadi pukulan besar bagi sepak bola Inggris. Pelatih legendaris Graham Taylor bahkan memutuskan mundur setelah kegagalan itu.