JawaPos.com - Hubungan emosional antara Argentina dan dunia Arab ternyata bukan sekadar cerita sejarah biasa. Kehadiran jutaan diaspora Arab di Argentina sejak abad ke-19 membuat akulturasi budaya berkembang begitu kuat, mulai dari kuliner, tradisi, hingga sepak bola.
Dalam dunia sepak bola Argentina, pengaruh keturunan Arab sudah lama terlihat. Nama-nama seperti Gabriel Omar Batistuta, Antonio Mohamed, hingga Claudio Husaín menjadi bagian penting perjalanan sepak bola Albiceleste. Kini, tradisi itu berpeluang diteruskan oleh bek jangkung milik Getafe CF, Zaid Romero.
Pemain berusia 26 tahun tersebut sedang menikmati periode terbaik dalam kariernya setelah hijrah ke La Liga Spanyol.
Baca Juga: Tekanan Besar Jelang Piala Dunia 2026, Mbappe Akui Timnas Prancis Tak Bisa Selalu Ciptakan Keajaiban
Bersama Getafe, Zaid Romero tampil konsisten sebagai pilihan utama di lini belakang dan menjadi salah satu faktor penting kebangkitan tim musim ini.
Getafe yang sempat berkutat di papan bawah perlahan mampu merangsek ke zona persaingan Eropa. Kehadiran Romero di lini belakang membawa stabilitas yang cukup signifikan.
Dalam 12 pertandingan terakhir, Getafe sukses mencatat enam clean sheet, sebuah catatan yang memperlihatkan pengaruh besar sang bek.
Baca Juga: Neymar Berharap Dipanggil Ancelotti ke Piala Dunia 2026, Impikan Final Brasil vs Argentina
Tak hanya kuat dalam duel udara berkat tinggi badan 192 cm, Romero juga mampu tampil tenang saat menghadapi penyerang-penyerang cepat La Liga.
Beberapa nama besar seperti Vinícius Júnior, Nico Williams, hingga Abde Ezzalzouli pernah dibuat kesulitan saat berhadapan dengannya.
Performa impresif itu membuat nama Zaid Romero masuk dalam daftar 55 pemain yang dipantau pelatih Lionel Scaloni untuk persiapan FIFA World Cup 2026. Meski belum masuk skuad final, peluang Romero terbilang cukup terbuka.
Argentina saat ini memang tidak memiliki banyak bek tengah dengan postur tinggi. Kondisi tersebut bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi Romero, terutama jika Scaloni membutuhkan sosok stoper dominan dalam duel bola atas.
Karier Romero sendiri sempat meredup ketika bermain di Belgia bersama Club Brugge. Minimnya kesempatan tampil membuat potensinya tidak berkembang maksimal.
Namun kepindahannya ke Getafe menjadi titik balik penting yang mengubah arah kariernya.
Kini, peluang tampil bersama Argentina di Piala Dunia 2026 bukan lagi sekadar mimpi.
Jika berhasil masuk skuad utama Albiceleste, Zaid Romero akan menjadi penerus tradisi pemain berdarah Arab di tim nasional Argentina yang sempat meredup setelah era Batistuta berakhir.