← Beranda
Prediksi Swedia di Piala Dunia 2026: Kebangkitan Tim Viking Bermain Tanpa Beban!
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 22 Mei 2026 | 23.23 WIB
Selebrasi pemain Swedia usai memastikan tiket Piala Dunia 2026 lewat kemenangan dramatis di babak playoff UEFA Nations League. (Instagram @swemnt)

 

JawaPos.com — Swedia datang ke Piala Dunia 2026 dengan status paling unik di antara peserta Eropa setelah lolos tanpa sekali pun menang di fase kualifikasi utama. Tim asuhan Graham Potter justru bangkit lewat playoff UEFA Nations League dan kini membawa momentum mengejutkan menuju turnamen di Amerika Utara.

Tim berjuluk Blågult itu memastikan tiket ke putaran final usai menyingkirkan Ukraina dan Polandia secara dramatis pada Maret 2026.

Meski performa sepanjang kualifikasi penuh inkonsistensi, Swedia kini justru dianggap sebagai salah satu kuda hitam yang bisa merepotkan lawan besar.

Baca Juga: Prediksi Norwegia di Grup I Piala Dunia 2026: Menanti Ledakan Erling Haaland

Bagaimana Swedia Bisa Lolos ke Piala Dunia 2026?

Swedia menutup fase kualifikasi dengan catatan buruk yakni dua kemenangan, dua imbang, dan empat kekalahan.

Mereka finis di dasar klasemen grup yang dihuni Swiss, Slovenia, dan Kosovo dengan kebobolan 15 gol dari delapan pertandingan.

Namun keberhasilan menjuarai grup UEFA Nations League kasta ketiga membuka jalur playoff yang menjadi penyelamat.

Di momen itulah sosok Viktor Gyökeres tampil sebagai pahlawan dengan empat gol dalam dua pertandingan playoff.

Gyökeres mencetak hattrick saat Swedia mengalahkan Ukraina di laga semifinal playoff. Penyerang yang dikenal agresif dan kuat dalam duel fisik itu kembali jadi penentu lewat gol menit ke-88 saat menyingkirkan Polandia di partai final.

Keberhasilan tersebut membuat Swedia memastikan penampilan ke-13 mereka di ajang Piala Dunia. Ini juga menjadi comeback pertama mereka sejak terakhir tampil pada edisi 2018 dan mencapai babak perempat final.

Baca Juga: Prediksi Curacao di Piala Dunia 2026: Tim Debutan Ini Siap Bikin Jerman Panas Dingin!

Apa Pengaruh Graham Potter untuk Swedia?

Kehadiran Graham Potter menjadi titik balik besar bagi Swedia setelah era Jon Dahl Tomasson berakhir mengecewakan.

Potter resmi menangani tim nasional sejak Oktober 2025 dan langsung membawa pendekatan baru yang lebih realistis.

Pelatih asal Inggris itu sebelumnya dikenal sukses membangun klub kecil Östersunds hingga menembus Liga Europa.

Pengalamannya di sepak bola Swedia membuat proses adaptasi berjalan cepat meski awal kepelatihannya sempat diwarnai kekalahan telak dari Swiss.

Potter kemudian mengubah sistem permainan menjadi 3-4-2-1 dengan fokus pada keseimbangan dan disiplin bertahan. Pendekatan itu membuat Swedia lebih nyaman menunggu lawan lalu menyerang cepat melalui transisi.

Federasi sepak bola Swedia bahkan langsung memperpanjang kontrak Potter hingga 2030 sebelum playoff berlangsung.

Keputusan itu menjadi sinyal kuat proyek jangka panjang sudah mulai dibangun menuju Euro 2028 dan Piala Dunia berikutnya.

Baca Juga: Prediksi Jerman di Piala Dunia 2026: Era Baru Die Mannschaft Dimulai atau Gagal Lagi?

Seberapa Berbahaya Lini Serang Swedia?

Di atas kertas, duet Alexander Isak dan Viktor Gyökeres menjadi salah satu kombinasi penyerang paling menarik di Piala Dunia 2026. Keduanya punya karakter berbeda tetapi saling melengkapi di area depan.

Isak tetap dianggap sebagai pemain paling bertalenta milik Swedia meski musimnya terganggu cedera.

Penyerang dengan kemampuan dribel dan penyelesaian klinis itu diprediksi akan menjadi tumpuan utama saat menghadapi lawan kuat seperti Belanda dan Jepang.

Sementara Gyökeres hadir dengan gaya bermain keras, agresif, dan tak kenal lelah. Empat gol di playoff menjadi bukti betapa penting kontribusinya bagi kebangkitan Swedia dalam beberapa bulan terakhir.

Selain itu, Swedia juga memiliki sosok kreatif seperti Benjamin Nygren dan Yasin Ayari. Ayari khususnya mendapat sorotan karena ketenangannya mengatur tempo permainan dari lini tengah.

Baca Juga: Prediksi Senegal di Grup I Piala Dunia 2026: Tantangan Berat Lions of Teranga

Mampukah Swedia Lolos dari Grup Neraka?

Swedia tergabung di grup sulit bersama Belanda, Jepang, dan Tunisia pada Piala Dunia 2026. Banyak pengamat menilai peluang mereka lolos cukup berat karena dua rival utamanya punya kualitas skuad lebih matang.

Laga pertama melawan Tunisia pada 14 Juni di Estadio BBVA akan menjadi pertandingan paling krusial. Jika gagal menang, tekanan besar bakal langsung menghantam skuad Potter sebelum menghadapi Belanda dan Jepang.

Secara pengalaman, Swedia memang bukan tim sembarangan karena pernah menjadi runner-up Piala Dunia 1958. Namun ranking FIFA mereka kini berada di posisi 38 dan kualitas kedalaman skuad masih dipertanyakan.

Absennya Dejan Kulusevski akibat belum pulih dari operasi juga menjadi kehilangan besar. Padahal gelandang serang milik Tottenham itu sebelumnya diyakini bakal menjadi motor kreativitas utama Swedia.

Meski demikian, status tanpa beban justru bisa menjadi kekuatan tersembunyi Swedia. Mereka datang tanpa ekspektasi tinggi dan bisa bermain lebih lepas dibanding rival-rivalnya di Grup E.

Mengapa Swedia Bisa Jadi Kuda Hitam?

Swedia memiliki modal emosional yang sangat kuat setelah lolos secara dramatis lewat playoff. Atmosfer positif itu membuat kepercayaan diri pemain meningkat tajam menjelang turnamen musim panas nanti.

Para pendukung Swedia juga dipastikan akan memenuhi stadion dengan dominasi warna kuning khas mereka. Dukungan fanatik yang selama ini identik dengan “Soft Hooligans” di tim perempuan mulai ikut menular ke tim pria.

Potter kini berhasil menghidupkan lagi identitas klasik sepak bola Swedia yang disiplin, kuat bertahan, dan efektif saat menyerang balik. Gaya seperti itu kerap menyulitkan tim-tim besar dalam turnamen singkat seperti Piala Dunia.

Jika duet Isak dan Gyökeres mampu menemukan chemistry terbaiknya, Swedia punya peluang menciptakan kejutan besar. Apalagi mereka datang tanpa tekanan dan tak dibebani target tinggi dari federasi maupun publik.

EDITOR: Banu Adikara