JawaPos.com - Mesir resmi mengumumkan daftar skuad yang akan mereka bawa ke ajang Piala Dunia 2026.
Pengumuman ini langsung menjadi sorotan karena ada beberapa keputusan mengejutkan dari pelatih Hossam Hassan, terutama terkait komposisi lini depan dan munculnya nama-nama baru yang belum banyak dikenal publik.
Seperti yang sudah diprediksi, kapten tim Mohamed Salah tetap menjadi pusat kekuatan utama The Pharaohs.
Baca Juga: Prediksi Timnas Mesir di Grup G Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Cs Bisa Jadi Mimpi Buruk Belgia
Pemain berusia 33 tahun itu kembali diandalkan untuk memimpin serangan Mesir di panggung dunia, sekaligus menjadi simbol harapan publik sepak bola negaranya.
Performa dan pengalamannya di level klub bersama Liverpool membuatnya tetap menjadi pemain paling krusial dalam skuad.
Namun di balik nama besar Salah, keputusan pelatih justru menghadirkan kejutan besar. Striker yang selama ini menjadi andalan, Mostafa Mohamed, justru tidak masuk dalam daftar final.
Baca Juga: Prediksi Timnas Belgia di Piala Dunia 2026: Terkuat di Grup G, Tapi Punya Rekor Buruk Kontra Mesir
Keputusan ini memicu perdebatan di kalangan pengamat dan pendukung tim nasional, mengingat kontribusinya selama ini cukup penting di berbagai ajang internasional.
Sebagai pengganti, Hossam Hassan memberi kesempatan kepada pemain muda berusia 18 tahun, Hamza Abdelkarim.
Menariknya, Hamza saat ini masih bermain untuk tim muda klub raksasa Spanyol FC Barcelona. Meski baru tampil di level Barcelona B dan tim usia muda, pemanggilannya dianggap sebagai langkah berani yang menunjukkan arah regenerasi dalam skuad Mesir.
Meski daftar awal sudah diumumkan, tim pelatih masih belum menutup peluang perubahan. Satu nama masih akan dicoret sebelum turnamen dimulai, tergantung hasil evaluasi dari laga uji coba terakhir. Situasi ini membuat persaingan di dalam skuad semakin ketat, terutama di posisi penjaga gawang dan beberapa sektor lini tengah yang masih terbuka.
Di sisi lain, perhatian tetap tertuju pada Mohamed Salah yang kini tidak hanya membawa misi membawa Mesir berprestasi, tetapi juga mengejar rekor individu.
Ia telah mengoleksi 67 gol untuk tim nasional dan hanya terpaut tipis dari catatan milik pelatihnya sendiri, Hossam Hassan. Hal ini membuat turnamen kali ini memiliki nilai emosional tersendiri bagi sang kapten.
Baca Juga: Pelatih Timnas Mesir Sebut Omar Marmoush Bisa Menjadi Bintang seperti Mohamed Salah
Mesir sendiri masih memiliki catatan kurang baik di Piala Dunia. Dalam sejarah keikutsertaan, mereka belum pernah meraih kemenangan di putaran final. Catatan tersebut menjadi motivasi besar bagi generasi saat ini untuk mengubah sejarah dan memberikan hasil yang lebih baik.
Di Piala Dunia 2026, Mesir akan menghadapi tantangan berat di fase grup. Mereka tergabung bersama tim-tim kuat seperti Belgia, Selandia Baru, dan Iran.
Laga pembuka melawan Belgia diprediksi menjadi ujian paling sulit, sebelum menghadapi dua pertandingan lain yang juga tidak kalah penting dalam menentukan nasib mereka di turnamen.
Dengan kombinasi pemain senior dan talenta muda, skuad Mesir kini membawa harapan baru. Perpaduan pengalaman Mohamed Salah dan keberanian pelatih dalam memanggil pemain muda seperti Hamza Abdelkarim menjadi cerita menarik yang akan terus diperbincangkan menjelang turnamen.
Kini, semua mata tertuju pada bagaimana Timnas Mesir akan tampil di panggung terbesar sepak bola dunia, apakah mampu mencatat sejarah baru atau kembali harus mengulang catatan lama mereka di turnamen sebelumnya.