JawaPos.com — Bosnia dan Herzegovina datang ke Piala Dunia 2026 dengan status tim Eropa berperingkat FIFA terendah, tetapi kemenangan dramatis di babak playoff membuat mereka percaya diri menembus fase gugur. Tim asuhan Sergej Barbarez itu kembali ke panggung dunia setelah 12 tahun dan langsung membawa ambisi besar saat membuka turnamen melawan Kanada di Toronto pada 12 Juni 2026.
Keberhasilan Bosnia dan Herzegovina lolos ke Piala Dunia 2026 menjadi salah satu cerita mengejutkan di zona Eropa.
Mereka memastikan tiket usai menyingkirkan Wales dan Italia lewat dua drama adu penalti yang memperlihatkan mental kuat skuad berjuluk Zmajevi tersebut.
Tim ini terakhir tampil di Piala Dunia 2014 dan langsung tersingkir di fase grup setelah kalah dari Argentina dan Nigeria.
Kini, generasi baru Bosnia dan Herzegovina datang dengan kombinasi pemain muda agresif dan pengalaman Edin Džeko yang masih tajam di usia 40 tahun.
Baca Juga: Skuad Tunisia Piala Dunia 2026 Resmi Dirilis, Sabri Lamouchi Siap Tantang Belanda
Perjalanan Dramatis Bosnia dan Herzegovina Menuju Piala Dunia 2026
Bosnia dan Herzegovina hampir lolos otomatis sebelum kebobolan gol penyama kedudukan Austria pada menit ke-77 di laga terakhir kualifikasi.
Hasil itu memaksa mereka masuk jalur playoff yang ternyata justru membentuk mental bertarung tim.
Dalam semifinal playoff melawan Wales dan final kontra Italia, Bosnia dan Herzegovina dua kali tertinggal sebelum mencetak gol penyama di menit akhir.
Kedua pertandingan berlanjut ke babak tambahan dan penalti, lalu mereka sukses memenangkan semuanya.
Catatan kualifikasi Bosnia dan Herzegovina cukup solid dengan tujuh kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya sekali kalah. Mereka juga mencetak 19 gol dan kebobolan sembilan kali sepanjang fase kualifikasi serta playoff.
Edin Džeko menjadi top skor tim dengan enam gol selama perjalanan menuju Piala Dunia 2026. Sementara Kerim Alajbegović dan Amar Memić sama-sama mencatat dua assist sebagai kreator utama serangan.
Baca Juga: Edin Dzeko Berpeluang Ukir Sejarah, Ini Daftar Pemain Tertua yang Pernah Tampil di Piala Dunia 2026
Edin Džeko Masih Jadi Senjata Utama Bosnia dan Herzegovina
Meski sudah berusia 40 tahun, Edin Džeko tetap menjadi pusat permainan Bosnia dan Herzegovina. Penyerang veteran itu bahkan masih produktif dengan total lebih dari 450 gol sepanjang karier profesionalnya.
Džeko diprediksi tetap menjadi starter utama bersama Ermedin Demirović dalam skema 4-4-2 milik Sergej Barbarez.
Gaya bermain Bosnia dan Herzegovina sendiri mengandalkan serangan balik cepat dan umpan silang ke kotak penalti.
Kehadiran Amar Dedić di sisi kanan serta Amar Memić di sektor sayap menjadi kunci kreativitas tim. Keduanya aktif mengirim crossing untuk memaksimalkan kemampuan duel udara Džeko.
Namun, ketergantungan terhadap Džeko juga menjadi titik rawan Bosnia dan Herzegovina. Dari total skuad saat jeda internasional Maret lalu, hanya Džeko yang memiliki koleksi gol internasional sangat dominan dengan 73 gol.
Nama lain yang mulai mencuri perhatian adalah Esmir Bajraktarević. Gelandang kelahiran Amerika Serikat itu dikenal berani memegang bola, memiliki visi umpan matang, dan akurat saat menembak dari luar kotak penalti.
Bajraktarević bahkan sempat memperkuat tim nasional Amerika Serikat pada 2024 sebelum memilih membela Bosnia dan Herzegovina. Pemain muda tersebut diprediksi menjadi breakout star mereka di Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Manggung Nggak Dibayar! Shakira, Madonna, dan BTS Tampil Tanpa Honor di Final Piala Dunia 2026
Sergej Barbarez Membawa Mental Tenang dan Percaya Diri
Pelatih Sergej Barbarez memang baru menangani Bosnia dan Herzegovina sejak 2024. Namun, mantan striker Bundesliga itu berhasil membawa perubahan besar dalam waktu singkat.
Sebelum menjadi pelatih, Barbarez sempat menghabiskan lebih dari satu dekade bermain poker profesional setelah memperoleh lisensi kepelatihan pada 2011.
Pengalaman itu disebut membentuk karakter tenang dan penuh kalkulasi di pinggir lapangan.
Mental tersebut terlihat jelas saat Bosnia dan Herzegovina berkali-kali tertinggal dalam playoff tetapi tetap mampu bangkit. Tim tidak panik meski menghadapi tekanan besar dari lawan yang lebih diunggulkan seperti Italia.
Barbarez juga mulai memberi ruang untuk regenerasi skuad. Salah satu nama menarik ialah bek muda Nidal Čelik yang mulai bersinar bersama RC Lens di Ligue 1 meski belum menjalani debut senior internasional.
Selain itu, Dennis Hadžikadunić diprediksi kembali menjadi pilihan utama di lini belakang setelah sempat absen karena cedera pada Maret lalu. Kehadirannya membuat pertahanan Bosnia dan Herzegovina lebih stabil.
Baca Juga: Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
Peluang Bosnia dan Herzegovina Lolos ke Fase Gugur
Bosnia dan Herzegovina tergabung bersama Kanada, Swiss, dan Qatar di fase grup Piala Dunia 2026. Laga pembuka melawan Kanada di BMO Field dipandang sebagai kesempatan besar untuk meraih kemenangan penting.
Jika mampu mencuri poin penuh di laga pertama, peluang lolos ke babak 32 besar bakal terbuka lebar. Format baru Piala Dunia 48 tim membuat satu kemenangan saja bisa sangat menentukan.
Meski begitu, perjalanan mereka tidak mudah karena harus menempuh lebih dari 3.000 mil selama fase grup.
Setelah bermain di Toronto, Bosnia dan Herzegovina harus terbang ke Los Angeles menghadapi Swiss sebelum menutup grup kontra Qatar di Seattle.
Dari sisi performa, Bosnia dan Herzegovina memang belum pernah menang dalam waktu normal sepanjang 2026.
Namun, mentalitas pantang menyerah dan kemampuan bangkit di menit akhir membuat mereka berbahaya bagi lawan mana pun.
Dukungan suporter juga dipastikan luar biasa. Kelompok pendukung BHFanaticos dikenal dengan chant keras, drum, dan atmosfer intimidatif yang selalu membakar semangat pemain.
Euforia lolos ke Piala Dunia bahkan sempat viral di media sosial setelah ribuan fans turun ke jalan merayakan kemenangan dramatis atas Italia. Dukungan diaspora Bosnia di Amerika Serikat dan Kanada juga diprediksi membuat atmosfer kandang terasa di tribune stadion.
Bosnia dan Herzegovina mungkin bukan unggulan utama di Piala Dunia 2026. Namun, keberanian, mental baja, dan pengalaman Edin Džeko membuat mereka berpotensi menjadi salah satu kuda hitam paling berbahaya di turnamen nanti.