← Beranda
Prediksi Maroko di Piala Dunia 2026: Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi! Singa Atlas Siap Bikin Kejutan Lagi
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 20 Mei 2026 | 04.39 WIB
Achraf Hakimi menjadi senjata utama Maroko untuk kembali menciptakan kejutan di Piala Dunia 2026. (Instagram/@achrafhakimi)

 

JawaPos.com — Timnas Maroko datang ke Piala Dunia 2026 dengan status unggulan baru dari Afrika setelah menjadi semifinalis pada edisi 2022 di Qatar. Singa Atlas kini percaya diri mampu kembali menciptakan sejarah di Amerika Utara lewat skuad yang lebih matang, ranking FIFA kedelapan dunia, serta generasi baru bertalenta besar.

Empat tahun lalu, Maroko mengguncang dunia setelah menyingkirkan Spanyol dan Portugal sebelum akhirnya finis di posisi keempat.

Kini tekanan jauh lebih besar karena publik mulai menganggap pencapaian itu bukan lagi kejutan sesaat.

Mampukah Maroko Mengulang Keajaiban Qatar 2022?

Maroko menjadi tim Afrika pertama yang berhasil mencapai semifinal Piala Dunia pada 2022 dan pencapaian itu mengubah cara dunia memandang sepak bola Afrika.

Baca Juga: Grup C Piala Dunia 2026: Profil Timnas Brasil, Maroko, Skotlandia, dan Haiti serta Jadwal Pertandingan Lengkap

Tim berjuluk Singa Atlas sekarang datang bukan sekadar peserta, tetapi sebagai ancaman nyata bagi negara-negara elite.

Perjalanan menuju Piala Dunia 2026 juga memperlihatkan konsistensi luar biasa dari pasukan Mohamed Ouahbi. Maroko menyapu bersih delapan pertandingan kualifikasi dengan kemenangan, mencetak 22 gol dan hanya kebobolan dua kali.

Achraf Hakimi tetap menjadi pusat permainan sekaligus simbol kekuatan tim ini.

Baca Juga: Timnas Maroko Bujuk Thiago Pitarch Ganti Status Kewarganegaraan

Bek kanan milik Paris Saint-Germain tersebut tidak hanya kuat bertahan, tetapi juga menjadi sumber kreativitas utama dengan torehan tiga assist selama fase kualifikasi.

Selain Hakimi, Brahim Díaz menjadi tambahan penting setelah resmi membela Maroko sejak 2023. Pemain Real Madrid itu diprediksi memberi dimensi baru dalam serangan yang sebelumnya terlalu bergantung pada kecepatan transisi.

Mohamed Ouahbi Datang dengan Energi Baru

Keputusan Walid Regragui mundur pada Maret 2026 sempat mengejutkan banyak pihak karena dirinya adalah sosok penting di balik keberhasilan Maroko pada 2022.

Namun federasi memilih Mohamed Ouahbi sebagai penerus dengan harapan muncul energi baru di ruang ganti.

Baca Juga: Ambisi Singa Atlas! Andres Iniesta Bakal Masuk Staf Pelatih Timnas Maroko di Piala Dunia

Ouahbi memang belum pernah menangani tim senior sebelumnya, tetapi rekam jejaknya di level pemain muda cukup menjanjikan.

Pelatih berusia 49 tahun itu pernah bekerja selama 18 tahun di akademi Anderlecht dan ikut membina pemain seperti Romelu Lukaku, Youri Tielemans, hingga Jérémy Doku.

Namanya makin diperhitungkan setelah membawa Maroko juara Piala Dunia U-20 2025. Kesuksesan tersebut membuat federasi yakin dirinya mampu mempercepat regenerasi skuad nasional.

Dua laga awal Ouahbi sebagai pelatih senior juga memberi sinyal positif. Maroko bermain imbang melawan Ekuador sebelum menang 2-1 atas Paraguay lewat permainan menyerang yang lebih fleksibel.

