JawaPos.com - Salah satu alur cerita paling sensitif secara politik di Piala Dunia 2026 telah mengalami perkembangan baru. Iran, sebuah tim nasional yang berkompetisi di turnamen musim panas ini, telah mengkonfirmasi bahwa mereka akan memindahkan markas sepenuhnya dari Amerika Serikat dengan alasan kekhawatiran keamanan dan kompleksitas iklim geopolitik saat ini.
Iran memang memiliki salah satu hubungan paling rumit dengan Amerika Serikat dibandingkan negara mana pun di dunia, dan prospek tim nasional mereka menghabiskan waktu yang lama di tanah Amerika telah menjadi sumber kekhawatiran yang semakin meningkat selama beberapa waktu.
Solusi Pragmatis Iran
Federasi Sepak Bola Iran telah mengkonfirmasi bahwa tim nasional akan memindahkan markas Piala Dunia mereka dari Tucson, Arizona, ke Tijuana, Meksiko, setelah mendapat persetujuan dari FIFA.
Kedua negara belum memiliki hubungan diplomatik formal sejak 1980, dan dengan konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah menambah masalah lebih lanjut pada hubungan yang sudah tegang. Karena itu, keputusan mencari basis alternatif tidak dapat dihindari.
Iran memang berupaya memindahkan pertandingan mereka sepenuhnya dari Amerika, tetapi ditolak Presiden FIFA Gianni Infantino, yang bersikeras bahwa "pertandingan akan dimainkan di tempat yang seharusnya".
Sementara Tijuana terletak tepat di perbatasan AS, yang memiliki bobot simbolis tersendiri mengingat situasinya. Kedekatan ini berarti para pemain Iran akan dapat melakukan perjalanan melintasi perbatasan untuk memenuhi komitmen pertandingan mereka di Amerika Serikat tanpa komplikasi basis Amerika yang lebih permanen.
Baca Juga: Timnas Iran hingga Saat Ini Belum Terima Visa ke Amerika Serikat untuk Piala Dunia FIFA 2026
Mehdi Taj, presiden Federasi Sepak Bola Iran, mengkonfirmasi langkah tersebut dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (23/5):
"Untungnya, setelah permintaan yang kami ajukan dan pertemuan yang kami adakan dengan pejabat FIFA dan Piala Dunia di Istanbul, serta pertemuan webinar yang kami adakan kemarin di Teheran dengan Sekretaris Jenderal FIFA yang terhormat, permintaan kami untuk mengubah basis tim dari Amerika Serikat ke Meksiko telah disetujui."
FIFA belum mengeluarkan konfirmasi sendiri tentang pengaturan tersebut, dan para pejabat di Tucson menolak untuk berkomentar tentang perubahan tersebut.
Piala Dunia yang Tak Tertandingi
Iran ditempatkan di Grup G dan akan memulai kampanye Piala Dunia mereka melawan Selandia Baru pada 15 Juni di California, dan mereka akan tetap berada di pantai timur AS selama pertandingan grup mereka di Negeri Paman Sam.
Oleh karena itu, pertandingan Iran akan berlangsung sepenuhnya di tanah Amerika, menjadikan keputusan untuk bermarkas di seberang perbatasan di Tijuana sebagai kompromi yang dirancang dengan cermat, cukup dekat untuk memenuhi kewajiban mereka, tetapi jauh dari komplikasi politik akibat tinggal terlalu lama di Amerika Serikat.
Ini adalah perkembangan terbaru di luar lapangan yang menunjukkan betapa saratnya muatan politik di Piala Dunia kali ini. Dengan turnamen yang diselenggarakan bersama di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, membuat FIFA harus berpikir lebih keras.
Yang jelas, kepindahan Iran ke Tijuana tidak akan menyelesaikan ketegangan yang lebih luas seputar partisipasi mereka. Tetapi, ini merupakan solusi untuk masalah yang berpotensi meningkat secara signifikan.
Apakah langkah ini berhasil, mengingat semua hal yang berkaitan dengan kehadiran Iran di Piala Dunia ini, adalah pertanyaan yang sama sekali berbeda.