← Beranda
Prediksi Brasil di Piala Dunia 2026: Carlo Ancelotti Hadapi Misi Berat Kembalikan Kejayaan Selecao
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 20 Mei 2026 | 04.32 WIB
Vinicius Junior menjadi harapan utama Brasil untuk mengakhiri penantian gelar Piala Dunia sejak 2002 di era Carlo Ancelotti. (Instagram/@vinijr)

 

JawaPos.com — Brasil datang ke Piala Dunia 2026 tanpa status unggulan utama meski berstatus tim tersukses sepanjang sejarah turnamen dengan lima gelar juara dunia. Di bawah komando pelatih anyar Carlo Ancelotti, Selecao kini membawa generasi muda berbakat yang masih harus membuktikan diri di panggung terbesar sepak bola dunia.

Sorotan besar langsung tertuju kepada Brasil saat menghadapi Maroko pada laga pembuka Grup di MetLife Stadium, 13 Juni mendatang.

Publik menunggu apakah generasi baru yang dipimpin Vinícius Júnior mampu menghapus kegagalan demi kegagalan dalam dua dekade terakhir.

Mengapa Brasil Tidak Lagi Jadi Favorit Utama?

Brasil lolos ke Piala Dunia 2026 dengan performa yang jauh dari kata meyakinkan sepanjang babak kualifikasi zona CONMEBOL.

Baca Juga: Carlo Ancelotti Panggil Neymar ke Timnas Brasil, Bintang Chelsea Jadi Korban

Selecao hanya mencatat delapan kemenangan dari 18 pertandingan dengan torehan 24 gol dan kebobolan 17 kali.

Bahkan posisi Brasil sempat terancam setelah hanya menang tiga kali dalam delapan laga awal kualifikasi. Krisis konsistensi membuat federasi akhirnya menunjuk Carlo Ancelotti pada Mei 2025 demi menyelamatkan situasi.

Kehadiran pelatih asal Italia itu memang memberi ketenangan baru bagi skuad Brasil.

Baca Juga: Timnas Brasil Umumkan Skuad Piala Dunia 2026: Neymar Kembali, Nama Top Ini Justru Absen

Namun, waktu persiapan yang singkat membuat banyak pihak belum yakin Seleçao bisa langsung bersaing dengan tim unggulan seperti Argentina national football team atau Prancis.

Masalah terbesar Brasil justru muncul di lini serang yang biasanya menjadi kekuatan utama mereka. Dari 18 pertandingan kualifikasi, hanya Raphinha yang mampu mencetak lima gol atau lebih.

Carlo Ancelotti Jadi Harapan Baru Selecao

Jika ada sosok yang dipercaya mampu mengembalikan kejayaan Brasil, Carlo Ancelotti menjadi nama paling masuk akal saat ini.

Pelatih berusia 67 tahun itu dikenal sebagai salah satu manajer tersukses dalam sejarah sepak bola dengan koleksi lima gelar Liga Champions.

Baca Juga: Belum Terbukti di Piala Dunia 2026, Carlo Ancelotti Latih Timnas Brasil hingga 2030

Ancelotti datang membawa pendekatan berbeda dibanding pelatih-pelatih Brasil sebelumnya. Ia lebih mengutamakan keseimbangan permainan dan kekuatan mental dibanding sekadar menyerang total.

Pendekatan itu terlihat dari gaya bermain Brasil yang kini lebih sabar menunggu momentum serangan balik. Meski tidak terlalu agresif menguasai bola, Seleçao justru berbahaya saat menemukan ruang terbuka.

Formasi dasar 4-2-3-1 menjadi pilihan utama Ancelotti selama masa persiapan Piala Dunia 2026. Kombinasi pengalaman Casemiro dan kreativitas Bruno Guimaraes di lini tengah diharapkan mampu menjaga keseimbangan permainan.

