JawaPos.com - Kolombia akan menebus rasa laparnya di Piala Dunia 2026 setelah absen pada edisi sebelumnya di Qatar. Skuad berjuluk Los Cafeteros ini datang ke Amerika Utara dengan ambisi mengulang keajaiban yang pernah mereka ciptakan pada edisi 2014 silam.
Partisipasi mereka kali ini dipastikan bakal terasa amat emosional, karena kemungkinan besar akan menjadi tarian terakhir bagi sang kapten, James Rodriguez. Hal ini diprediksi akan mendongkrak permainan Kolombia, yang ingin membantu Rodriguez mengakhiri karier internasionalnya dengan manis.
Kolombia memegang peta persaingan utama Grup K bersama Portugal. Menarik untuk dinantikan, bagaimana kiprah tim asuhan Nestor Lorenzo di Amerika Utara nanti?
Perjalanan Kolombia ke Piala Dunia 2026
Kolombia mengawali babak kualifikasi zona CONMEBOL dengan gahar usai tak terkalahkan dalam delapan laga pembuka. Dalam kampanye tersebut, mereka juga berhasil menumbangkan sang juara dunia Argentina.
Namun, performa skuad La Tricolor mendadak menukik tajam. Sempat memulai kualifikasi dengan gahar, mereka justru menelan empat kekalahan dalam lima pertandingan.
Beruntung, mentalitas mereka kembali tepat waktu. Kolombia sukses menyapu bersih dua kemenangan krusial atas Bolivia dan Venezuela, yang membawa mereka finis di peringkat ketiga dalam klasemen akhir, mengungguli raksasa seperti Brasil dan Uruguay.
Peta Persaingan Kolombia di Grup K Piala Dunia 2026
Kolombia akan membuka petualangan mereka dengan menantang tim debutan, Uzbekistan, di stadion legendaris Estadio Azteca, Meksiko pada 18 Juni mendatang. Enam hari berselang, mereka akan menghadapi kuda hitam lain asal Afrika, Republik Demokratik Kongo.
Baca Juga: Mundur dari Kursi Pelatih Timnas Kolombia, Pekerman Kritik Media
Ujian sesungguhnya baru akan tersaji di laga pamungkas. Kolombia harus terbang ke Hard Rock Stadium, Miami, pada 28 Juni. Di sana, mereka akan bertarung mati-matian melawan Portugal, dalam laga yang bisa jadi penentu status pemuncak klasemen.
Para Andalan Kolombia
Urusan menggedor jala lawan akan tentu akan diandalkan kepada bintang Bayern Munich, Luis Diaz. Eks andalan Liverpool itu menjadi pencetak gol terbanyak kedua di fase kualifikasi (7), terpaut tipis dari Lionel Messi.
Diaz saat ini telah mengemas 21 gol dari 72 penampilan untuk negaranya. Produktivitas itu menahbiskannya sebagai pencetak gol terbanyak keempat sepanjang masa Kolombia.
Pada musim ini, winger berusia 29 tahun itu menjadi menjadi trio mematikan Bayern bersama Harry Kane dan Michael Olise. Diaz menyumbang 26 gol dan 22 assist dalam 50 penampilannya di seluruh kompetisi.
Namun, menyoal otak serangan tim, tentu akan berada di bawah kendali Rodriguez. Peraih sepatu emas Piala Dunia 2014 itu akan menjadi kunci dalam setiap kejutan Kolombia ketika mencapai sepertiga akhir lapangan.
Baca Juga: Eks Striker Timnas Kolombia Sebut Madrid Bermental Tikus
Terlepas dari status bintang Diaz dan Rodriguez, sorotan tajam diprediksi juga akan mengarah kepada eks bomber Aston Villa yang sedang dipinjamkan Al Nassr ke Zenit, Jhon Duran.
Bomber yang memiliki atribut fisik tangguh ini dikenal temperamental, terbukti dengan koleksi lima kartu kuning dan dua kali skorsing selama babak kualifikasi. Ia menjadi pemain Kolombia paling rawan mendapat kartu.
Batu Loncatan Kolombia Sebelum Gebrak Grup K
Sebelum menggebrak peta persaingan Grup K, Kolombia dijadwalkan untuk melakoni dua laga uji coba lebih dulu guna memanaskan mesin, versus Kosta Rika (2 Juni 2026 dan Yordania (8 Juni 2026).
Kini para penggemar tengah menantikan kekuatan seperti apa yang akan dibawa Lorenzo ke Amerika Utara. Ia telah membentuk skuad sementara, namun belum menentukan 26 pemain utamanya.