JawaPos.com — Timnas Korea Selatan datang ke Piala Dunia 2026 dengan status salah satu wakil Asia paling konsisten setelah lolos tanpa kekalahan dan tergabung bersama Meksiko, Afrika Selatan, serta Ceko di fase grup. Pasukan Hong Myung-bo membawa optimisme besar karena memiliki kombinasi pemain berpengalaman, lini belakang solid, dan duet Son Heung-min serta Lee Kang-in yang sedang matang di level tertinggi Eropa.
Korea Selatan memang selalu punya tempat spesial dalam sejarah sepak bola Asia. Para Pejuang Taegeuk tercatat akan menjalani penampilan ke-12 di Piala Dunia, terbanyak di antara negara Asia lain.
Prestasi terbaik mereka hadir saat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2002.
Baca Juga: Profil Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Pelatih dan Pemain Andalannya
Ketika itu, Korea Selatan sukses menembus semifinal sebelum akhirnya finis di posisi keempat, pencapaian terbaik sepanjang sejarah negara Asia di turnamen tersebut.
Mengapa Korea Selatan Disebut Wakil Asia Paling Konsisten?
Konsistensi Korea Selatan terlihat jelas selama babak kualifikasi Piala Dunia 2026. Mereka menutup perjalanan dengan catatan 11 kemenangan, lima hasil imbang, tanpa satu pun kekalahan.
Baca Juga: Son Heung-min Tegaskan Timnas Korea Selatan Harus Lebih Agresif Ketika Tampil di Piala Dunia 2026
Produktivitas lini depan juga sangat impresif dengan torehan 40 gol dan hanya kebobolan delapan kali. Son Heung-min menjadi top skor tim dengan 10 gol, sedangkan Lee Kang-in menyumbang enam assist sepanjang fase kualifikasi.
Keberhasilan lolos tanpa kalah membuat Korea Selatan menjadi satu-satunya negara Asia yang menyegel tiket Piala Dunia 2026 dengan rekor sempurna tersebut.
Catatan itu memperlihatkan stabilitas permainan yang mulai terbentuk sejak Hong Myung-bo kembali menangani tim pada 2024.
Di fase grup Piala Dunia 2026, Korea Selatan akan menghadapi Ceko pada 11 Juni di Estadio Akron. Setelah itu mereka melawan Meksiko pada 18 Juni sebelum menghadapi Afrika Selatan pada 24 Juni di Estadio BBVA.
Grup tersebut dinilai cukup bersahabat dibanding beberapa grup lain yang dihuni raksasa Eropa dan Amerika Selatan. Karena itu peluang Korea Selatan lolos ke babak gugur terbuka cukup besar.
Hong Myung-bo Mulai Temukan Formula Baru
Hong Myung-bo bukan sosok asing bagi publik sepak bola Korea Selatan. Legenda lini belakang itu sebelumnya juga menangani tim nasional di Piala Dunia 2014 meski kala itu gagal membawa tim meraih kemenangan.
Kini situasinya berbeda karena performa Korea Selatan jauh lebih stabil. Hong mulai berani memberi kesempatan kepada pemain yang sedang tampil bagus dan memberikan kebebasan lebih besar kepada lini depan untuk menyerang.
Meski demikian, gaya bermain Hong masih dianggap terlalu pragmatis oleh sebagian suporter.
Bahkan dalam beberapa laga uji coba terakhir terdengar suara boo dari tribune karena Korea Selatan dinilai terlalu berhati-hati saat unggul.
Pelatih berusia 57 tahun itu tetap percaya hasil akhir lebih penting dibanding permainan atraktif.
Baca Juga: Sukses Bekuk Timnas Indonesia U-23, Korea Selatan Tampil Sempurna Karena Hal Ini
Pendekatan tersebut sejauh ini terbukti efektif karena Korea Selatan hanya kalah sekali di pertandingan kompetitif selama periode kedua kepemimpinannya.
Son Heung-min dan Lee Kang-in Jadi Kunci Permainan
Kekuatan terbesar Korea Selatan tetap berada di lini serang. Son Heung-min masih menjadi ikon utama sekaligus pemain paling menentukan bagi Para Pejuang Taegeuk.
Meski sudah memasuki fase akhir karier, kualitas Son tetap sulit digantikan. Penyerang Los Angeles FC itu masih memiliki kecepatan, penyelesaian akhir, dan kemampuan membuka ruang yang sangat berbahaya.
Di sisi lain ada Lee Kang-in yang berkembang pesat bersama Paris Saint-Germain. Gelandang kreatif tersebut menjadi motor serangan sekaligus penghubung utama antara lini tengah dan lini depan.
Korea Selatan biasanya bermain dengan formasi 3-4-3 yang dalam praktiknya sering berubah menjadi 5-4-1 ketika bertahan.
Dua wing back mereka cenderung bermain lebih dalam sehingga keseimbangan pertahanan tetap terjaga.
Masalahnya, pola tersebut kadang membuat variasi serangan menjadi terbatas. Saat Son dan Lee berhasil dimatikan lawan, Korea Selatan sering kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
Selain Son dan Lee, perhatian besar juga tertuju kepada wonderkid Yang Min-hyeok.
Winger muda itu disebut sebagai masa depan sepak bola Korea Selatan setelah tampil sensasional di K League sebelum direkrut Tottenham Hotspur pada 2024.
Susunan Pemain dan Peluang Korea Selatan di Piala Dunia 2026
Hong Myung-bo diprediksi tetap mengandalkan Kim Seung-gyu di bawah mistar. Sementara lini belakang dipimpin bek Bayern Munchen Kim Min-jae bersama Kim Tae-hyeon dan Cho Yu-min.
Pada sektor tengah, Paik Seung-ho dan Kim Jin-gyu diperkirakan menjadi duet utama. Adapun Lee Tae-seok serta Kim Moon-hwan akan mengisi posisi wing back.
Lini depan hampir pasti menjadi milik Son Heung-min, Lee Kang-in, dan Hwang Hee-chan. Namun Hong juga masih memiliki opsi lain seperti striker Beşiktaş Oh Hyeon-gyu.
Secara permainan, Korea Selatan memang terlihat cukup siap untuk melewati fase grup. Mereka sempat menang atas Ghana, Bolivia, Paraguay, dan Amerika Serikat dalam laga uji coba.
Namun kekalahan telak dari Brasil dan Pantai Gading menunjukkan masih ada jarak kualitas saat menghadapi tim elite dunia. Karena itu langkah mereka kemungkinan akan jauh lebih berat ketika memasuki fase gugur.
Meski begitu dukungan fanatik suporter Korea Selatan dipastikan tetap menjadi kekuatan tambahan.
Stadion diprediksi dipenuhi warna merah khas jersey kandang mereka dengan atribut kreatif dan dukungan tanpa henti sepanjang pertandingan.
Peringkat FIFA Korea Selatan saat ini berada di posisi ke-25 dunia. Dengan pengalaman besar dan materi pemain berkualitas, mereka tetap berpotensi menjadi salah satu kuda hitam Asia di Piala Dunia 2026.
Jika Son Heung-min dan Lee Kang-in mampu tampil konsisten, Korea Selatan bukan tidak mungkin kembali membuat kejutan besar.
Setidaknya, peluang lolos dari fase grup terlihat sangat realistis bagi Para Pejuang Taegeuk musim panas ini.