Baca Juga: Grup C Piala Dunia 2026: Profil Timnas Brasil, Maroko, Skotlandia, dan Haiti serta Jadwal Pertandingan Lengkap

Ancelotti juga tetap mengandalkan kualitas penjaga gawang Alisson Becker sebagai fondasi utama pertahanan. Kehadiran kiper Liverpool itu membuat Brasil tetap sulit dikalahkan meski performa lini belakang belum stabil.

Vinícius Júnior dan Generasi Baru yang Harus Membuktikan Diri

Piala Dunia 2026 menjadi momen penting bagi Vinícius Júnior untuk membuktikan kualitasnya bersama tim nasional.

Selama ini performa gemilangnya bersama Real Madrid CF belum sepenuhnya bisa diterjemahkan di level internasional.

Kecepatan dan kemampuan dribel Vinícius tetap menjadi senjata utama Brasil di lini depan. Reuni dengan Carlo Ancelotti memberi harapan besar sang winger akhirnya mampu tampil maksimal bersama Selecao.

Selain Vinicius, perhatian besar juga tertuju kepada wonderkid muda Endrick.

Penyerang berusia 19 tahun itu sempat kesulitan mendapat tempat di Real Madrid sebelum bangkit lewat masa peminjaman produktif di Liga Prancis bersama Lyon.

Cedera yang dialami Rodrygo dan Estevao membuat peluang Endrick semakin terbuka. Ia diprediksi menjadi opsi penting dari bangku cadangan sepanjang turnamen.

Baca Juga: Resmi! Carlo Ancelotti Perpanjang Kontrak di Timnas Brasil hingga Piala Dunia 2030

Di lini depan, Brasil kemungkinan memasang duet Vinícius Júnior dan Matheus Cunha. Sementara Raphinha dan Gabriel Martinelli akan menopang kreativitas dari sisi sayap.

Keputusan Ancelotti membawa Neymar juga memunculkan perdebatan besar. Penyerang berusia 34 tahun itu belum bermain untuk Brasil sejak Oktober 2023 dan diperkirakan hanya berperan sebagai supersub.

Titik Lemah Brasil Masih Jadi Ancaman

Meski dipenuhi pemain bertalenta, Brasil tetap memiliki sejumlah kelemahan yang berpotensi menjadi masalah besar di Piala Dunia 2026. Posisi bek sayap menjadi sektor paling mengkhawatirkan dalam skuad Selecao.

Absennya Eder Militao akibat cedera membuat duet Gabriel Magalhaes dan Marquinhos hampir pasti menjadi andalan di jantung pertahanan. Namun sektor kanan dan kiri pertahanan belum benar-benar solid.

Brasil juga masih kesulitan tampil konsisten saat bermain di atmosfer tekanan tinggi. Fakta hanya meraih dua kemenangan tandang dari sembilan laga kualifikasi menjadi bukti Seleçao belum stabil menghadapi tekanan lawan.

Kekalahan 1-2 dari Prancis pada FIFA Matchday Maret lalu juga memperlihatkan lemahnya organisasi pertahanan Brasil. Meski sempat bangkit mengalahkan Kroasia 3-1, kritik terhadap kualitas fullback tetap belum hilang.

Mampukah Brasil Mengakhiri Penantian 24 Tahun?

Brasil terakhir kali mengangkat trofi Piala Dunia pada edisi 2002 di Korea Selatan dan Jepang. Sejak saat itu, Selecao terus gagal memenuhi ekspektasi besar publik sepak bola dunia.

Empat dari lima penampilan terakhir Brasil bahkan selalu terhenti sebelum semifinal. Tekanan untuk menambah bintang keenam di jersey kuning-hijau kini semakin besar.

Meski begitu, sebagian besar suporter tampaknya mulai realistis dengan kondisi tim saat ini. Perjalanan hingga semifinal saja sudah dianggap sebagai langkah positif bagi skuad muda Carlo Ancelotti.

Potensi besar tetap dimiliki Brasil berkat kualitas individu para pemainnya. Namun tanpa chemistry yang matang dan perbaikan di lini belakang, Selecao berisiko kembali pulang lebih cepat dari harapan publik dunia.

EDITOR: Edi Yulianto