← Beranda
Megan Rapinoe Kena Kritik Setelah Iklankan Paket Hospitality Piala Dunia 2026 Seharga Rp 98 Juta
Andre Rizal HanafiKamis, 21 Mei 2026 | 14.43 WIB
Megan Rapinoe. (marca)

 

JawaPos.com - Nama Megan Rapinoe kembali ramai diperbincangkan publik sepak bola dunia. Mantan bintang tim nasional wanita Amerika Serikat itu mendapat kritik dari banyak fans setelah muncul dalam promosi paket hospitality premium untuk Piala Dunia 2026.

Rapinoe tampil dalam iklan resmi program hospitality FIFA yang menawarkan pengalaman menonton eksklusif selama turnamen berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tahun depan.

Namun, yang menjadi sorotan bukan sekadar promosi tersebut, melainkan harga paket yang dinilai terlalu mahal bagi sebagian besar suporter.

Baca Juga: Prediksi Arab Saudi di Grup H Piala Dunia 2026: Racikan Georgios Donis Bisa Bikin Kejutan?

Menurut laporan Marca, paket hospitality yang dipromosikan itu dibanderol hingga USD 6.050 atau setara sekitar Rp 98 juta per orang.

Harga tersebut langsung memicu reaksi di media sosial, terutama dari fans yang sejak awal sudah mengeluhkan potensi mahalnya biaya menonton Piala Dunia 2026 secara langsung.

Banyak suporter menilai turnamen sepak bola terbesar di dunia itu perlahan mulai kehilangan identitasnya sebagai ajang yang dekat dengan masyarakat umum.

Baca Juga: Prediksi Spanyol di Grup H Piala Dunia 2026: Langkah La Roja Diyakini Mulus

Mereka merasa atmosfer khas Piala Dunia dibangun oleh para fans biasa, bukan hanya penonton kelas premium.

Kritik yang muncul sebenarnya tidak diarahkan pada perjalanan karier Rapinoe bersama USWNT. Sebagian besar komentar lebih menyoroti kesenjangan antara harga paket hospitality dengan kondisi nyata para pendukung sepak bola yang harus mengatur biaya tiket, akomodasi, hingga perjalanan antarkota selama turnamen berlangsung.

Situasi ini semakin sensitif karena Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara sekaligus. Banyak fans memprediksi pengeluaran untuk mengikuti tim favorit mereka akan jauh lebih besar dibanding edisi-edisi sebelumnya.

Belum lagi harga hotel dan transportasi di sejumlah kota tuan rumah yang diperkirakan melonjak saat turnamen berlangsung.

Karena itu, munculnya promosi paket VIP bernilai hampir Rp100 juta dianggap kurang mewakili suara mayoritas pendukung sepak bola.

Di media sosial, sejumlah fans menyebut FIFA terlalu fokus pada pasar premium dan pengalaman mewah.

Mereka khawatir Piala Dunia akan semakin sulit diakses oleh suporter biasa yang selama ini menjadi bagian penting dari atmosfer pertandingan.

Baca Juga: Maroko, Mesir, dan Kamerun Resmi Lolos ke Piala Dunia U-17 2026, Wakil Afrika Siap Beraksi

Meski begitu, ada juga pihak yang menilai Rapinoe hanya menjalankan perannya sebagai bagian dari kerja sama promosi resmi FIFA.

Mantan pemain berusia 40 tahun itu sendiri belum memberikan tanggapan langsung terkait kritik yang bermunculan.

Rapinoe memang dikenal sebagai figur publik yang cukup aktif dalam berbagai isu sosial dan olahraga di Amerika Serikat.

Baca Juga: Lionel Scaloni Belum Umumkan Skuad Argentina untuk Piala Dunia 2026, Ini Alasannya

Karena itu, keterlibatannya dalam promosi besar seperti ini otomatis mendapat perhatian luas dari publik.

Perdebatan mengenai harga tiket dan akses menonton Piala Dunia 2026 sendiri diperkirakan masih akan terus berlangsung hingga turnamen dimulai.

FIFA sebelumnya juga sempat mendapat sorotan terkait sistem penjualan tiket dan paket hospitality yang dianggap terlalu mahal.

Bagi banyak penggemar sepak bola, Piala Dunia bukan hanya soal pertandingan di lapangan, tetapi juga tentang pengalaman bersama jutaan fans dari berbagai negara.

Itulah alasan mengapa isu harga tiket menjadi topik yang sangat sensitif menjelang turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.

EDITOR: Edi Yulianto