Achraf Hakimi Jadi Kunci Permainan Singa Atlas

Maroko tetap mengandalkan formasi 4-2-3-1 dengan kekuatan utama pada transisi cepat dan disiplin bertahan. Tim ini tidak suka menguasai bola terlalu lama tanpa tujuan jelas.

Baca Juga: Persik Kediri Tertarik Rekrut Noah Sadoui, Eks Timnas Maroko Rekan Adrian Luna

Hakimi menjadi elemen paling vital karena pergerakannya di sisi kanan sering membuka ruang bagi Brahim Díaz maupun Ismael Saibari.

Kemampuan overlap dan kecepatannya membuat lawan kesulitan mengantisipasi serangan dari sayap.

Di lini depan, Ayoub El Kaabi diprediksi tetap menjadi ujung tombak utama setelah menjadi top skor kualifikasi dengan empat gol.

Penyerang berpengalaman itu bakal mendapat dukungan dari Abde Ezzalzouli yang dikenal agresif dalam duel satu lawan satu.

Maroko juga mulai memperlihatkan regenerasi di sektor tengah dan belakang. Issa Diop resmi bergabung dari Prancis pada Maret lalu untuk memperkuat pertahanan bersama Nayef Aguerd.

Baca Juga: Usai Pindah Kewarganegaraan, Bintang Real Madrid Brahim Diaz Cetak Gol Debut Piala Afrika 2025 Bersama Timnas Maroko

Nama lain yang patut dinanti ialah Ilias Akhomach. Winger muda jebolan Barcelona itu disebut-sebut mampu menjadi pembeda ketika masuk dari bangku cadangan berkat kecepatan dan kemampuan dribel yang eksplosif.

Grup Berat Menanti Maroko di Piala Dunia 2026

Maroko tergabung bersama Brasil, Skotlandia, dan Haiti di fase grup Piala Dunia 2026. Duel melawan Brasil pada laga pembuka diprediksi menjadi ujian mental terbesar bagi Singa Atlas.

Jika mampu mencuri poin dari Brasil, peluang Maroko lolos semakin terbuka lebar. Skotlandia dan Haiti dinilai memiliki kualitas di bawah Maroko, terutama dari sisi pengalaman bermain di level elite internasional.

Target realistis Maroko adalah lolos ke babak 32 besar dengan raihan minimal enam poin. Format baru Piala Dunia juga memberi keuntungan karena sebagian tim peringkat ketiga terbaik masih berpeluang melaju ke fase gugur.

Baca Juga: Brahim Diaz Tinggalkan Real Madrid untuk Gabung Timnas Maroko di Piala Afrika, Siapa Penggantinya?

Namun tantangan terbesar muncul ketika menghadapi tim yang bermain sangat defensif. Maroko kerap kesulitan membongkar pertahanan rapat karena kreativitas di area tengah masih belum konsisten.

Situasi itu kemungkinan muncul saat menghadapi Haiti atau Skotlandia yang diprediksi bermain lebih hati-hati. Jika terlalu lama buntu, tempo permainan Maroko sering melambat dan kehilangan efektivitas.

Publik Afrika Kini Menaruh Harapan Besar

Status semifinalis membuat ekspektasi publik terhadap Maroko meningkat drastis dibanding empat tahun lalu. Lolos dari fase grup kini dianggap target minimum yang wajib dicapai.

Kepercayaan diri itu tidak lepas dari performa impresif mereka dalam dua tahun terakhir. Secara teknis, skuad utama Maroko tidak terkalahkan sejak Januari 2024 dan kini datang sebagai juara Afrika.

Meski begitu, tekanan besar juga bisa menjadi bumerang jika hasil awal tidak berjalan baik.

Banyak pihak mulai mempertanyakan apakah keberhasilan di Qatar hanya keajaiban sesaat atau benar-benar awal kebangkitan kekuatan baru dunia.

Satu hal yang pasti, Maroko tidak lagi datang sebagai tim pelengkap. Dengan kombinasi pemain berpengalaman, talenta muda, serta mentalitas tinggi, Singa Atlas punya peluang nyata kembali membuat dunia terkejut di Piala Dunia 2026.

EDITOR: Edi Yulianto